POJOKSATU.ID — Tim gabungan Penyuluh Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi satwa dan ketersediaan pakan di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan satwa tetap terawat di tengah keterbatasan operasional kebun binatang yang berdampak pada pasokan pakan. Tim menyusuri sejumlah kandang dan berinteraksi langsung dengan para keeper atau perawat satwa.
Sejumlah perawat menyampaikan bahwa proses pemberian pakan masih berjalan normal untuk beberapa satwa besar.
Baca Juga: Gaji PPPK Setara PNS, Tapi Soal Pensiun Berbeda, Ini Fakta yang Wajib Dipahami Guru
Perawat unta dan gajah menyebut hingga saat ini kebutuhan pakan masih dapat dipenuhi dan tidak mengalami kendala berarti.
Dokter hewan Bandung Zoo, Anggi, mengatakan kondisi kesehatan satwa secara umum masih aman. Menurutnya, belum ditemukan gangguan kesehatan serius pada satwa yang dirawat.
"Secara umum satwa relatif sehat. Kami terus berupaya maksimal dengan sumber daya yang ada," ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Minta Pendampingan Kejari untuk Penggunaan APBN Pakan Satwa Kebun Binatang
Penyuluh Kehutanan BKSDA Jawa Barat, Taufik Hamzah, menjelaskan pihaknya bersama tim secara rutin memantau persediaan pakan di Bandung Zoo. Ia mengakui stok pakan saat ini berada dalam kondisi menipis dan memerlukan dukungan tambahan.
"Untuk dukungan pakan dari Kementerian Kehutanan, prosesnya sudah berjalan sejak pekan lalu. Namun kepastian teknis penyalurannya masih menunggu mekanisme dari balai," kata Taufik.
Ia menegaskan, secara prinsip penyediaan pakan menjadi tanggung jawab pengelola kebun binatang. Namun dalam kondisi luar biasa, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan akan memberikan dukungan sementara agar satwa tidak mengalami kekurangan pakan.
Baca Juga: PPG dan PPPK Kini Saling Terhubung, Ini Peluang yang Harus Dimanfaatkan Guru!
Menurut Taufik, keterbatasan pakan berdampak pada aktivitas sebagian satwa yang terpantau kurang aktif, meski secara visual masih terlihat sehat. Salah satu satwa yang mengalami penurunan aktivitas adalah tapir.
"Dalam pemantauan tersebut, tim tidak menemukan adanya laporan kematian satwa dalam waktu dekat. Kematian terakhir tercatat terjadi pada Oktober hingga November 2025, di antaranya banteng, rusa, dan burung merak," jelas Taufik.
Selain itu, beberapa satwa dengan kondisi cacat atau mengalami stres ditempatkan di area khusus dan tidak dipamerkan kepada pengunjung demi menjaga kesejahteraan hewan.
Baca Juga: PLN Klaim Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung
"BKSDA memastikan koordinasi dengan pengelola kebun binatang dan Kementerian Kehutanan terus dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan pakan. Pemerintah berharap kesejahteraan satwa tetap terjaga meski di tengah keterbatasan operasional," tutupnya. ***



