POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Depok menjadikan momentum Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025 sebagai titik balik untuk mempertegas kesetaraan hak bagi seluruh warga.
Acara peringatan yang digelar di Aula Serba Guna Lantai 10 Gedung Dibaleka II pada Kamis 18 Desember 2025 ditekankan bukan sekadar ritual seremonial belaka.
Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangnguluang Mansur, menyoroti pentingnya refleksi nyata untuk menciptakan pembangunan kota yang tidak membeda-bedakan warganya.
Baca Juga: Dua Wajah Guru Indonesia di 2026, Pejuang Digital dan Pejuang Rupiah Hadapi Realita Berbeda
"Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus benar-benar inklusif," ujar Agung sapaan akrabnya.
"Tema yang kita usung tahun ini, Setara Berkarya, Berdaya, dan Solidaritas Menuju Indonesia Emas, mencerminkan tekad bahwa setiap warga tanpa terkecuali memiliki ruang untuk tumbuh, berkontribusi, dan dihargai," tambahnya.
Dalam pandangannya, stigma lama harus dihapuskan karena penyandang disabilitas memiliki potensi, daya juang, dan kreativitas yang layak ditempatkan sebagai pemain utama pembangunan.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Geram, SPPG yang Sajikan Menu MBG di Bawah Rp10 Ribu Diminta Tutup
"Penyandang disabilitas adalah bagian utuh dari masyarakat. Tugas kita bersama adalah memastikan akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, layanan publik, serta ruang-ruang partisipasi sosial lainnya," jelasnya.
Agung juga mengingatkan bahwa nilai kesetiakawanan, empati, dan gotong royong adalah benteng utama dalam menghadapi tantangan sosial yang kian beragam.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menciptakan kesejahteraan sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak saja.
Baca Juga: BKSDA dan BKAD Pantau Pakan Satwa, Kondisi Hewan Bandung Zoo Relatif Sehat
"Diperlukan sinergi positif antara pemerintah, dunia usaha, komunitas sosial, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat luas agar perlindungan dan pemberdayaan sosial benar-benar berdampak nyata," katanya.
Ajakan untuk memperkuat ekosistem ramah disabilitas dan kolaborasi lintas sektor terus digemakan demi tercapainya cita-cita besar bangsa.
"Ini merupakan bagian penting dari upaya kita mewujudkan visi bersama Depok Maju, sekaligus kontribusi nyata Kota Depok dalam perjalanan besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tambahnya.
Mengakhiri acara, Agung memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Depok dan para sponsor yang telah menginisiasi kegiatan bermakna ini.
Ia menutup pertemuan dengan doa dan harapan agar semangat kesetaraan ini menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak.
Baca Juga: Gaji PPPK Setara PNS, Tapi Soal Pensiun Berbeda, Ini Fakta yang Wajib Dipahami Guru
"Semoga setiap upaya kita dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan ini mendapat keberkahan," pungkasnya.***




