POJOKSATU.id, DUA siswa berprestasi dari SMA Negeri 10 Samarinda, Diego Prayata Fatikh Moulyandri dan Jundi Satria Badar, berhasil menciptakan inovasi digital yang memukau.

Kedua mengembangkan aplikasi PINTAR, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk melestarikan dan memperkenalkan warisan kriya khas Kalimantan, terutama motif batik lokal.

Inovasi ini lahir dari kepedulian mereka terhadap minimnya representasi budaya daerah di ruang digital.

Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang masif, PINTAR hadir sebagai jembatan antara teknologi modern dan kekayaan budaya leluhur.

Baca Juga: 9 Penyebab TPG Triwulan 3 Tidak Bisa Cair di Bulan Oktober Lengkap dengan Solusi yang Harus Dilakukan!

Lebih dari sekadar proyek teknologi, karya Diego dan Jundi juga menjadi simbol potensi besar generasi muda Kalimantan Timur, sekaligus bukti kesiapan SMAN 10 Samarinda sebagai bagian dari sekolah unggulan dalam program nasional Sekolah Garuda.

Inovasi PINTAR: AI untuk Pelestarian Budaya Lokal

Gagasan aplikasi PINTAR bermula dari kegelisahan akan hilangnya jejak budaya di era serbadigital.

Diego dan Jundi melihat peluang besar untuk menjadikan internet bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai media edukasi budaya yang luas.

PINTAR yang dapat diakses melalui inforhebat.my.id menggunakan model kecerdasan buatan berbasis TensorFlow dengan arsitektur Convolutional Neural Networks (CNN).

Teknologi ini memungkinkan sistem mengenali dan mengklasifikasikan motif batik Kalimantan secara akurat.

Baca Juga: BOCORAN Tanggal Pencairan TPG Triwulan 3 untuk Guru yang SKTP Terbit di Tanggal 1 hingga 10 Oktober 2025!

Menurut Jundi, proses pengembangannya meliputi beberapa tahap penting, yakni:

* Pengumpulan dan pelabelan data gambar batik.
* Pra-pemrosesan gambar untuk optimalisasi model.
* Pelatihan dan evaluasi model AI.

Dari serangkaian pengujian, akurasi deteksi motif meningkat signifikan — dari 0,374 menjadi 0,487 — berkat teknik augmentasi data yang diterapkan.

PINTAR juga dirancang interaktif. Pengguna dapat mencari motif batik berdasarkan kata kunci atau mengunggah foto langsung, lalu sistem akan menganalisis dan menampilkan informasi edukatif tentang motif tersebut.

Menariknya, PINTAR menerapkan sistem crowdsourcing, di mana masyarakat dapat berpartisipasi mengunggah motif baru untuk divalidasi oleh tim admin.

Baca Juga: Lulusan SMK Berpeluang Masuk di Sekolah Kedinasan Ini, Cek 8 Daftar Ini!

Dengan begitu, arsip digital batik Kalimantan akan terus tumbuh dan hidup.

SMAN 10 Samarinda, Bibit Unggul Sekolah Garuda

SMAN 10 Samarinda mencatat sejarah baru dengan diresmikannya sebagai salah satu dari 12 Sekolah Garuda Transformasi di Indonesia pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan pentingnya peran siswa sebagai pelopor perubahan.

“Jadilah generasi yang berani bermimpi dan bekerja keras. Belajarlah bukan sekadar untuk diri sendiri, tapi untuk mengangkat bangsa. Jadikan ilmu sebagai cahaya dan karakter sebagai arah,” pesan Gus Ipul di hadapan para siswa.

Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Baca Juga: Pencairan TPG 100 Persen Dilakukan Mulai Bulan Oktober, CEK Daerah yang Sudah Siap Lakukan Pembayaran!

Peluncuran dilakukan serentak di 16 titik, mencakup 12 sekolah unggulan dan 4 sekolah di wilayah akses terbatas.

Kehadiran Gus Ipul menjadi penegasan bahwa Sekolah Garuda tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pemerataan kesempatan belajar berkualitas bagi seluruh anak bangsa, termasuk di Kalimantan Timur.

Visi Kalimantan Timur Mendunia Melalui Pendidikan

Penunjukan SMAN 10 Samarinda sebagai Sekolah Garuda Transformasi menjadi momentum berharga bagi dunia pendidikan di Kalimantan Timur.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, menilai langkah ini sebagai tonggak penting untuk mempersiapkan generasi global dari Bumi Etam.

Paradigma baru yang diusung Sekolah Garuda menekankan orientasi global — menyiapkan siswa agar mampu bersaing dan diterima di universitas-universitas terbaik dunia.

Baca Juga: Kebun Teh Cikuya: Permata Hijau Banten yang Mendunia

Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan fasilitas sekolah, seperti ruang kelas ber-AC, papan tulis interaktif, dan pelatihan guru berstandar internasional.

Program kelas dwibahasa juga mulai diterapkan agar siswa siap menghadapi dunia tanpa batas.

Tak berhenti di situ, Pemprov Kaltim juga berencana mengusulkan dua sekolah lain di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara untuk menjadi Sekolah Garuda Transformasi berikutnya.

“Langkah ini bagian dari tekad kami menjadikan Kaltim sebagai pusat keunggulan pendidikan di Indonesia,” ujar Armin.

Baca Juga: Bertahun-tahun Tak Ada Perbaikan, Netizen Bikin Lokasi Kolam Abadi di Maps Buat Sindir Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

Dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), inovasi digital menjadi semakin strategis untuk membangun fondasi SDM berkualitas di jantung negara. ***