POJOKSATU.id - Dinas Kesehatan Kota Depok secara resmi mempublikasikan hasil pemetaan prevalensi stunting balita tahun 2025 yang mencakup seluruh kecamatan.
Berdasarkan data terbaru, Kecamatan Pancoran Mas tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi mencapai 465 balita atau 5,49 persen.
Di sisi lain, angka terendah ditemukan di wilayah Kecamatan Cipayung yang hanya mencatatkan 147 balita atau setara 2,19 persen.
Baca Juga: Banyak Peserta PPG Gugur di UKPPPG! Ini Rahasia Lolos 100 Persen yang Jarang Dibahas!
Mary Liziawati selaku Kepala Dinkes Kota Depok mengonfirmasi bahwa statistik ini adalah hasil pengukuran aktual pada bulan Agustus 2025.
Sumber data utama yang digunakan bersumber dari sistem Sigizi atau e-PPBGM yang menjadi instrumen surveilans gizi daerah.
"Data ini disampaikan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi stunting pada tingkat kecamatan sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran," jelas Mary, Jumat 21 November 2025.
Baca Juga: Kesenjangan Gaji PPPK Mengemuka, Guru SLB Protes Hanya Dibayar Rp1,2 Juta
Pemerintah kota Depok berkomitmen untuk terus menggencarkan langkah strategis guna menekan angka kasus stunting di wilayahnya.
Sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan dinilai sangat krusial agar program penanganan bisa berjalan optimal.
"Harapannya, seluruh sektor dapat bergerak bersama, memiliki data yang sama, dan memahami apa yang harus dilakukan untuk percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Baca Juga: Ancaman Revisi UU ASN! Status PPPK Penuh dan Paruh Waktu Terancam Hilang dari Sistem
Berikut adalah rincian lengkap urutan prevalensi stunting tahun 2025 di Kota Depok berdasarkan persentase tertinggi:
1. Kecamatan Pancoran Mas dengan jumlah 465 balita (5,49 persen)
2. Kecamatan Bojongsari dengan jumlah 342 balita (5,22 persen)
3. Kecamatan Sawangan dengan jumlah 491 balita (5, 13 persen)
4. Kecamatan Beji dengan jumlah 344 balita (4,95 persen)
5. Kecamatan Tapos dengan jumlah 573 balita (4,70 persen)
6. Kecamatan Cilodong dengan jumlah 326 balita (4,25 persen)
7. Kecamatan Limo dengan jumlah 157 balita (3,68 persen)
8. Kecamatan Cimanggis dengan jumlah 356 balita (3,44 persen)
9. Kecamatan Sukmajaya dengan jumlah 285 balita (3,39 persen)
10. Kecamatan Cinere dengan jumlah 83 balita (2,88 persen)
11. Kecamatan Cipayung dengan jumlah 147 balita (2,19 persen).***




