POJOKSATU.id – Menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026, perhatian publik bukan hanya tertuju kepada duel Inggris melawan Argentina.

Keputusan FIFA mengenai jadwal pertandingan justru memunculkan perdebatan hangat.

Terutama di kalangan pendukung sepak bola Amerika Serikat yang merasa kehilangan kesempatan menikmati laga terbesar secara langsung.

Pertandingan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu sore pukul 15.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat atau Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB.

Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Argentina, Lengkap Prakiraan Susunan Pemain dan Pasaran

Waktu tersebut dinilai kurang ideal karena bertepatan dengan jam kerja maupun aktivitas sekolah bagi sebagian besar masyarakat di negara tuan rumah.

Jadwal Pertandingan Memicu Gelombang Kritik

Atmosfer Piala Dunia 2026 memang terasa luar biasa sejak turnamen dimulai di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Stadion-stadion dipenuhi ribuan penonton, sementara siaran televisi mencatat angka pemirsa yang sangat tinggi sepanjang kompetisi berlangsung.

Namun, antusiasme itu dinilai berpotensi menurun ketika laga-laga penentuan justru dimainkan pada sore hari waktu setempat.

Baca Juga: Kejagung Keluarkan 3 Sprindik Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Status Ternyata Belum Tersangka

Kondisi tersebut membuat banyak pendukung harus memilih antara mengikuti pertandingan atau tetap menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Presenter talkSPORT, Master Tesfatsion, termasuk salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut.

Menurutnya, duel sebesar Inggris menghadapi Argentina layak memperoleh jadwal utama pada malam hari sehingga dapat dinikmati lebih banyak penonton di negara penyelenggara.

Ia menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang sulit dipahami mengingat Amerika Serikat telah menggelar turnamen dengan sangat baik sejak fase grup dimulai.

Tesfatsion menilai kepentingan penonton lokal seolah berada di urutan kedua dibandingkan kebutuhan pasar televisi kawasan Eropa.

"Semifinal seperti Inggris melawan Argentina seharusnya dimainkan pada jam utama di Amerika Serikat," ujarnya dalam program The S Word.

Pernyataan tersebut kemudian memicu diskusi panjang di media sosial.

Baca Juga: Menag Ajak Umat Islam Cek Lagi ARAH KIBLAT Mulai SORE INI, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 Dimulai, Begini Caranya

Sebagian pendukung setuju bahwa pertandingan sebesar semifinal semestinya lebih mudah diakses masyarakat tuan rumah tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau mengambil cuti khusus.

FIFA Memilih Penonton Global

Di balik kritik tersebut, FIFA sebenarnya memiliki pertimbangan yang cukup panjang sebelum menetapkan jadwal pertandingan.

Penentuan waktu kickoff bukan dilakukan secara mendadak, melainkan melalui proses penyusunan kalender selama hampir dua tahun.

Chief Tournament Officer FIFA untuk Amerika Serikat, Manolo Zubiria, pernah menjelaskan bahwa penyusunan jadwal mempertimbangkan banyak faktor sekaligus.

Baca Juga: Pengamat Soroti Penilaian S dan P soal Peran DSI Optimalisasi Penerimaan Negara

Selain logistik, kondisi cuaca, hingga operasional stadion, jumlah penonton televisi di seluruh dunia menjadi pertimbangan paling penting.

Menurutnya, laga semifinal dan final merupakan puncak turnamen sehingga harus ditempatkan pada waktu yang mampu menjangkau audiens internasional sebanyak mungkin.

Dengan demikian, miliaran penonton dari berbagai benua tetap dapat menikmati pertandingan tanpa kendala perbedaan waktu yang terlalu ekstrem.

Keputusan tersebut memang membuat sebagian pendukung di Amerika Serikat kecewa.

Sebaliknya, masyarakat Eropa justru memperoleh keuntungan karena pertandingan berlangsung pada malam hari yang dianggap lebih nyaman untuk disaksikan.

Dilema Antara Penonton Lokal dan Global

Perdebatan mengenai jadwal pertandingan sebenarnya memperlihatkan tantangan besar yang selalu dihadapi penyelenggara Piala Dunia modern.

Turnamen kini bukan hanya menjadi pesta olahraga bagi negara tuan rumah, tetapi juga tontonan global dengan miliaran pemirsa dari berbagai zona waktu.

FIFA harus mencari titik keseimbangan antara kenyamanan penonton di stadion dan kebutuhan penyiar televisi internasional yang menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar turnamen.

Situasi serupa pernah terjadi pada edisi-edisi sebelumnya ketika negara penyelenggara berada di kawasan dengan perbedaan waktu cukup jauh.

Meski demikian, antusiasme terhadap laga Inggris melawan Argentina diperkirakan tetap berada pada level tertinggi.

Rivalitas panjang kedua negara, ditambah kehadiran pemain-pemain bintang, membuat semifinal ini menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan sepanjang Piala Dunia 2026.

Bagi para pendukung di Amerika Serikat, waktu kickoff mungkin menjadi penghalang.

Namun bagi jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, duel klasik tersebut tetap menjanjikan tontonan yang layak ditunggu hingga peluit akhir berbunyi.***