POJOKSATU.id – Kekhawatiran mengenai cuaca ekstrem menjelang semifinal Piala Dunia 2026 akhirnya terjawab.
Laga panas antara Timnas Inggris menghadapi Timnas Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, dipastikan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Yakni pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, meski wilayah tersebut diprediksi berpotensi diguyur hujan lebat disertai badai petir.
Kepastian itu disampaikan setelah beredar spekulasi bahwa pertandingan berisiko mengalami penundaan akibat prakiraan cuaca yang kurang bersahabat.
Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Argentina, Lengkap Prakiraan Susunan Pemain dan Pasaran
Namun, pihak pengelola stadion memastikan kondisi tersebut tidak akan memengaruhi jalannya pertandingan karena arena menggunakan atap tertutup sejak awal turnamen berlangsung.
Atap Tertutup Jadi Jaminan Pertandingan Tetap Berjalan
Mercedes-Benz Stadium menjadi salah satu stadion modern yang dirancang untuk mengantisipasi berbagai kondisi cuaca.
Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, atap stadion selalu ditutup sehingga seluruh pertandingan dapat berlangsung tanpa gangguan hujan maupun sambaran petir dari luar arena.
Pihak stadion menegaskan duel Inggris melawan Argentina akan tetap dimainkan sesuai jadwal meskipun prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan badai petir melanda kawasan Atlanta.
Baca Juga: Jam Tanding Inggris vs Argentina Dipersoalkan, Suporter Piala Dunia 2026 Kecewa
Dengan kondisi stadion yang sepenuhnya terlindungi, protokol cuaca FIFA yang biasanya diterapkan pada stadion terbuka tidak akan diberlakukan dalam pertandingan tersebut.
Kepastian tersebut sekaligus meredakan kecemasan ribuan suporter yang telah memadati Atlanta sejak beberapa hari terakhir.
Mereka sebelumnya khawatir pertandingan bergengsi itu mengalami nasib serupa seperti laga babak 16 besar di Mexico City yang sempat terganggu karena cuaca buruk.
Badan Cuaca Nasional Atlanta sebelumnya memang memprediksi potensi hujan deras disertai petir pada Rabu sore hingga malam waktu setempat.
Ancaman banjir lokal dan sambaran petir menjadi perhatian utama, sementara AccuWeather juga memperkirakan kelembapan tinggi dengan awan tebal diselingi cerah sepanjang hari.
Meski demikian, seluruh kondisi tersebut dipastikan tidak akan berdampak terhadap pertandingan karena seluruh aktivitas berlangsung di dalam stadion yang tertutup rapat.
Baca Juga: FIFA Respons Kritik Soal Wasit, Semifinal Inggris vs Argentina Pakai Sistem VAR Baru
Duel Bersejarah Kembali Tersaji
Selain persoalan cuaca, semifinal ini juga menghadirkan salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Inggris dan Argentina kembali bertemu di panggung terbesar sepak bola setelah lebih dari dua dekade tidak saling berhadapan pada turnamen resmi.
Pertemuan terakhir di Piala Dunia terjadi pada edisi 2002 di Jepang dan Korea Selatan.
Saat itu Inggris berhasil mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui eksekusi penalti David Beckham yang menjadi penentu kemenangan.
Jauh sebelumnya, kedua negara juga terlibat duel dramatis pada Piala Dunia 1998 di Prancis.
Baca Juga: Kejagung Keluarkan 3 Sprindik Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Status Ternyata Belum Tersangka
Pertandingan berakhir imbang 2-2 sebelum Argentina memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Saat itu Beckham harus menerima kartu merah yang menjadi salah satu momen paling dikenang dalam kariernya.
Rivalitas itu bahkan telah dimulai sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Kala itu Diego Maradona mencetak dua gol legendaris, termasuk gol kontroversial "Hand of God" serta "Goal of the Century", yang membawa Argentina menang 2-1 atas Inggris pada babak perempat final.
Sejarah panjang itulah yang membuat setiap pertemuan kedua negara selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam lapangan maupun di luar stadion.
Fokus Menuju Tiket Final
Dengan kepastian pertandingan berlangsung sesuai jadwal, perhatian kini sepenuhnya beralih kepada persiapan kedua tim.
Inggris memburu kesempatan tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak mengangkat trofi pada 1966.
Sedangkan Argentina bertekad mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun sebelumnya.
Atmosfer Mercedes-Benz Stadium diperkirakan dipenuhi puluhan ribu suporter dari kedua negara yang telah memadati Atlanta sejak awal pekan.
Seluruh mata juga akan tertuju kepada para bintang seperti Jude Bellingham, Harry Kane, Lionel Messi, dan Julian Alvarez yang siap menentukan nasib timnya menuju partai puncak.
Apabila tidak terjadi perubahan mendadak, peluit kick-off akan dibunyikan sesuai jadwal dan duel klasik Inggris melawan Argentina siap kembali menambah babak baru dalam sejarah panjang rivalitas sepak bola dunia.***

