POJOKSATU.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Indonesia, Irene Umar, menegaskan peran strategis Pasar Seni ITB 2025 dalam memajukan sektor ekonomi kreatif nasional.

Hadir dalam acara tersebut, Irene Umar secara langsung mengapresiasi semangat kreativitas tinggi yang ditampilkan, menyebut pameran ini sebagai sarana penting.

"Kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk terus mengasah kreativitas masyarakat serta mendorong kemajuan sektor ekonomi kreatif Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Balas Sindiran Andrew Andika, Tengku Dewi : Menitipkan Anak pada Babysitter Bukan Berarti Lalai

Dengan semangat kolaborasi antara seni, teknologi, dan kreativitas, Pasar Seni ITB 2025 kembali menjadi ajang yang dinanti untuk merayakan ekspresi dan inovasi di jantung Kota Bandung.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Pasar Seni ITB 2025 yang diawali dengan pembukaan Lomba Kereta Peti Sabun (LKPS) XII yang berkolaborasi dengan Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS).

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kembali Pasar Seni setelah 11 tahun vakum.

Baca Juga: Akhir Tragis Timothy Mahasiswa Teladan Unud Meninggal Jatuh dari Gedung, Prestasi di Atas Rata-rata

"Ini merupakan acara luar biasa yang menjadi ruang bagi kita untuk berkreasi serta membangkitkan semangat Bandung sebagai Kota Kreatif," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor ITB turut mencoba wahana kereta peti sabun sebagai simbol dibukanya LKPS XII. Hal ini pun menambah semarak suasana hari pertama Pasar Seni ITB 2025.

LKPS XII tahun ini diikuti sekitar 110 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Bandung, Subang, hingga Jakarta. 

Baca Juga: Lagi-lagi 'Mimpi Buruk' Injury Time, Tampil Heroik dengan 10 Pemain, PSMS Medan Gagal Menang Gegara Gol Konate di Penghujung Laga

Perlombaan terbagi ke dalam beberapa kategori, yaitu anak-anak, junior, senior, expert, dan umum.

Sementara itu, Ketua Panitia LKPS XII, Dindon Saefudin Alma, menyebut kolaborasi ini sebagai momen yang sangat berharga.

"Seluruh kegiatan kami berbasis kreativitas, dan berkolaborasi dengan Pasar Seni ITB menjadi perpaduan yang sangat tepat," katanya.

Baca Juga: Gelar Pesta Glamor Penuh Alkohol Bertameng Kampenye Kanker Payudara, W Korea Minta Maaf ke Pasien juga Idol KPop yang Terimbas Hujatan

Salah satu peserta, Yudistira dari SMK Karya Bhakti Pusdikpal, mengaku senang bisa kembali berpartisipasi.

"Kami mempersiapkan perlombaan ini selama tiga minggu. Walaupun belum menang tahun lalu, kami tetap semangat dan berharap tahun ini bisa lebih baik," ungkapnya.

Selain LKPS, Pasar Seni ITB 2025 juga menggelar Lomba Ilustrasi hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia selaku co-host acara. 

Baca Juga: Siaga 98 Minta Kereta Cepat Whoosh Diaudit Independen, Sebaiknya KPK Lakukan Penyelidikan

Lomba ini diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai daerah dan jenjang, termasuk SMP dan SMK. Salah satu peserta difabel, Putu Anindya Maheswari dari Jakarta, mengaku sangat antusias.

"Saya datang jauh-jauh dari Jakarta karena bercita-cita ingin masuk ITB. Saya menggambar suasana berjualan karya seni dan keramaian yang ada di sini," tuturnya.

Pasar Seni ITB 2025 juga menghadirkan talkshow bertajuk 'DIGITALK Lapis Legit: Bedah Lapisan Realita', yang menyoroti kaburnya batas antara dunia nyata dan dunia maya di era digital.

Baca Juga: Pengakuan Suretno Penganiaya Guru Wanita Senior SMAN 16 Palembang, Saya Khilaf Tidak Sengaja

Beragam pertunjukan musik turut memeriahkan suasana, mulai dari ITB Jazz, Anna Bella Surbakti, Bandos, Digiband, Tataloe, hingga tari Jaipong.

Pada hari yang sama, pameran fisik Adicitra Ganesha pun resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 21 Oktober 2025 di Aula Barat serta Aula Timur, ITB Kampus Ganesha.

Pameran ini menampilkan beragam karya seni yang menggambarkan semangat kreativitas sivitas akademika ITB. 

Baca Juga: Ini Dia Model iPhone 17 Series Terbaru

Selain menjadi ruang apresiasi seni, kegiatan ini juga menjadi ajang lelang untuk penggalangan Dana Lestari ITB (Endowment Fund) yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB bersama Salam Ganesha. ***