POJOKSATU.ID - Dalam upaya serius untuk mengatasi tingginya angka anak putus sekolah di Indonesia.
Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) telah menyusun sebuah peta jalan untuk pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk memastikan setiap anak di Indonesia memiliki akses terhadap pendidikan yang bermutu. Program PJJ ini direncanakan akan diterapkan di seluruh provinsi.
Peta jalan ini bertujuan untuk menjangkau sekitar 3,9 juta anak putus sekolah yang tersebar di berbagai wilayah.
Langkah awal implementasi program PJJ ini dimulai dengan sebuah uji coba di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia.
Lokasi ini dipilih karena kesesuaiannya dengan karakteristik daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan melayani anak-anak pekerja migran Indonesia yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendidikan formal, terutama di tingkat menengah.
Dalam pelaksanaan uji coba ini, SMA Negeri 2 Padalarang, Jawa Barat, bertindak sebagai pendamping.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa PJJ menjadi strategi penting untuk menjangkau anak-anak yang belum terlayani pendidikan, khususnya mereka yang tinggal di daerah dengan keterbatasan geografis.
Baca Juga: Dinas Pendidikan DKI Jakarta Terbitkan Instruksi Pemutakhiran Dapodik Semester Ganjil
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada proses belajar di sekolah, tetapi juga dapat berlangsung di mana saja.
Dengan adanya PJJ, anak-anak Indonesia yang berada di wilayah terpencil atau memiliki hambatan akses ke sekolah formal tetap dapat melanjutkan proses belajar.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa SIKK merupakan lokasi yang ideal untuk uji coba ini.
Sekolah tersebut tidak hanya melayani anak-anak pekerja migran di Sabah dan Serawak, tetapi juga telah memiliki SMA Terbuka Jarak Jauh di Kota Kinabalu.
SIKK juga didukung oleh ratusan Pusat Layanan Pendidikan (Community Learning Center/CLC) yang tersebar di wilayah perkebunan sawit, daerah yang selama ini sulit dijangkau.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




