POJOKSATU.id, DUNIA pendidikan anak usia dini kembali mendapatkan warna baru dengan hadirnya Kurikulum Superfive.

Kurikulum ini disebut-sebut sebagai kurikulum yang komplit karena tak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga mendukung perkembangan anak secara holistik.

Kepala Pusat Pelayanan CBN Papua, Tedjo Wibowo, mengungkapkan bahwa lebih dari 20 PAUD di Kabupaten Manokwari sudah menerapkan kurikulum ini.

Baca Juga: Kabar Gembira! Beasiswa S2–S3 Kemenag Kini Juga Terbuka untuk Lulusan Mahad Aly

Menurutnya, keberadaan Superfive menjadi angin segar karena dilengkapi dengan berbagai alat pendukung, termasuk audio visual, yang membuat proses belajar mengajar lebih interaktif dan menyenangkan.

“Di CBN kami memiliki program Superfive. Ada beberapa sekolah yang mengajukan kerja sama untuk mengembangkan kurikulum PAUD," ujarnya dilansir dari RRI.

"Kurikulum ini bisa dibilang komplit, karena dilengkapi dengan alat pendukung, seperti audio visual, untuk mendukung proses belajar mengajar bagi anak,” jelas Tedjo.

Baca Juga: Minimanilisir Pernyataan Bikin Gaduh, Ini Pesan Penting dr Tirta untuk Para Menteri yang Baru Dilantik

Apa Itu Kurikulum Superfive?

Superfive bukan sekadar kurikulum biasa.

Ia dirancang untuk mengembangkan anak usia dini secara holistik: kognitif, sosial, emosional, spiritual, dan kesehatan.

Program ini lahir sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan yang diinisiasi oleh CBN (Christian Broadcasting Network) melalui Pusat Pelayanan Papua.

Uniknya, kurikulum ini juga menyatu dengan nilai-nilai moral dan karakter yang ditanamkan sejak dini.

Baca Juga: Penyebab Kematian Mahasiswa Indonesia yang Meninggal Dunia saat Dampingi Pejabat RI ke Austria Diduga Gegara Kelelahan

Tidak hanya belajar membaca, berhitung, atau mengenal warna, tapi anak juga dikenalkan dengan kebiasaan baik, disiplin, hingga kasih sayang dalam keluarga dan masyarakat.

Dukungan untuk Program Pemerintah

Tak berhenti sampai di situ, CBN bersama mitra PAUD juga bersiap mendukung berbagai program pemerintah.

Salah satunya adalah rencana program sarapan bergizi untuk anak-anak PAUD.

“Ke depannya kami akan melakukan pengembangan program makan bergizi untuk mendukung program pemerintah,” tambah Tedjo.

Baca Juga: Rekomendasi Terbaik Bimbel Fisika untuk Siswa dan Mahasiswa, Siap Hadapi Pembelajaran yang Kompleks, Pilih dan Sesuaikan Metode Belajar

Langkah ini penting karena gizi yang baik berhubungan erat dengan kemampuan anak dalam belajar dan tumbuh optimal.

Dengan adanya dukungan gizi dan kurikulum yang menyeluruh, anak-anak diharapkan bisa tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter sejak dini.

Sejalan dengan Kebijakan Pendidikan Nasional

Kurikulum Superfive juga disebut kontekstual dan produktif, artinya disesuaikan dengan kebutuhan anak dan lingkungan belajar mereka.

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan holistik integratif di PAUD.

Baca Juga: PENGUMUMAN, Cek Hasil Lengkap UKPPPG Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2025 : Peserta Dinyatakan Lulus Berhak Mendapatkan Sertifikat Pendidik

Dengan pendekatan seperti ini, guru PAUD tidak hanya mengajar materi akademis, tapi juga menumbuhkan karakter anak melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Fokus pada Anak dan Keluarga

Hal lain yang membuat Superfive berbeda adalah fokusnya yang tidak hanya pada anak, tapi juga pada keluarga sebagai lingkungan utama pendidikan.

Kurikulum ini dirancang agar dapat mendukung orang tua, gereja, maupun mitra komunitas dalam proses memuridkan dan mendidik anak-anak mereka.

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Dengan pendekatan ini, anak-anak PAUD bukan hanya menjadi cerdas secara akademik, tapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, penuh kasih, dan siap menghadapi masa depan. ***