POJOKSATU.id - Babak baru transportasi umum di Kota Bandung resmi dimulai.

Setelah melayani masyarakat selama lebih dari lima dekade, Terminal Cicaheum kini resmi menghentikan seluruh operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Jumat 26 Juni 2026.

Seluruh layanan dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang yang kini menjadi pusat keberangkatan bus antarkota di Kota Bandung.

Penutupan terminal yang telah beroperasi sejak 1975 tersebut menjadi momen emosional bagi banyak warga.

Baca Juga: Dobrak Standar Live E-Commerce, Brand Keresahan Parfume Ini Jualan Sambil Rebahan Hingga Gelar Konser Dadakan

Selain menjadi salah satu simpul transportasi utama di wilayah timur Bandung, Terminal Cicaheum juga melekat dalam ingatan publik sebagai salah satu lokasi ikonik serial televisi Preman Pensiun.

Sejumlah adegan yang menampilkan kawasan warung, parkiran bus hingga tempat angkutan kota (angkot) mangkal menjadikan Terminal Cicaheum memiliki nilai sejarah tersendiri di mata masyarakat.

Pengumuman penghentian operasional bus AKAP dan AKDP telah disampaikan Dinas Perhubungan Kota Bandung sehari sebelumnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gaspol, 700 Rider Promosikan Wisata Tersembunyi Cirebon

Sejak hari pertama pemberlakuan kebijakan tersebut, masyarakat yang biasa berangkat dari Terminal Cicaheum diminta menyesuaikan diri dengan lokasi keberangkatan baru di Terminal Leuwipanjang.

Pedagang Masih Diizinkan Berjualan
Meski aktivitas bus antarkota telah dihentikan, para pedagang di kawasan Terminal Cicaheum masih diperbolehkan berjualan untuk sementara waktu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian, menjelaskan kebijakan tersebut diambil karena proses pemberian kompensasi kepada para pedagang masih dalam tahap pembahasan.

"Pedagang masih boleh jualan karena belum diberi kompensasi," ujarnya.

Baca Juga: Anggaran MBG Dikurangi Puluhan Triliun, SPPG Bakal Diawasi Mulai Minggu Depan

Menurut Rasdian, skema kompensasi masih disusun oleh Pemerintah Kota Bandung dan saat ini masih menunggu penyelesaian sejumlah perhitungan.

"Pembahasannya masih ada yang perlu diselesaikan dulu, ada yang dihitung oleh konsultan, draft sudah dibuat," tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh bus AKAP dan AKDP sudah tidak diperbolehkan lagi beroperasi dari Terminal Cicaheum.

"Suruh balik kanan, sudah tidak boleh," katanya.

Baca Juga: Novia Sihotang Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Latihan Militer, Keluarga Tak Akan Menuntut

Meski demikian, hingga Jumat siang masih terlihat beberapa armada bus singgah sementara di kawasan terminal untuk menjemput penumpang yang telah telanjur menunggu.

Salah seorang sopir bus bernama Dodo mengatakan secara administratif perusahaan otobus tempatnya bekerja telah berpindah ke Terminal Leuwipanjang.

"Sudah di Leuwipanjang, ke sini itu transit karena masih ada penumpang yang harus di bawa di sini," katanya.

Ia memperkirakan aktivitas di Terminal Cicaheum akan benar-benar berhenti ketika proyek pembangunan fisik di kawasan tersebut mulai dilaksanakan.

Baca Juga: Riset IPB Hadirkan Pakan Ternak Murah dari Limbah Pertanian, Peternak Garut Kini Tak Lagi Bergantung pada Rumput

Sementara itu, sejumlah angkutan elf tujuan Priangan Timur terlihat memilih menunggu penumpang di bahu jalan luar terminal tanpa memasuki area dalam.

Terminal Leuwipanjang Siap Tampung Seluruh Armada
Di sisi lain, pengelola Terminal Leuwipanjang memastikan seluruh fasilitas telah dipersiapkan untuk menerima perpindahan operasional dari Terminal Cicaheum.

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengatakan penataan jalur keberangkatan, area parkir, ruang tunggu penumpang hingga berbagai fasilitas pendukung telah dilakukan jauh sebelum proses relokasi dimulai.

Baca Juga: Mahasiswa Unpad Borong Prestasi Nasional dan Internasional, Raih Medali ONMIPA hingga Gold Medal di Shanghai

"Kami di sini, Leuwipanjang, dari jauh-jauh hari sudah menyiapkan tempat pengetemannya dan jalur keberangkatannya, baik tempat istirahat penumpang, lounge-nya segala macam, jauh-jauh hari sudah kami siapkan," katanya.

Menurut Asep, sekitar 90 persen perusahaan otobus yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum kini telah berpindah ke Terminal Leuwipanjang.

"Memang yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang itu, bus Cicaheum itu sudah banyak, sudah hampir 90 persen dan yang lainnya akan menyusul di awal bulan, seperti City Trans itu awal bulan tanggal 2, Goodwill sudah masuk terakhir kemarin," ujarnya.

Baca Juga: UGM Melonjak ke Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Rankings 2026, Masuk 10 Besar Global untuk SDG Tanpa Kemiskinan

Ia menambahkan, saat ini hanya tersisa empat hingga lima perusahaan otobus yang belum menyelesaikan proses perpindahan dari total sekitar 20 perusahaan yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di dalam terminal, pengelola menerapkan sistem pengaturan waktu kedatangan bus.

Setiap armada hanya diperbolehkan masuk mendekati jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Tak Pernah Ganggu Pemimpin Terpilih Meski Empat Kali Kalah Pilpres

Akses Menuju Leuwipanjang Dipastikan Mudah
Asep memastikan masyarakat tetap dapat menjangkau Terminal Leuwipanjang melalui berbagai moda transportasi umum yang telah tersedia.

Menurutnya, layanan Metro Trans Jabar (MTJ), Damri, hingga Trans Metro Bandung (TMB) telah disiapkan untuk menghubungkan berbagai wilayah Bandung Raya menuju Terminal Leuwipanjang.

"Bilamana ada penumpang biasanya (berangkat) dari Cicaheum kayak dari Dago, sudah ada MGT (Metro Trans Jabar) yang dipersiapkan, sejauh-jauh hari sudah beroperasional. Terus ada Damri, TMB yang Cicaheum-Leuwipanjang.

Baca Juga: Cara Buka Pola HP yang Lupa Tanpa Harus ke Tempat Servis, Bisa untuk Android hingga iPhone

Jadi tidak kesulitan untuk masuk ke Terminal Leuwipanjang karena banyak angkutan yang memang menghubungkan antara Cicaheum, Bandung Raya ke sini," tuturnya.

Sebelumnya, Terminal Cicaheum dikenal sebagai pintu masuk dan keluar bus dari wilayah timur Bandung, sedangkan Terminal Leuwipanjang melayani jalur barat termasuk rute menuju Jakarta dan berbagai kota lainnya.

Berakhirnya operasional Terminal Cicaheum bukan sekadar perpindahan layanan transportasi.

Terminal yang telah menjadi saksi perjalanan jutaan penumpang sekaligus bagian dari sejarah Kota Bandung itu kini meninggalkan kenangan, sementara perjalanan baru transportasi publik dimulai dari Terminal Leuwipanjang.***