POJOKSATU.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan suhu udara di berbagai daerah Indonesia terus meningkat seiring meluasnya musim kemarau.
Dalam pemantauan terbaru, 16 wilayah tercatat mengalami suhu maksimum harian antara 33,9 derajat Celsius hingga 35,4 derajat Celsius, dengan Pulau Jawa menjadi kawasan yang paling mendominasi.
Berdasarkan data BMKG untuk periode 29-30 Juni 2026, suhu tertinggi tercatat di Banjarnegara, Jawa Tengah, tepatnya di Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, yang mencapai 35,4 derajat Celsius.
Baca Juga: Gegara Dugaan Pelat Percetakan Hilang Rp230 Juta, Tiga Karyawan Disekap hingga 21 Hari
Selain Banjarnegara, sejumlah daerah lain juga mencatat suhu yang cukup tinggi, di antaranya:
-
Banjarnegara, Jawa Tengah: 35,4°C
-
Semarang (Stasiun Ahmad Yani), Jawa Tengah: 35,0°C
-
Semarang (Stasiun Maritim Tanjung Emas), Jawa Tengah: 34,8°C
-
Berau, Kalimantan Timur: 34,7°C
-
Tangerang, Banten: 34,6°C
-
Bulungan, Kalimantan Utara: 34,4°C
-
Jakarta (BBMKG Wilayah II): 34,4°C
-
Lampung Utara, Lampung: 34,2°C
Baca Juga: Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Hakim Wajibkan Bayar Uang Pengganti Rp809,5 Miliar -
Tegal, Jawa Tengah: 34,2°C
-
Tarempa, Kepulauan Riau: 34,2°C
-
Lampung: 34,2°C
-
Majalengka, Jawa Barat: 34,2°C
-
Madiun, Jawa Timur: 34,0°C
-
Palembang, Sumatera Selatan: 34,0°C
-
Bandung, Jawa Barat: 34,0°C
-
Kemayoran, Jakarta: 33,9°C
Baca Juga: Sinopsis Film Dua Nafas, Drama Keluarga Tayang 2 Juli 2026 yang Diangkat dari Kisah Nyata Korea
BMKG menjelaskan, meningkatnya suhu udara tidak terlepas dari meluasnya musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis Dasarian III atau 10 hari terakhir Juni 2026, musim kemarau kini telah menjangkau sebagian wilayah Sumatra Utara, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, hingga Maluku.
Lembaga tersebut juga mengaitkan kondisi ini dengan dinamika atmosfer global yang menunjukkan penguatan fenomena El Nino.
"Perluasan musim kemarau ini sejalan dengan hasil pemantauan dinamika atmosfer pada skala global. Pada Dasarian II Juni 2026, anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di region Nino 3.4 tercatat sebesar +1,61," ujar BMKG.
Baca Juga: RSUD Bandung Kiwari Buka Ruang Dialog, Luruskan Persepsi soal Layanan IGD dan BPJS
"Angka ini mengindikasikan El Nino Condition, yang menjadi sinyal kuat akan berkurangnya curah hujan di berbagai wilayah," lanjut BMKG.
Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memprakirakan curah hujan di banyak wilayah Indonesia akan berada pada kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian.
Penurunan curah hujan diperkirakan meliputi sebagian Sumatra, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Selain itu, peluang El Nino berkembang menjadi kategori kuat juga meningkat cukup signifikan.
Baca Juga: 3 Fitur Samsung Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 yang Jadi Andalan Pengguna, Bikin Kerja Makin Praktis
BMKG menyebut probabilitasnya kini mencapai 98 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di angka 62 persen.
Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (IOD) tercatat -0,298, yang menandakan kondisi Samudra Hindia masih berada pada fase netral.
Cuaca panas yang semakin terasa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah musim kemarau yang diperkirakan terus meluas, kewaspadaan terhadap dampak suhu tinggi dan minimnya curah hujan menjadi langkah penting agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman dan nyaman. ***




