POJOKSATU.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas membawa kabar gembira untuk guru honorer tidak lulusa seleksi PPPK 2023.
Karena itu kabar gembira untuk guru honorer tidak lulus seleksi PPPK 2023 ini patut disambut dengan mengucap kata syukur.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata di Akhir Tahun 2023, Air Terjun Andawe Konawe Punya Keunikan Tersendiri
Pasalnya untuk seleksi PPPK 2024 mendatang tetap akan memprioritaskan honorer K2 dan non K-2 atau tenaga non ASN.
Tidak hanya itu, seleksi membuka perekrutan PPPK 2024, pemerintah juga tetap membuka seleksi CPNS.
Bahkan khusus untuk talenta-talenta digital, akan diberikan kuota lebih banyak dibanding seleksi PPPK 2023 tahun ini.
Baca Juga: Viral Pesepakbola Naturalisasi Liga Indonesia Tampar Pemuda, Siap- siap Polisi Sudah Turun Tangan
Demikian juga untuk para fresh graduate atau lulusan baru yang mendapat kesempatan lebih besar tahun depan.
"Pengadaan CASN 2024 diprioritaskan untuk tenaga non-ASN, termasuk honorer K2. Fresh graduate juga mendapatkan porsi banyak," kata Menteri Anas, pada Minggu dikutip Pojoksatu.id 19 Desember 2023.
Anas juga mengungkap bahwa arah kebijakan pemenuhan ASN pada 2024 juga masih diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar.
Baca Juga: Komitmen Berantas Korupsi, Ganjar Desak Pemerintah Segera Sahkan RUU Perampasan Aset
Yakni guru dan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan lainnya.
Proyeksi kebutuhan ASN 2024 diperuntukkan bagi instansi pusat, daerah, dan lulusan sekolah kedinasan.
Anas juga mengungkap bahwa salah satu fokus pengadaan CASN tahun 2024 adalah pemerataan guru di daerah 3T.
Daerah 3T yang dimaksud Menteri Anas adalah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Bahkan kepada guru honorer di daerah 3T juga akan diberikan afirmasi.
"Pemerintah juga akan memberi afirmasi bagi guru honorer yang telah mengabdi di daerah 3T agar bisa diakomodasi menjadi PPPK," bebernya.
Terkait dengan penyelesaian tenaga non ASN, Menteri Anas telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
Yakni terkait solusi dari penataan dan yang sebenarnya sejak tahun 2005 sampai dengan 2014 pemerintah telah mengangkat tenaga honorer menjadi ASN.
Anas mengungkapkan rekrutmen casasn 2024 menyasar 1,6 juta honorer yang masih perlu diakomodasi.
Inilah proyeksi sisa tenaga non ASN termasuk eks-THK2 dan dari rekrutmen yang telah berjalan sampai 2023.
Anas berharap dalam waktu dekat ada kebijakan untuk menangani penataan tenaga non ASN.
Beberapa alternatif solusi sudah disampaikan Menteri Anas kepada Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Pilih Jas Hujan yang Aman dan Nyaman Saat Berkendara di Musim Hujan
Kebijakan rekrutmen pada 2024 diharapkan mengurangi sedapat mungkin jabatan yang akan terdampak transformasi digital.
Untuk rekrutmen ASN yang mengutamakan talenta-talenta digital, berfokus menciptakan nilai tambah ekonomi.
"Arah rekrutmen ASN talenta digital ini untuk berfokus pada menciptakan nilai tambah ekonomi," beber MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas.
Kenapa Masih Ada Guru Honorer
Untuk diketahui, hal tersebut sebelumnya sudah pernah disampaikan Kementerian PANRB.
Yaitu terkait tentang penataan manajemen ASN pasca penetapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan tentang kebutuhan ASN guru dan tendik tahun 2024.
Seperti yang telah disampaikan bahwa untuk mekanisme rekrutmen ke depannya adalah mengatasi pertanyaan kenapa masih ada guru honorer.
