POJOKSATU.ID - Dari MagangHub ke Pojoksatu, Perjalanan Fresh Graduate Mencari Tempat Bertumbuh.
Sebagai seorang fresh graduate, dunia kerja terasa begitu berat dan penuh ketidakpastian.
Perkenalkan saya Muhammad Nadhive, lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Pakuan Bogor Angkatan 2025, pernah berada di titik di mana lamaran demi lamaran dikirimkan, tetapi jawaban yang datang justru penolakan.
Hingga akhirnya saya mengenal program Maganghub dari pemerintah, yang kemudian membawa saya ke Pojoksatu.id.
Baca Juga: Tanggapan Terbaru Kapolri Terkait Kasus Tewasnya Siswa MTsN Tual di Tangan Anggota Brimob
Dari situlah perjalanan baru saya dimulai sebuah perjalanan yang penuh tantangan, pembelajaran, dan perubahan diri.
Program Maganghub menjadi titik balik ketika harapan mulai terasa buntu karena sudah melamar kemana-mana.
Kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program ini bukan hanya sekadar magang.
Tetapi seperti sebuah ruang untuk membuktikan diri dan mempersiapkan langkah menuju dunia kerja yang sesungguhnya.
Baca Juga: enis Kurma Paling Populer dan Kandungannya, Dari Ajwa sampai Medjool si Raja Kurma
Awal Mula Mendaftar MagangHub
Setelah lulus kuliah, saya cukup kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap.
Banyak lowongan yang saya coba, tetapi hasilnya belum sesuai harapan, seperti belum ada panggilan dan penolakan saat memberikan surat lamaran kerja.
Hingga akhirnya saya mengetahui adanya program pemagangan dari pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dikenal dengan Maganghub.
Program tersebut ditujukan untuk lulusan baru agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Saya pun mencoba mendaftar melalui website resmi Maganghub.
Tahap awalnya adalah verifikasi berkas sesuai riwayat hidup dan pendidikan.
Peserta hanya diberi kesempatan mengirim lamaran ke tiga perusahaan yang diminati dan sesuai dengan jurusan kuliah.
Sebagai lulusan Ilmu Komunikasi, saya memilih tiga perusahaan yang bergerak di bidang media.
Salah satunya adalah Pojok Satu Indonesia atau Pojoksatu.id.
Sebuah perusahaan media berita digital yang berlokasi di Bogor.
Beruntungnya hal ini juga sesuai dengan domisili tempat tinggal saya di wilayah Kabupaten Bogor.
Proses Seleksi dan Tantangan Awal
Pada Oktober 2025, program gelombang pertama dimulai.
Meski sudah diterima secara sistem dan dinyatakan lolos.
Peserta tetap harus melalui tahap wawancara ulang untuk memastikan kelayakannya mengikuti program tersebut di Pojoksatu.id.
Saya melakukan interview bersama peserta lain dengan mentor yang nantinya membimbing selama pemagangan.
Pada interview tersebut banyak pertanyaan yang diberikan oleh mentor, seperti bagaimana pengalaman saya, kemampuan saya, dan juga seperti pemecahan masalah kedepannya bagaimana.
Setelah itu allhamdulillahnya saya dinyatakan lolos dengan juga beberapa peserta lainnya, kami mengikuti kegiatan onboarding selama lima hari berturut-turut.
Pada masa onboarding tersebut, saya diberikan tugas membuat artikel karena memilih posisi sebagai penulis artikel.
Onboarding dilakukan selama 5 hari beturut, kami pun mengejarkan tugas-tugas yang diberikan dan beberapa pengenalan terhadap perusahaan tersebut.
Saya menulis isu nasional yang sedang ramai, sesuai dengan minat saya yang gemar mengikuti perkembangan situasi nasional dan isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan.
Baca Juga: Menenun Ketelitian di Balik Layar Media, Perjalanan MagangHub di PT PojokSatu Indonesia
Hari Pertama di Perusahaan
Setelah onboarding selesai, saya resmi menjalankan tugas sebagai penulis artikel.
Jobdesk yang diberikan sesuai minat saya, yaitu menulis isu nasional, seperti sebelumnya saat saya melakukan onboarding.
Hari pertama bekerja terasa cukup menantang karena saya harus beradaptasi dengan aplikasi CMS Editor yang digunakan untuk menulis dan mempublikasikan artikel.
Saya masih sering salah dalam menyusun paragraf, menentukan foto, hingga memilih tag agar artikel mudah ditemukan pembaca saat dicari di google.
Baca Juga: Safari Ramadan DPP NasDem, Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Partai
Namun perlahan saya mulai terbiasa setelah beberapa hari, saya bahkan diajak meeting untuk membentuk divisi baru hasil kolaborasi antara tim artikel dan tim media sosial.
