POJOKSATU.id, KABAR peningkatan kualifikasi pendidikan bagi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali menjadi sorotan hangat.

Hal ini mencuat dalam peringatan HUT ke-20 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) yang berlangsung di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, NTT.

Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Provinsi NTT, Sari Dewi Astuti, menegaskan bahwa banyak guru PAUD di daerah masih berpendidikan setingkat SMA.

Padahal, mereka punya peran besar dalam meletakkan dasar karakter, sikap, hingga kecerdasan anak di masa depan.

Baca Juga: Polisi Usut 20 Siswa di Tlanakan Pamekasan yang Keracunan usai Konsumsi Makan Gizi Gratis

“Kami mohon dukungan, baik melalui beasiswa maupun program lain, agar tenaga pendidik PAUD dapat meningkatkan kualifikasi mereka.

Sebab, mereka adalah peletak fondasi karakter bagi anak-anak kita,” ujar Sari Dewi dengan penuh harap.

Kesejahteraan Masih Jadi PR Besar

Fakta di lapangan menunjukkan, beban kerja guru PAUD tidak kalah berat dibanding guru jenjang lain.

Namun, kesejahteraan yang mereka terima sering kali jauh dari kata layak.

Baca Juga: CBN Papua Kembangkan Kurikulum Superfive untuk PAUD, Anak-Anak Bisa Belajar Lebih Kontekstual

Ditambah lagi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan berjenjang masih terbatas.

Karena itu, HIMPAUDI mendorong agar pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan serius memikirkan skema dukungan.

Mulai dari program beasiswa, sertifikasi berjenjang, hingga pengakuan lebih luas terhadap status dan kompetensi pendidik PAUD.

“Kalau guru PAUD kualitasnya meningkat, otomatis pendidikan anak usia dini juga akan naik level.

Baca Juga: Kabar Gembira! Beasiswa S2–S3 Kemenag Kini Juga Terbuka untuk Lulusan Mahad Aly

Jangan lupa, anak-anak PAUD adalah generasi emas yang akan memimpin bangsa di masa depan,” tambahnya.

Pemerintah Daerah Janji Dukung

Plt. Asisten I Setda Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, yang turut hadir dalam acara HUT HIMPAUDI, mengakui tantangan besar yang dihadapi para pendidik PAUD.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk ikut mendorong peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik.

“Membangun PAUD adalah investasi jangka panjang.

Mari kita tingkatkan kualitas pendidik, memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar sejak dini,” tegas Rahakbauw.

Baca Juga: PENGUMUMAN, Cek Hasil Lengkap UKPPPG Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2025 : Peserta Dinyatakan Lulus Berhak Mendapatkan Sertifikat Pendidik

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang sedang menyusun pemetaan kebutuhan guru PAUD.

Nantinya, data tersebut akan menjadi dasar dalam merancang strategi penguatan tenaga pendidik, bekerja sama dengan organisasi profesi seperti HIMPAUDI.

Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Emas

Dengan semakin kompleksnya kebutuhan anak usia dini, HIMPAUDI menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak: pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta.

Baca Juga: Minimanilisir Pernyataan Bikin Gaduh, Ini Pesan Penting dr Tirta untuk Para Menteri yang Baru Dilantik

Investasi di tenaga pendidik PAUD bukan hanya soal gaji dan gelar, melainkan juga bagaimana meningkatkan kapasitas mereka untuk menghadapi tantangan pendidikan modern.

Anak-anak yang mendapatkan pendidik berkualitas sejak dini akan tumbuh menjadi pribadi tangguh, kritis, dan berkarakter.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Oleh karena itu, memperjuangkan peningkatan kualifikasi guru PAUD sama artinya dengan memperjuangkan masa depan bangsa. ***