Pertama, guru bisa pindah, berhenti, pensiun, atau meninggal dunia tapi sekolah tidak bisa menganti karena harus menunggu perekrutan guru ASN secara terpusat.
Kedua, Perekrutan guru ASN dilakukan terpusat karena adanya kekhawatiran bahwa jumlah guru dan kompetensi guru yang diangkat di sekolah tidak sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Ormas Islam Ini Paparkan Kriteria Pemimpin Ideal dalam Pandangan Islam, Anies, Prabowo atau Ganjar?
Ketiga, pemerintah daerah belum mengajukan formasi guru ASN sesuai kebutuhan sekolah.
Inilah merupakan salah satu penyebab banyak sekali daerah yang tidak mengajukan formasi PPPK.
Ruang Talenta untuk Guru
Ruang Talenta untuk Guru ini sebagaimana pernah dijelaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nunuk Suryani.
Dijelaskan bahwa Ruang Talenta untuk Guru merupakn program pengumpulan data nasional mengenai guru dan tenaga pendidikan yang berbasis digital dan dikembangkan oleh instansi tersebut secara independen.
Ruang Talenta untuk Guru memiliki tujuan untuk menyesuaikan kebutuhan guru di luar periode rekrutmen atau dalam situasi-situasi khusus.
Rekrutmen guru dapat dilakukan fleksibel sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Ruang Talenta juga berfungsi untuk memastikan distribusi kebutuhan guru secara merata di seluruh wilayah negara.
Distribusi tersebut disesuaikan secara proporsional dengan kebutuhan yang ada.
Baca Juga: PTDI Telat Bayar Gaji Karyawan Bulan November, Begini Penjelasan dan Komitmen Pembayaran
Kemendikbudristek telah merancang program yang disebut Ruang Talenta untuk Guru.
Ruang Talenta untuk Guru akan mengambil sumber daya dari tiga aspek utama:
- Guru honorer yang telah lulus seleksi
- Lulusan dari pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
- Calon guru yang akan menjadi ASN.
Nah, ketika pemda membutuhkan guru saat itu juga, saat ada mutasi, pindah atau meninggal, cukup melihat Ruang Talenta untuk Guru.
Baca Juga: Soal Uang Haram Ratusan Miliar Mengalir ke Parpol untuk Kepentingan Politik, Jokowi Bilang Begini
"Pemda bisa melihat di daerahnya ada berapa guru yang memenuhi syarat untuk diangkat sesuai kebutuhan,” kata Nunuk Suryani.
Nunuk memberikan contoh bahwa Dirjen GTK telah menyiapkan 3.000 calon guru ASN yang akan dialokasikan ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Penyaluran tersebut merupakan respons terhadap permintaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Yang menghadapi kekurangan guru karena 3.000 guru di wilayah tersebut akan memasuki masa pensiun pada tahun ini.
Baca Juga: Al Luncurkan Animate Anyone Lebih Canggih dan Akurat
Melalui Ruang Talenta, telah terkonfirmasi bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri secara nasional mencapai 2.161.791 orang.
Dari jumlah tersebut, mereka berencana mengisi 1.294.422 orang atau setara dengan 60 persen dari total guru dengan status ASN.
Selain itu, akan ada rekrutmen sebanyak 293.860 orang guru dengan status pegawai pemerintah berdasarkan perjanjian kerja (PPPK) rekrutmen tahun 2021.
"Sehingga kondisinya saat ini terdapat kelebihan 41.284 guru ASN. Guru ini akan mengisi sekolah negeri yang belum memenuhi kebutuhan sekolah uang belum memiliki guru ASN," ungkap Nunuk Suryani.
Baca Juga: Windows 12 vs Windows 11, 3 Upgrade Terbesar dengan Fitur Lebih Canggih
Demikianlah informasi berjudul Kabar Gembira dari MenPAN-RB Anas untuk Guru Honorer Tidak Lulus Seleksi PPPK 2023, Alhamdulilah. Semoga artikel ini bisa membantu.***




