POJOKSATU.id - Tren pelemahan harga emas Antam masih berlanjut.
Pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali terkoreksi sehingga memperpanjang penurunan yang sudah terjadi sejak awal pekan.
Berdasarkan pembaruan harga di Butik Emas Logam Mulia Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta, pukul 08.30 WIB, emas Antam ukuran 1 gram kini dijual seharga Rp2.630.000 per batang.
Baca Juga: BMKG Rilis 16 Wilayah Terpanas di Indonesia, Jawa Mendominasi saat Musim Kemarau Meluas
Nilai tersebut lebih rendah Rp15.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Jika dihitung selama dua hari terakhir, harga emas Antam telah mengalami penurunan total Rp30.000 per gram.
Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Baca Juga: Cegah Investasi Bodong, OJK dan BEI Buka Galeri Investasi di Untag Cirebon, Bidik Investor Muda
Tak hanya harga jual yang mengalami koreksi, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga bergerak turun.
Saat ini, nilai buyback berada di angka Rp2.335.000 per gram, atau berkurang Rp25.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Masyarakat yang berencana membeli emas batangan juga perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku.
Setiap transaksi pembelian dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sedangkan pembeli yang belum memiliki NPWP dikenai tarif 0,5 persen.
Baca Juga: QRIS Jadi Acuan, Singapura Siapkan Sistem QR Tunggal Lewat PayNow Generasi 2 Mulai Akhir 2026
Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Potongan pajak tersebut langsung diperhitungkan dari total nilai buyback yang diterima penjual.
Pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika pasar global, nilai tukar mata uang, hingga sentimen ekonomi yang berkembang. Karena itu, fluktuasi harga menjadi hal yang lumrah terjadi dalam perdagangan logam mulia.
Meski sedang mengalami penurunan, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Bagi sebagian orang, pelemahan harga justru menjadi kesempatan untuk mulai berinvestasi atau menambah koleksi logam mulia.
Naik dan turunnya harga adalah bagian dari perjalanan investasi.
Yang terpenting bukan sekadar mengejar harga terendah, melainkan memiliki perencanaan yang matang agar setiap keputusan dapat memberikan manfaat di masa depan.***


