POJOKSATU.id - Sistem pembayaran digital berbasis QRIS yang telah lama digunakan di Indonesia kini menjadi salah satu referensi dalam pengembangan transaksi nontunai di kawasan Asia Tenggara.

Singapura pun bersiap menerapkan konsep serupa melalui pembaruan PayNow Generasi 2, yang akan menghadirkan sistem kode QR tunggal agar proses pembayaran menjadi lebih praktis.

Program tersebut dijadwalkan memasuki tahap uji coba pada akhir 2026.

Baca Juga: Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Hakim Wajibkan Bayar Uang Pengganti Rp809,5 Miliar

Pengumuman itu disampaikan oleh Deputi Perdana Menteri sekaligus Ketua Monetary Authority of Singapore (MAS), Gan Kim Yong, sebagai bagian dari upaya memperbarui infrastruktur pembayaran digital di negaranya.

Melalui sistem baru tersebut, pengguna aplikasi yang mendukung PayNow nantinya cukup memindai satu kode QR NETS yang tersedia di merchant.

Cara ini diharapkan menghilangkan kebutuhan memilih aplikasi pembayaran tertentu sebagaimana masih terjadi pada sistem sebelumnya.

Baca Juga: Sinopsis Film Dua Nafas, Drama Keluarga Tayang 2 Juli 2026 yang Diangkat dari Kisah Nyata Korea

Ingin Permudah Transaksi Digital
PayNow Generasi 2 dikembangkan dengan empat fokus utama, yakni meningkatkan interoperabilitas kode QR, menyederhanakan pembayaran daring, menaikkan batas transaksi untuk layanan pemerintah, serta memperluas konektivitas pembayaran lintas negara.

Perubahan ini diharapkan membuat proses transaksi menjadi lebih sederhana, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha, sekaligus mendukung ekosistem pembayaran digital yang lebih efisien.

Konsep yang Sudah Lebih Dulu Diterapkan QRIS
Salah satu pembaruan paling menonjol adalah penerapan satu kode QR yang dapat digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran.

Baca Juga: RSUD Bandung Kiwari Buka Ruang Dialog, Luruskan Persepsi soal Layanan IGD dan BPJS

Konsep tersebut sudah lebih dahulu diterapkan melalui QRIS di Indonesia sejak 2019.

Dengan QRIS, seluruh aplikasi dompet digital maupun layanan perbankan dapat membaca satu kode QR yang sama sehingga pedagang tidak perlu lagi menyediakan banyak kode berbeda untuk setiap penyedia layanan.

Model inilah yang kini mulai diadopsi Singapura.

Sebelumnya, sistem pembayaran digital di negara tersebut masih menggunakan dua jalur berbeda, yakni PayNow dan NETS, yang memiliki kode QR masing-masing dan belum sepenuhnya saling terhubung.

Baca Juga: 3 Fitur Samsung Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 yang Jadi Andalan Pengguna, Bikin Kerja Makin Praktis

QRIS Semakin Luas Digunakan
Keunggulan QRIS tidak hanya terlihat dari kemudahan transaksi, tetapi juga dari tingkat adopsinya yang terus meningkat.

Hingga pertengahan 2026, sistem pembayaran ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan sekitar 45 juta pengguna aktif di Indonesia.

QRIS juga telah mendukung transaksi lintas negara bersama Singapura, Malaysia, Thailand, serta sejumlah negara lainnya.

Sejak November 2023, integrasi antara QRIS dan SGQR memungkinkan wisatawan Indonesia melakukan pembayaran lebih mudah saat bertransaksi di Singapura.

Baca Juga: Silaturahmi dengan Wawako dan Sekda Pariaman, Ariansyah: Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 Jadi Contoh Promosi Budaya di Jambi

Selain mengadopsi sistem QR tunggal, PayNow Generasi 2 juga menghadirkan proses pembayaran daring yang lebih sederhana.

Pengguna nantinya tidak lagi harus menyimpan tangkapan layar kode QR untuk menyelesaikan transaksi sebagaimana pada mekanisme sebelumnya.

"Ketika sistem pembayaran menjadi lebih cepat, saling terhubung, dan kaya data, semua pihak akan mendapatkan manfaatnya," ujar Gan Kim Yong.

Transformasi yang dilakukan Singapura menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital terus berkembang menuju layanan yang semakin mudah, cepat, dan saling terhubung.

Ketika inovasi mampu menghadirkan kenyamanan sekaligus keamanan dalam bertransaksi, manfaatnya akan dirasakan bukan hanya oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat yang semakin akrab dengan ekonomi digital.***