POJOKSATU.id - Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan dimulai dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah FIFA.
Untuk pertama kalinya, ajang empat tahunan tersebut akan dibuka melalui tiga upacara pembukaan berbeda yang digelar oleh masing-masing negara tuan rumah.
Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat yang bersama-sama menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 akan menampilkan identitas budaya mereka melalui perayaan megah yang dipadukan dengan musik, seni, dan sepak bola.
Konsep ini menjadi simbol kuat dari kolaborasi tiga negara sekaligus menegaskan keberagaman yang menjadi tema utama turnamen edisi kali ini.
Baca Juga: Telkom Luncurkan AIcosystem, Perkuat Ekosistem AI Nasional untuk Berbagai Industri
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa setiap upacara akan menghadirkan karakter khas negara penyelenggara.
Namun tetap terhubung dalam satu benang merah yang mencerminkan persatuan global melalui sepak bola.
Menurut FIFA, ketiga acara tersebut akan menampilkan interpretasi berbeda terhadap trofi Piala Dunia.
Masing-masing negara akan mengemas simbol paling ikonik dalam sepak bola itu berdasarkan perspektif budaya mereka sendiri.
Sehingga menghadirkan pengalaman yang unik bagi para penggemar di seluruh dunia.
Baca Juga: Pemerintah Temukan Banyak Penerima PKH Tak Lagi Layak, Data Bansos Kini Dikunci Lewat DTSEN
Dengan melibatkan 48 negara peserta dan total 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 sudah dipastikan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah.
Kehadiran tiga upacara pembukaan membuat kemeriahan turnamen semakin dinantikan.
Meksiko Jadi Pembuka Sejarah Baru Piala Dunia
Upacara pembukaan pertama akan berlangsung pada 11 Juni 2026 di Stadion Azteca, Mexico City. Dijadwalkan pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 02.00 WIB (12/06/2026).
Acara ini sekaligus menandai laga pembuka yang mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan.
Pemerintah Meksiko menjanjikan sebuah pertunjukan bersejarah yang menonjolkan kekayaan budaya Amerika Latin.
Salah satu elemen utama yang akan diangkat adalah seni tradisional "papel picado".
Baca Juga: BPNT Juni 2026 Dipercepat, Cek Sekarang Apakah Saldo Rp600 Ribu Sudah Masuk
Yaitu kerajinan khas Meksiko berupa potongan kertas dengan motif artistik yang telah menjadi bagian penting dari budaya setempat.
Dari sisi hiburan, Meksiko menghadirkan sejumlah nama besar.
Grup rock legendaris Maná akan menjadi salah satu bintang utama dalam acara tersebut.
Band yang telah menjual jutaan album di seluruh dunia itu menyebut Piala Dunia 2026 sebagai "peristiwa abad ini" bagi masyarakat Meksiko.
Selain Maná, penyanyi ranchera ternama Alejandro Fernández juga akan tampil.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Gaji Guru Non ASN Masih Rendah Meski Anggaran Pendidikan Naik
Kehadirannya dianggap sebagai representasi musik tradisional Meksiko di panggung internasional.
Tidak hanya itu, penyanyi reggaeton asal Kolombia, J Balvin, turut memeriahkan acara.
Ia dikenal sebagai salah satu pengisi lagu resmi Piala Dunia 2026 berjudul JUMP.
Sejumlah artis lain seperti Belinda, Danny Ocean, Lila Downs, Los Ángeles Azules.
Penyanyi Afrika Selatan Tyla juga masuk dalam daftar pengisi acara yang diperkirakan akan menarik perhatian jutaan penonton di seluruh dunia.
Kanada Tampilkan Wajah Multikultural
Sehari setelah pembukaan di Meksiko, Kanada akan menggelar upacara pembukaannya pada 12 Juni 2026 di BMO Stadium, Toronto.
Dijadwalkan mulai pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 03.00 WIB.
Baca Juga: Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka, Tersedia Ribuan Formasi Tenaga Kependidikan
Momen ini menjadi sangat spesial karena untuk pertama kalinya Kanada menjadi tuan rumah Piala Dunia.
FIFA menyebut konsep yang diusung Kanada akan menggambarkan trofi Piala Dunia sebagai sebuah mosaik, simbol yang merepresentasikan keberagaman masyarakat, budaya, dan komunitas yang hidup berdampingan di negara tersebut.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan negaranya siap menyambut dunia.
Sementara Gianni Infantino menyebut acara di Toronto akan menjadi refleksi kuat dari identitas Kanada yang dikenal inklusif dan multikultural.
Di sektor hiburan, penyanyi Michael Bublé akan menjadi salah satu wajah utama dalam perayaan tersebut.
Musisi asal Vancouver itu mengaku tak sabar untuk merayakan momen bersejarah bersama para penggemar sepak bola dari berbagai negara.
Penyanyi Jessie Reyez yang lahir di Toronto juga dijadwalkan tampil bersama Elyanna, penyanyi keturunan Palestina.
Keduanya sebelumnya berkolaborasi dalam lagu Illuminate yang masuk dalam album resmi Piala Dunia 2026.
Nama lain yang akan memeriahkan panggung adalah Alanis Morissette, Alessia Cara, William Prince, DJ Sanjoy, hingga penyanyi asal Prancis, Vegedream.
Kombinasi artis lokal dan internasional ini diharapkan mencerminkan semangat keberagaman yang menjadi ciri khas Kanada.
Amerika Serikat Tutup Rangkaian dengan Parade Bintang Dunia
Amerika Serikat akan menjadi negara terakhir yang menggelar upacara pembukaan pada 12 Juni 2026, pukul 18.00 waktu setempat (09.00 WIB) di SoFi Stadium, Los Angeles.
Acara ini diprediksi menjadi salah satu pertunjukan musik terbesar dalam sejarah pembukaan Piala Dunia.
Sejumlah nama besar telah dikonfirmasi tampil, termasuk superstar pop Katy Perry yang berasal dari California.
Selain Katy Perry, penonton juga akan disuguhkan penampilan rapper Future, penyanyi asal Brasil Anitta, bintang pop Thailand LISA BLACKPINK, serta penyanyi Nigeria Rema.
Tyla yang sebelumnya tampil di Meksiko juga dijadwalkan kembali naik panggung di Los Angeles.
Menurut FIFA, susunan artis tersebut dipilih untuk menggambarkan keragaman budaya yang dimiliki Amerika Serikat.
Berbagai komunitas dan diaspora dari seluruh dunia yang hidup di negara itu akan direpresentasikan melalui musik dan hiburan.
Wali Kota Los Angeles Karen Bass bahkan mengajak seluruh warga kota untuk terlibat dalam perayaan bersejarah tersebut.
Pemerintah setempat telah menyiapkan program "Kick It In the Park" yang mencakup pesta nonton bersama gratis, klinik sepak bola untuk anak-anak, hingga berbagai kegiatan komunitas di sejumlah titik kota.
Amerika Serikat terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1994.
Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, negeri Paman Sam kembali mendapat kesempatan menjadi pusat perhatian dunia sepak bola.
Tiga negara tuan rumah, tiga upacara pembukaan, dan puluhan bintang musik internasional yang terlibat.
Piala Dunia 2026 dipastikan tidak hanya menjadi pesta sepak bola terbesar, tetapi juga perayaan budaya global yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Dunia akan menyaksikan bagaimana olahraga dan musik bersatu untuk membuka salah satu ajang paling bergengsi di planet ini.***

