POJOKSATU.id, KARAWANG - Komandan Sektor (Dansektor) 10 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Satyo Ariyanto, mengapresiasi sistem pengelolaan limbah domestik yang diterapkan PT CSG atau Changsin di wilayah Klari, Kabupaten Karawang.
Apresiasi tersebut disampaikan saat peninjauan langsung fasilitas pengolahan limbah perusahaan bersama Dansatgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, M. Sham Budiman.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pengolahan air limbah domestik yang kemudian didaur ulang kembali untuk kebutuhan fasilitas MCK karyawan.
Baca Juga: ASDEPSI Dorong Revisi Regulasi DPRD, Siapkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat
Menurut Kolonel Inf Satyo Ariyanto, langkah yang dilakukan PT Changsin menjadi contoh konkret penerapan industri berkelanjutan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan, khususnya menjaga kebersihan Sungai Citarum.
“Ini langkah konkret yang bagus. Air hasil olahan limbah digunakan kembali untuk fasilitas MCK. Ini efisiensi air yang luar biasa dan efektif mencegah pencemaran,” ujar Kolonel Inf Satyo Ariyanto.
Ia menilai sistem recycling air limbah tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi penggunaan air, tetapi juga menjadi solusi penting dalam mengurangi potensi pencemaran lingkungan.
Program pengelolaan limbah yang diterapkan perusahaan dinilai sejalan dengan program Citarum Harum yang selama ini terus digencarkan pemerintah bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Proklamasi Karawang, 1 Pelajar Tewas
Dansektor 10 juga mengingatkan bahwa seluruh industri di wilayah Karawang wajib mematuhi aturan pengelolaan lingkungan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.
Baca Juga: Letkol Naryanto Pamit dari Karawang, Titip Pesan untuk Prajurit
“Kami berharap sistem lingkungan yang berkelanjutan seperti ini dicontoh oleh pabrik-pabrik lain di wilayah Sektor 10. Menjaga Sungai Citarum adalah tugas bersama antara TNI, pemerintah, dan pihak swasta,” pungkasnya.
Keberadaan sistem daur ulang air limbah dinilai menjadi salah satu langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan air industri dan tantangan pencemaran lingkungan di kawasan industri Karawang.
Baca Juga: Letkol Inf Nanda Siswanto Resmi Jabat Dandim 0604 Karawang
Dengan penerapan teknologi pengolahan limbah yang tepat, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan konservasi sumber daya air.
Program seperti ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak perusahaan untuk menerapkan konsep industri hijau yang ramah lingkungan dan mendukung pemulihan kualitas Sungai Citarum secara berkelanjutan. ***