Tujuannya agar artikel bisa diolah menjadi postingan media sosial khususnya Facebook, untuk meningkatkan views antara media sosial dan artikel yang saya buat.
Akhirnya penulis yang terpilih untuk menjadi divisi baru sebanyak tiga orang, termasuk saya dan dua teman penulis lainnya.
Kami pun diberi tugas untuk bisa menulis artikel dengan kejadian viral yang terjadi pada hari itu atau sehari sebelumnya yang masih bisa dibahas.
Hal itu dikarenakan biasanya postingan media sosial mengenai isu viral akan ramai, serta tentu saja menuia komentar.
Dari situlah artikel kami dapat dibaca jika para audiens media sosial melihat komentar dan ada tulisan artikel kami di komentar tersebut dan bisa juga mengkliknya secara langsung.
Dinamika dan Tantangan Selama Magang
Sebulan bekerja, saya mulai akrab dengan penulis lain.
Kami bahkan mengadakan Work From Cafe (WFC), bekerja di luar kantor sambil berdiskusi santai tentang latar belakang dan pengalaman masing-masing selama kuliah atau kehidupan sehariannya.
Memasuki bulan kedua, WFC kembali dilakukan, kali ini bersama mentor ikut di dalamnya.
Baca Juga: Masjid Kuno Bayan Beleq, Saksi Bisu Masuknya Islam di Lombok Utara yang Sarat Filosofi
Di sana kami melakukan evaluasi hasil tulisan selama dua bulan.
Banyak masukan dan kritik yang membangun, yang kemudian menjadi bahan perbaikan dalam bekerja.
Tak hanya itu saya juga sangat senang bertemu mentor secara langsung dengan mode yang santai bisa mengobrol secara langsung dan tidak canggung asik diajak mengobrol.
Seperti sang mentor layaknya anak muda usia seperti kami yang masih bisa diajak bercanda.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Jember Cuma Rp1,1 Juta? Gus Fawait Buka Suara Soal Kenaikan
Kemudian saat bulan ketiga, saya merasa lebih akrab bukan saja dengan divisi artikel.
Kini saya merasa akrab dengan beberapa peserta maganghub dari divisi lain, hal ini membuat saya semakin senang karena memiliki banyak teman baru.
Namun tantangan baru datang ketika perusahaan memberikan tugas membuat konten video untuk meningkatkan engagement media sosial.
Awalnya saya merasa kesulitan karena tugas tersebut di luar jobdesk penulis artikel, ditambah keterbatasan perangkat yang saya miliki.
Meski begitu saya tetap berusaha membuat konten sesuai kemampuan saya.
Perusahaan pun memberikan kelonggaran selama konten sesuai dengan brief yang diberikan.
Tantangan berikutnya adalah ketika saya dipindahkan menjadi penulis naskah video Facebook.
Perubahan ini cukup mengejutkan karena selama tiga bulan saya sudah terbiasa menulis artikel.
Ritme kerja pun berbeda, naskah video biasanya dikerjakan sore hingga malam dengan intensitas lebih tinggi.
Pelajaran dan Perubahan Diri
Selama magang di Pojoksatu.id, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Saya belajar beradaptasi, menerima perubahan, serta menghadapi tekanan pekerjaan yang sesungguhnya.
Saya juga merasa bersyukur karena program ini memberikan uang saku dari pemerintah yang cukup membantu kebutuhan pribadi, menabung, bahkan sedikit memberikan orang tua.
Selain itu, saya mendapatkan teman-teman baru dengan latar belakang berbeda.
Diskusi, evaluasi hingga candaan bersama mentor menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan saya di dunia kerja.
Baca Juga: Ketua MPR Tanggapi Kasus Tewasnya Bocah di Tual Maluku Dipukul Helm Oknum Anggota Brimob
Dari berbagai tantangan tersebut saya belajar bahwa dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi.
Akan ada perubahan, tuntutan, dan tekanan yang harus dihadapi.
Harapan dan Rencana ke Depan
Magang di Pojoksatu.id menjadi pengalaman luar biasa bagi saya.
Meski ada suka dan duka, semuanya menjadi bekal penting untuk masa depan.
Saya berharap setelah program ini selesai, saya bisa mendapatkan pekerjaan tetap yang sesuai dengan jurusan Ilmu Komunikasi.
Saya juga berharap Pojoksatu.id terus berkembang dan sukses.
Serta tetap membuka kesempatan bagi peserta magang lainnya untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa kesempatan bisa datang dari arah yang tidak terduga.
Dari Maganghub, saya menemukan ruang untuk tumbuh, belajar, dan membuktikan diri.***

