POJOKSATU.id - Demi menyelaraskan pendidikan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengesahkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 032/H/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka.
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase. BSKAP Kemendikbudristek membagi Fase Capaian Pembelajaran (CP) sesuai dengan jenjang dan tujuan yang ingin dicapai.
Setiap fase CP dirancang dengan mempertimbangkan usia dan perkembangan kognitif siswa. Misalnya, fase A untuk siswa kelas I dan II SD mencakup anak dengan usia sekitar 6-7 tahun, fase B untuk kelas III dan IV SD mencakup usia 8-9 tahun, dan seterusnya. Hal ini memastikan bahwa kurikulum disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan anak pada setiap tahap pendidikan.
Berikut fase CP pada setiap jenjang pendidikan yang perlu dipahami dan dipelajari sebagai panduan penerapan di Satuan Pendidikan.
1. Fase Fondasi (PAUD)
Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau fase fondasi bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi dasar anak sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Anak-anak diharapkan mampu menunjukkan perkembangan dalam aspek sosial, emosional, dan kognitif yang merupakan dasar penting sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.
Kurikulum ini dirancang fleksibel, memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan dengan visi dan misi masing-masing, serta kondisi sosial, budaya, dan ekonomi setempat.
2. Fase A (SD/MI Kelas I-II)
Fase A pada pendidikan dasar mencakup kelas I hingga II di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Pada fase ini, fokus utama adalah pengembangan literasi dan numerasi dasar, kematangan emosi, serta keterampilan sosial dan bahasa.
Tujuannya adalah memastikan transisi yang lancar dari PAUD ke SD dan mempersiapkan anak untuk pembelajaran lebih kompleks di kelas berikutnya.
3. Fase B (SD/MI Kelas III-IV)
Fase B meliputi kelas III hingga IV SD/MI. Pada tahap ini, capaian pembelajaran ditujukan untuk memperdalam literasi dan numerasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Anak-anak juga didorong untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam proses belajar.
4. Fase C (SD/MI Kelas V-VI)
Di fase C, yang mencakup kelas V hingga VI SD/MI, pembelajaran difokuskan pada penguasaan materi yang lebih kompleks dan pengembangan kemampuan analitis.
Anak-anak diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh dalam berbagai konteks.
5. Fase D (SMP/MTs Kelas VII-IX)
Fase D melibatkan kelas VII hingga IX di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Pada tahap ini, fokus utama adalah penguatan keterampilan akademik dan pengembangan karakter. Siswa didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, serta mampu bekerja sama dalam tim.
6. Fase E (SMA/MA Kelas X-XII)
Fase E mencakup kelas X hingga XII di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA).
Di tahap ini, pembelajaran difokuskan pada pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai disiplin ilmu dan persiapan untuk pendidikan tinggi atau dunia kerja.
Siswa diharapkan mampu mengeksplorasi minat dan bakat mereka secara lebih intensif.
Implementasi Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka dirumuskan berdasarkan standar nasional yang telah ditetapkan dan mencakup berbagai mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan.
Keputusan ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas bagi satuan pendidikan dalam menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan masa depan.
Untuk melihat Capaian Pembelajaran setiap jenjang dan contohnya. Dapat diakses pada tautan: [Referensi Capaian Pembelajaran]
Perlu diingat juga, implementasi kurikulum ini juga menuntut peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan dan workshop, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran untuk mempersiapkan siswa menghadapi era digital.***




