POJOKSATU.id - Selain terkenal dengan wisatanya, Bogor juga memiliki sejumlah kuliner yang wajib dicoba oleh wisatawan saat melancong ke kota hujan ini, terlebih makan jadulnya.

Meski makanan modern tengah menjamur di kota Bogor, berbagai macam makanan jadul, juga masih eksis mewarnai industri kuliner yang ada di Bogor, walaupun sudah berusia puluhan tahun.

Kabarnya beberapa otlet yang menjual makanan jadul juga kerap ramai dikunjungi oleh para pembeli, bahkan pembelinya juga banyak dari para pelancong luar Bogor.

Salah satu alasan kuat makanan jadul di Bogor, mampu bertahan hingga saat ini, karena rasanya yang unik, dan membuat candu para penikmatnya.

Baca Juga: Asal Usul Sate Taichan, Kuliner Kekinian Harga Murah Rasa Meraja

Berikut beberapa rekomendasi makanan jadul di Bogor yang masih eksis hingga saat ini,simak informasinya sampai selesai!

1. Bir Kotjok

Walaupun bernama bir, minuman tradisional ini tidak memabukkan, justru memiliki khasiat baik untuk kesehatan.

Resep andalannya ini sudah ada sejak 1948 yang terdiri dari jahe, kayu manis, cengkeh, gula pasir, dan aren. Bahkan jahe yang digunakannya hanya jahe merah.

Unikanya walaupun disajikan dengan es batu, minuman tersebut tetap terasa hangat di tenggorokan.

Terkadang ada pula yang membeli tanpa es batu dan rasanya sama hangatnya namun tidak bisa menimbulkan buih seperti bir.

Untuk menemuinya, Anda dapat berkunjung ke Jalan Suryakencana, tepatnya setelah perempatan Gang Aut, sebelah kiri jika ke arah puncak.

Tak perlu khawatir soal harga, satu kantung atau gelas bir kocok sekitar Rp 5.000.

Baca Juga: Nikmati Kuliner Jajanan Korea Ini di Rumah! Cara Mudah Membuat Hotteok Buatan Sendiri

2. Lumpia Basah

Salah satu pelopornya ialah nenek dari Ernes, seorang pedagang Lumpia Bogor yang sudah generasi ketiga sejak 1972.

Berbeda dengan Lumpia Semarang yang berisikan rebung, telur dan cacahan udang, Lumpia Basah Bogor menggunakan cacahan bengkuang, tauge, tahu, ebi giling juga telur. Lumpia pun tidak digulung dan digoreng, melainkan disajikan di atas adonan kulit.

Oleh karena itu namanya lumpia basah, aroma ebi atau udang kecil yang khas pun tercium ketika kulit dirobek.

Tekstur renyah dari bengkuang, dan tauge sangat terasa, tapi yang sangat berkesan ialah paduan ebi dan bumbu-bumbu lainnya, sungguh menggoyang lidah.

Sejak tahun 1980-an akhir gerobak hijaunya menetap sejak pukul 09.00 18.00, di depan Ngo Hiang Jalan Surya kencana nomor 307.

Harga yang dibandrol pada satu porsi lumpia basah juga cukup beragam, mulai dari 25.000 hingga 40.000 tergantung kategori yang dipilih.

Baca Juga: Kuliner Roti Konde: Bentuknya Unik dan Disukai Orang Bogor, Ada 40 Menu Lain Siap Dinikmati

3. Cungkring

Cungkring merupakan salah satu panganan khas Bogor yang hanya ada di beberapa tempat.

Sekilas dari namanya mungkin kurang menggugah selera, tetapi ketika disajikan dijamin Anda tak sabar menyantapnya.

Berbahan dasar kaki sapi, hidangan ini dijajakan menggunakan panggulan oleh Deden.

Warga sekitar biasa memanggilnya kang Deden, pria berusia kepala tiga ini sudah dua tahun menggantikan bapaknya yang berjualan cungkring sejak 1975.

Penyajiannya, bagian kikil, kulit, urat, atau dampal di potong-potong kecil diatas kertas nasi dan daun pisang.

Kemudian diberi potongan lontong buatannya dan potongan keripik tempe, sebelum diguyur bumbu kacang dan cabai.

Bumbu kacangnya seperti kupat tahu, butiran kacang yang digiling kasar masih terasa di gigitan, cabai merah dan hijau pun menghiasinya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Wisata Kuliner di Cirebon, Ada Empal Gentong hingga Nasi Jamblang

4. Es Pala

Bermula dari tahun 1950-an, citarasanya masih diakui hingga saat ini oleh lintas generasi.

Cuaca di perkotaan membuat kesegaran yang tertuang dari segelas es pala berkhasiat ini ternyata tak lekang oleh zaman.

Terhitung sudah tiga generasi yang melakoni kuliner tradisional ini.

 Ata, seorang bapak berusia kepala lima yang merupakan generasi kedua, kini sedang mewariskan resep Es Pala Pak Ujang yang terkenal enak.

Anda dapat mencoba langsung khasiatnya ke tenda sederhana Es Pala Pak Ujang, tepat di perempatan awal masuk Gang Aut.

Lapaknya buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Harga satu gelas es pala segar Rp 5.000.Duh...benar-benar segar!

Setelah membaca informasi diatas, makin penasaran kan dengan cita rasa makanan jadul yang masih eksis di Bogor, segera luangkan waktu, untuk mencicipinya, dijamin rasa yang ada di setiap makan jadul di atas, dapat membuat ketagihan dan candu.***