POJOKSATU.id - Program pembangunan Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra yang tengah digenjot Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menuai respons positif dari berbagai kalangan.
Program andalan Gubernur Andra Soni itu dinilai ampuh mendongkrak pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperbaiki layanan publik yang selama ini kurang merata.
Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Teguh Aris Munandar, menyebut langkah Pemprov Banten sebagai terobosan berani yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat di lapisan terbawah.
Baca Juga: OJK Cirebon Sebut Stabilitas Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, Kredit BPR Tembus Rp2,08 Triliun
“Jalan desa itu urat nadi ekonomi masyarakat. Ketika jalannya bagus, pergerakan ekonomi ikut melejit. Program ini langkah strategis dan patut diapresiasi,” ujar Teguh, Kamis (21/11/2025), dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.
Ia menilai, gebrakan yang diinisiasi Gubernur Andra Soni itu mampu memecah ketimpangan antara kawasan kota dan pelosok desa.
Bahkan, konsepnya sudah mulai diduplikasi daerah lain, termasuk Jawa Barat.
Baca Juga: Heboh! Pidato Inggris Gibran di G20 Afrika Selatan Ramai Dikritik, Percaya Diri tapi Apa Isinya?
Teguh menjelaskan, peningkatan kualitas jalan berdampak langsung pada sektor pertanian, UMKM, hingga pariwisata lokal.
Aliran logistik lebih cepat, biaya angkut menurun, dan produk desa lebih mudah masuk pasar.
“Kalau biaya logistik turun, nilai jual petani naik. Uang berputar lebih cepat di desa. Ini efek domino yang besar bagi ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga: Ini Daftar Instansi yang Sudah Terapkan Single Salary ASN, dari Kementerian hingga Pemda
Tak hanya soal ekonomi, peningkatan infrastruktur jalan juga mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, hingga administrasi pemerintahan.
Menurutnya, kondisi itu menjadi bagian penting dalam mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten.
Meski demikian, Teguh mengingatkan Pemprov Banten agar tetap waspada terhadap tantangan teknis seperti mutu konstruksi, pengawasan lapangan, dan kesesuaian desain dengan kondisi geografis Banten yang beragam.
“Mutu pekerjaan jangan sampai longgar. Standarnya harus jelas, kondisi tanah dan curah hujan harus diperhitungkan. Libatkan masyarakat agar pengawasan lebih kuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota agar program berjalan efektif, tidak tumpang tindih, dan tepat sasaran.
Baca Juga: Forum RW Karawang Wetan Luncurkan Lapor Ka ERWE untuk Tampung Keluhan Warga
Menurut Teguh, pembangunan jalan desa idealnya berjalan paralel dengan sektor lain seperti irigasi, kelistrikan, telekomunikasi, hingga pengembangan kawasan pertanian dan wisata.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas program harus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Bang Andra ini bisa menjadi mesin percepatan pertumbuhan ekonomi desa. Tapi kuncinya ada pada pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan kebijakan yang saling terhubung,” tutupnya.***



