POJOKSATU.id, SEMARANG - Ade Bhakti adalah Camat Gajahmungkur, yang tiba-tiba dimutasi oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Ade Bhakti dimutasi menjadi Sekretaris Pemadam Kebakaran Kota Semarang.
Diketahui bahwa Ade Bhakti merupakan salah satu camat yang cukup aktif bermedia sosial.
Hingga, pemutasian camat berusia 27 tahun itu pun viral di sosial media.
Hal ini karena Ade Bhakti mengunggah gambar hasil tangkapan atau screenshot potongan berita berjudul 'Usai Sindir Nasi Goreng Ala Mbak Ita, Camat Gajahmungkur Dicopo', ke Instagram pribadinya.
Dengan menuliskan caption 'STNK: Siap Tok No Kulo' yang artinya siap saja kalau saya. Sehingga ribuan komentar membanjiri kolom komentarnya.
Sebelumnya, ade diduga menyindir lomba nasi goreng yang digagas Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita ini.
Lomba tersebut merupakan peringatan HUT ke-78 Kota Semarang.
Baca Juga: Polisi Berhasil Menangkap Delapan Pengedar Narkoba di Cirebon, Dua Diantaranya Wanita
Ade mengunggah video dengan judul 'Nasi Goreng Inak-Inak', diduga sindiran terhadap lomba yang digagas Mbak Ita itu.
Sementara itu, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa mutasi kerap dilakukan di lingkungan pemerintah. Dan hal itu tidak hanya terjadi di Kota Semarang.
Menurut Hevearita, mutasi yang dilakukan bukan tidak begitu saja.
Pembahasan soal mutasi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Karena mutasi merupakan pemenuhan organisasi dalam lingkungan pemerintah.
Baca Juga: Pesan Panji Gumilang untuk Santri Al Zaytun : Jangan Khawatir Anak-anakku, Nanti Syeikh Pulang Lagi
Dijelaskannya juga bahwa Pemerintah Kota Semarang, melakukan rotasi jabatan besar-besaran. Termasuk di dalamnya, 7 Camat yang ada di lingkungan Pemkot Semarang.
Dalam keterangannya, Hevearita mengatakan jika penempatan pada jabatan tidak ada unsur suka dan tidak suka.
Seperti halnya dalam rotasi, Hevearita tidak hanya menyoroti pada kinerja, namun juga melihat kebutuhan jabatan yang kosong. Diantaranya karena purna tugas pada triwulan ke-3 nanti.
Hevearita berharap agar pejabat yang menduduki posisi baru dapat melayani masyarakat dengan baik.
Kini, setelah kasus itu viral, warganet banyak memberikan dukungan untuk Ade Bhakti yang dinilai sudah benar dalam menjalankan tugasnya.
Banyak warganet yang menyesalkan mutasi tersebut.
Saat menjadi camat Gajahmungkur, Ade Bhakti telah mengukir sejumlah prestasi untuk daerahnya.
Sejumlah prestasi tersebut diantaranya evaluasi kinerja kecamatan tiga bulan sekali. Dari 16 kecamatan yang ada di Semarang, Gajahmungkur menjadi nomor 1.
Sedangkan dari 51 Dinas, Kecamatan Gajahmungkur nomor 5. Selain itu, dalam program penanganan stunting yang sebelumnya ada 60 kasus, turun menjadi 30 kasus.
Bahkan Kecamatan Gajahmungkur menduduki peringkat pertama dan menjadi contoh di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. ***




