POJOKSATU.id - Investasi saham memang menawarkan peluang keuntungan besar, tetapi di balik potensi cuan tersebut tersimpan risiko yang tidak boleh dianggap sepele.

Salah satu yang paling sering menjebak investor pemula adalah saham gorengan.

Istilah saham gorengan merujuk pada saham perusahaan dengan fundamental lemah namun mengalami kenaikan harga tidak wajar akibat manipulasi pihak tertentu.

Baca Juga: Reksa Dana Campuran, Investasi Es Campur yang Cocok untuk Pemula dan Anti Ribet

Pergerakan harga saham jenis ini biasanya sangat fluktuatif dan sering kali tidak mencerminkan kondisi perusahaan sebenarnya.

Fenomena saham gorengan bahkan pernah menyeret nama besar konglomerat India, Gautam Adani.

Kekayaannya disebut anjlok hingga miliaran dolar AS setelah laporan Hindenburg Research mengungkap dugaan manipulasi pasar yang mengguncang saham grup bisnisnya.

Baca Juga: Perbedaan Reksa Dana Saham dan Saham, Mana yang Lebih Cocok untuk Investor Pemula?

Karena itu, investor perlu lebih berhati-hati sebelum membeli saham hanya karena sedang ramai dibicarakan atau mendadak melonjak tinggi.

SEVP Retail Markets & IT BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, mengingatkan bahwa saham gorengan sering menjadi jebakan bagi investor pemula yang belum memahami risiko pasar modal secara menyeluruh.

Berikut beberapa cara menghindari risiko terjebak saham gorengan.

Lakukan Riset Fundamental

Baca Juga: SPMB Kota Bandung 2026 Resmi Dibuka, Jalur Prestasi Kini Tanpa Tes TTD

Sebelum membeli saham, investor wajib mempelajari kondisi perusahaan secara mendalam.

Mulai dari laporan keuangan, prospek bisnis, manajemen perusahaan, hingga kinerja usahanya harus diperhatikan.

Investor sebaiknya tidak hanya tergiur kenaikan harga saham sesaat tanpa memahami kualitas perusahaan di baliknya.

Hindari Saham dengan Pergerakan Tidak Wajar

Baca Juga: Disdik Kota Bandung Warning Calo SPMB, Asep: Jangan Percaya Oknum Bisa Atur Masuk Sekolah

Saham gorengan biasanya memiliki pergerakan harga yang naik turun sangat ekstrem dalam waktu singkat.

Jika menemukan saham dengan volatilitas tidak masuk akal, investor perlu lebih waspada dan melakukan analisis tambahan sebelum membeli.

Kenaikan harga tajam tanpa sentimen jelas sering menjadi tanda adanya praktik spekulatif.

Jangan Mudah Percaya Rumor

Baca Juga: Disdik Kota Bandung Warning Calo SPMB, Asep: Jangan Percaya Oknum Bisa Atur Masuk Sekolah

Banyak saham gorengan dipromosikan melalui grup media sosial, forum online, atau rekomendasi tidak jelas.

Investor harus memastikan informasi berasal dari sumber terpercaya dan terverifikasi.

Hindari keputusan investasi hanya karena takut ketinggalan tren atau ikut-ikutan orang lain.

Diversifikasi Portofolio

Baca Juga: PT Changsin Jadi Contoh Industri Ramah Lingkungan, Dansektor 10: Efisiensi Air Luar Biasa

Salah satu cara paling efektif mengurangi risiko adalah dengan diversifikasi investasi.

Jangan menempatkan seluruh dana hanya pada satu saham atau satu sektor tertentu.

Dengan memiliki beberapa instrumen investasi berbeda, risiko kerugian besar bisa ditekan jika salah satu saham mengalami penurunan tajam.

Gunakan Aplikasi Investasi Resmi

Baca Juga: ASDEPSI Dorong Revisi Regulasi DPRD, Siapkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

Pastikan bertransaksi melalui aplikasi investasi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Platform resmi umumnya memiliki fitur keamanan dan analisis yang membantu investor mengambil keputusan lebih rasional.

Selain itu, investor juga dapat memanfaatkan fitur otomatis seperti stop loss atau target profit agar transaksi lebih terkontrol.

Miliki Strategi Investasi yang Jelas

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membaca Hasil TKA: Jangan Salah Tafsir Nilai!

Investor yang baik selalu memiliki rencana investasi dan disiplin menjalankannya.

Jangan membeli saham hanya karena emosi, panik, atau tergoda kenaikan harga sesaat.

Kedisiplinan menjadi kunci agar investor tidak mudah terjebak permainan pasar yang merugikan.

Manipulasi harga saham sendiri termasuk tindakan yang melanggar Undang-Undang Pasar Modal.

Baca Juga: Kabar Gembira! SKTP Mei 2026 Mulai Terbit, TPG Cair Bertahap Jelang Idul Adha

Karena itu, investor perlu meningkatkan literasi keuangan agar lebih cermat mengenali saham berisiko tinggi.

Investasi saham memang bisa menjadi jalan membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Namun tanpa pengetahuan dan kehati-hatian, peluang keuntungan justru bisa berubah menjadi kerugian besar.

Di tengah derasnya informasi dan tren investasi saat ini, sikap rasional dan disiplin tetap menjadi senjata utama agar perjalanan investasi tetap aman dan sehat.***