POJOKSATU.ID - Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.
Khusus bagi siswa baru jenjang SMP dan SMA/SMK, MPLS tahun ini tidak sekadar ajang perkenalan sekolah, tetapi juga menjadi momen awal untuk mengenal kemampuan belajar siswa lewat asesmen literasi dan numerasi.
Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rusprita Putri Utami, menyampaikan bahwa asesmen ini bertujuan untuk membantu guru memahami kemampuan dasar siswa di bidang membaca dan berhitung.
Baca Juga: Anggota DPR Ini Sebut Kematian Arya Danu Janggal, Polisi Diminta Tranparan dan Profesional
"Hasil dari asesmen ini bukanlah untuk nilai atau peringkat, melainkan sebagai bahan pertimbangan guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang tepat," kata Rusprita, Kamis (10/7/2025).
Cara dan Waktu Pelaksanaan Asesmen
Asesmen literasi dan numerasi ini akan dilaksanakan pada hari ketiga MPLS dan dirancang dengan format yang sederhana serta ramah siswa.
Berikut adalah cara dan waktu pelaksanaan MPLS untuk asesmen:
Baca Juga: HMC 2025 Kembali Digelar, AHM Buka Panggung Kreativitas untuk Ribuan Modifikator Tanah Air
1. Durasi pengerjaan maksimal 60 menit
2. Jumlah soal sebanyak 24, terdiri dari 12 soal literasi membaca dan 12 soal numerasi
3. Soal berbentuk pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks
4. Pelaksanaan bisa dilakukan secara digital (komputer) atau konvensional (kertas), tergantung kesiapan masing-masing sekolah
5. Siswa diwajibkan mengisi secara mandiri, tanpa bantuan atau kerja sama
Asesmen Bukan Ajang Adu Pintar
Rusprita menegaskan bahwa hasil asesmen tidak akan digunakan sebagai dasar pemberian nilai, pemeringkatan, atau kompetisi antarsekolah. Asesmen ini murni sebagai alat bantu diagnostik bagi guru.
“Tujuan utama asesmen ini adalah agar guru bisa menyiapkan materi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan awal siswa. Ini penting agar proses belajar di sekolah baru bisa lebih efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, siswa diimbau mengerjakan asesmen ini dengan jujur dan mandiri.
Tidak diperkenankan adanya latihan soal khusus, pemberian kunci jawaban, maupun bentuk manipulasi lain yang dapat mengaburkan hasil sebenarnya.
Asesmen yang dilakukan secara autentik akan memberi gambaran yang lebih akurat bagi guru untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran.
Baca Juga: Due Diligence: 'Cek Dulu Sebelum Deal', Jurus Wajib Biar Gak Salah Langkah di Dunia Bisnis
Kehadiran asesmen di MPLS 2025 menjadi langkah strategis dalam membangun proses pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa.
Alih-alih menjadi beban, asesmen ini diharapkan menjadi alat pemetaan awal yang akan memudahkan guru dan siswa dalam menjalani proses belajar selama satu tahun ke depan.
MPLS bukan hanya soal mengenal teman dan lingkungan sekolah, tapi juga tentang mengenal diri sendiri melalui pemahaman kemampuan awal.
Baca Juga: Kompolnas Soal Brigadir Nurhadi Diduga Dibunuh Dua Atasan: Kasus ini Harus Dibuka Terang
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Jadi, jangan cemas. Hadapi MPLS dengan semangat dan kejujuran! ***




