POJOKSATU.id - Kemendikbudristek resmi memasukkan sastra ke dalam Kurikulum Merdeka mulai tahun ajaran baru yang akan datang.
Sastra masuk kurikulum ini berlaku untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program “Sastra Masuk Kurikulum” merupakan turunan dari program Episode Merdeka Belajar 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan siswa pada
beragam karya sastra dari berbagai budaya dan periode waktu, dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik.
Baca Juga: Peluncuran Buku Citarum Harum di World Water Forum ke-10: Upaya Menyelamatkan Sungai dan Kehidupan
Nantinya sastra akan masuk ke dalam pembelajaran di sekolah dengan bentuk co-kurikuler.
Program Sastra Masuk Kurikulum merupakan ruang belajar yang luas bagi guru untuk mengeksplorasi diri seluas-luasnya, khususnya dalam pengalaman bersastra.
Guru dan murid diharapkan dapat sama-sama menikmati dan membaca karya-karya sastra Indonesia, mengobrolkannya secara aman dan nyaman di ruang kelas, sehingga dapat memaknai perjalanan bersastra ini sebagai pengalaman yang mengesankan.
Saat membawakan buku-buku ini di kelas nanti, guru sangat disarankan untuk mendampingi murid selama membaca.
Sehingga program ini dijadikan sebagai kesempatan untuk sama-sama merasakan pengalaman bersastra.
Jadi, bukan hanya murid yang diharapkan bisa mengenal karya-karya sastra Indonesia, guru juga memiliki ruang bersastra yang sama.
Terdapat 177 daftar judul buku karya sastra yang terdiri dari novel, cerita pendek, puisi, dan lainnya yang telah disiapkan Kemendikbudristek untuk digunakan oleh guru dalam menunjang pembelajaran siswa di sekolah.
Beberapa contoh buku yang tersedia itu diantaranya judul buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Dari Hari ke Hari karya Mahbub Djunaidi, Burung-Burung Manyar karya YB Mangunwijaya, Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Laut Bercerita karya Leila Chudori, Saman karya Ayu Utami.
Sebanyak 177 daftar judul buku setiap jenjang itu menjadi tolok ukur bagi penerbit-penerbit swasta tentang buku bagus.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo berharap, program sastra yang dimasukkan ke dalam kurikulum itu dapat membantu para guru untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
"Tujuan ini bisa dicapai kalau anak-anak kita terpapar pada buku yang bagus, tidak mungkin kalau mereka tidak mengenal buku yang menyenangkan akan suka membaca," ujarnya dalam Peluncuran Program Sastra Masuk Kurikulum di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (20/5/2024).
Anindito menjelaskan bahwa membaca bukan sesuatu yang dapat diperoleh secara alamiah, tetapi harus diupayakan secara sistematis.
Anindito juga menjelaskan bahwa karya sastra dipilih bukan hanya untuk meningkatkan minat baca melalui cerita yang menarik dan membuat pembaca terus ingin mengikuti alurnya, tetapi juga karena karya sastra memiliki potensi besar sebagai alat untuk pendidikan karakter.
Baca Juga: Awas, Surat Palsu Mengatasnamakan Kemendikbudristek Beredar, Simak Isinya
Ia menekankan bahwa jika pengembangan karakter ingin dilakukan dengan serius, pembelajaran tidak bisa hanya mengandalkan buku teks yang hanya berfokus pada konten akademik.
"Karya sastra dalam hal ini mengundang pembaca untuk menghayati dunia tokoh, dunia batin para tokoh yang dihadirkan melalui cerita itu, sehingga para pembaca bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan dan memikirkan sebuah peristiwa, kejadian dari sudut pandang yang berbeda," tegasnya.
Para guru, murid dan orangtua juga dapat "update" buku teks pelajaran berdasarkan kurikulum yang saat ini tersedia yaitu buku K-13 dan Kurikulum Merdeka.
Akses itu dapat dipelajari dalam katalog buku melalui tautan https://buku.kemdikbud.go.id/katalog
Guru juga dapat mengakses Modul Sastra Masuk Kurikulum melalaui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Bapak dan ibu guru juga dapat melihat berbagai judul buku referensi yang "layak" berdasarkan hasil penilaian Pusat Perbukuan untuk kebutuhan pengadaan buku sekolah.
Dengan mendaftar dan login pada laman ini, guru dapat melihat rekam jejak bacaan dan unduhan, berperan serta melaporkan, memberikan komentar, dan ulasan pada buku.
Sementara para siswa dapat merasakan asiknya belajar melalui buku audio, belajar dengan santai di rumah maupun di perjalanan.
Sedangkan orangtua di rumah dapat mengakses buku paud atau buku non teks untuk membacakan cerita untuk buah hati ayah dan ibu, melalui tautan tersebut. ***




