POJOKSATU.id, KEMENTERIAN Sekretariat Negara (Kemensetneg) memulai program Setneg ke Sekolah (SkS) dengan mengirimkan sebanyak 386 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke 278 sekolah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Cianjur, dan Gianyar.
Program SkS ini merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan langsung Kemensetneg kepada masyarakat, sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
Penempatan 386 CPNS tersebut dilakukan pada Senin, 14 Juli 2025, bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru. Para peserta SkS diantar langsung ke sekolah penugasan masing-masing oleh perwakilan pejabat Kemensetneg.
Baca Juga: DPR Dorong Pemerintah Pusat Selesaikan Masalah THR Guru Agama
“Sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas, yakni Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dilansir dari laman resmi Kemenag.
Program SkS akan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2025. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman pengabdian CPNS, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan Indonesia.
Kolaborasi ini dijalankan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), berdasarkan pemetaan kebutuhan dari Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan di wilayah sasaran. Lokasi sekolah ditentukan untuk memastikan dukungan yang diberikan tepat sasaran.
Baca Juga: 1.077 PPPK Gelombang I Kabupaten Batanghari Dilantik, Insiden Lepas Balon Bikin Bupati Ngambek?
“Skema yang disusun telah diselaraskan dengan kebutuhan nyata di sekolah-sekolah, terutama di wilayah dengan kekurangan guru dan tenaga kependidikan nonguru,” kata Mensesneg.
Dalam pelaksanaannya, CPNS akan bertugas dengan tiga skema, yaitu sebagai guru pendamping, tenaga kependidikan nonguru, serta pendamping pembina ekstrakurikuler.
Sebelum diterjunkan, seluruh CPNS terlebih dahulu dibekali materi oleh Kemendikdasmen, mencakup pengantar pedagogi, perkembangan peserta didik, pembelajaran di era Society 5.0, growth mindset, pendidikan inklusif, hingga penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Tak hanya berdampak positif bagi satuan pendidikan, program ini juga dirancang untuk memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN), termasuk CPNS Kemensetneg.
“Di manapun negara memanggil, di sanalah ASN hadir dan bekerja sepenuh hati. Tak ada ruang yang terlalu kecil untuk memberi arti, selama dijalani dengan integritas dan komitmen yang tinggi,” ujar Prasetyo Hadi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran program ini, dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Baca Juga: Kasus Riza Chalid Dkk Dianggap Salah Satu Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Era Jokowi
"Program ini menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lain maupun setiap ASN untuk dapat memaksimalkan peran dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Putra Asga Elevri, menilai program SkS sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan SDM yang unggul dan adaptif.
Menurutnya, dengan saling berbagi sumber daya, pengetahuan, dan komitmen bersama dapat mewujudkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
Baca Juga: Waspada, Hoaks Pendaftaran CPNS Kemenag Tahun 2025 Marak Beredar di Medsos
"Peserta juga diharapkan mampu berkontribusi secara efektif, mendukung kelancaran operasional sekolah, sekaligus memberikan inspirasi bermakna bagi pendidik dan peserta didik,” ujar Asga.
SkS Masuk dalam Sesi Latsar CPNS Kemensetneg
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemensetneg, Muharromi, menegaskan bahwa program SkS merupakan bagian penting dalam pelatihan dasar (latsar) CPNS Kemensetneg, khususnya sesi Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT).
Pada hari pertama penugasan, Muharromi menyerahkan perwakilan CPNS Kemensetneg di SMPN 17 Jakarta, SMPN 64 Jakarta, SDN Karang Anyar 03 PG-04 PG, SMAN 20 Jakarta, dan SMAN 10 Jakarta.
"Mereka para CPNS akan berada di sekolah untuk mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme kepada para pelajar, dipantau oleh ASN pendamping, dan melaporkan hasil kegiatan secara berkala ke unit pembina di Kemensetneg," kata Muharromi.
Ikut berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Ia juga mencatat tingginya antusiasme dari pihak sekolah yang menerima kehadiran CPNS peserta SkS.
"Semoga program ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, serta secara khusus bagi pembentukan karakter CPNS Kemensetneg," pungkasnya. ***



