POJOKSATU.id - Ada pepatah mengatakan, “jangan menaruh semua telur di keranjang” yang artinya jangan menaruh semua modal di satu tempat saja.

Di dalam dunia investasi, ini dikenal dengan nama Diversifikasi investasi, yaitu strategi menyebar modal di berbagai instrumen, dengan tujuan agar meminimalisir resiko kerugian.

Jadi semisal ada instrumen yang nilainya turun, instrumen yang lain masih bisa menopang portofolio.

Alasan Mengapa diversifikasi itu penting


Ada beberapa alasan mengapa diversifikasi itu penting

Baca Juga: Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Bangkitkan Kembali Semangat Leluhur Caruban Nagari

1. Dengan diversifikasi kita bisa mengurangi dampak buruk pada kinerja portofolio.

2. Memiliki peluang pertumbuhan pada portofolio, karena biasanya kemungkinan ada beberapa instrumen akan berkinerja baik meskipun yang lain berkinerja buruk.

3. Terakhir, saat kondisi pasar ber ubah ubah, portofolio yang sudah ter diversifikasi akan memberikan perlindungan terhadap ketidakpastian harga pasar.

Metode Diversifikasi


Diversifikasi memiliki beberapa metode, seperti Diversifikasi aset, sektor, geografis, valuta, produk dan waktu.

Tetapi di dalam artikel ini tidak akan dibahas semua metode, namun pembahasan akan difokuskan pada metode Diversifikasi Aset.

Baca Juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2025 Dukung Mahasiswa yang Peduli Lingkungan Hijau dan Inovasi Baru!!

Pengertian Diversifikasi Aset
Sebelum masuk ke strategi, alahkah baiknya kita pahami dulu apa itu Diversifikasi Aset?

Menurut ICDX Group, Diversifikasi aset adalah strategi menyebar investasi ke berbagai jenis aset, seperti saham AS, obligasi, emas, reksa dana, dan lain-lain.

Tujuannya sederhana, biar portofolio kamu tetap seimbang antara keamanan dan potensi keuntungan.

Kalau harga kripto sedang turun, misalnya, bisa jadi harga emas malah naik.

Jadi, kerugian di satu sisi bisa ditutupi oleh keuntungan di sisi lain.

Baca Juga: IBI Kesatuan Gandeng ISCA Singapura, Buka Peluang Sertifikasi dan Magang Akuntansi Bertaraf Global

Strategi Diversifikasi Aset

Sekarang setelah kita paham pengertian diversifikasi aset, yuk kita terapkan beberapa strategi yang bisa kamu lakukan:

1. Tentukan profil risiko & tujuan investasi


Mulai dengan mengenali tipe/kepribadian dalam investimu mu, kamu orangnya bagaimana? konservatif, moderat atau agresif?

Setelah mengetahui tipe investasimu, kamu bisa menetapkan tujuan investasi, investasi jangka pendek (misalnya 1-3 tahun), jangka menengah (3-5 tahun), atau jangka panjang (5 tahun ke atas).

Karena seperti yang dijelaskan oleh teori portofolio Harry Markowitz (Modern Portfolio Theory) diversifikasi adalah jalan untuk mengoptimalkan imbal hasil terhadap risiko yang bersedia kita tanggung.

Baca Juga: Warga Tangsel, Siap-siap CFD Bintaro Bakal Ramaikan Akhir Pekanmu

2. Alokasikan antar kelas aset

Kamu bisa membuat kombinasi aset seperti saham, emas, kripto, dan reksa dana sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.

Misalnya, kamu orangnya tergolong konservatif, strategi yang bisa diterapkan adalah 50% di reksa dana, 25% di emas, 15% di saham AS, dan 10% di kripto.

Dengan pembagian seperti ini, ketika harga kripto sedang turun, kinerja portofolio kamu tidak langsung ikut anjlok karena masih ada aset lain yang bisa menahan penurunan nilai secara keseluruhan.

3. Diversifikasi di dalam setiap kelas aset


Selain menyebar modal antar berbagai jenis aset, penting juga untuk melakukan diversifikasi di dalam setiap kelas aset yang kamu pilih.

Misalnya, jika kamu berinvestasi di Saham AS, jangan hanya fokus pada satu sektor seperti teknologi saja, tapi sebar juga ke sektor keuangan, energi, dan properti.

Begitu juga dalam reksa dana, pilihlah beberapa jenis reksa dana dengan fokus berbeda, seperti reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang.

Strategi ini membantu menyeimbangkan potensi keuntungan dan risiko, karena setiap sektor dan jenis reksa dana memiliki karakteristik performa yang berbeda tergantung kondisi pasar.

Nah, itu dia trik diversifikasi biar investasimu tetap cuan dan tidak bikin mikir ketika pasar lagi merah.

Intinya, jangan taruh semua modal di satu tempat dan jangan gampang panik.

Dunia investasi itu soal strategi, bukan spekulasi.***