POJOKSATU.id, PALEMBANG—Sosok guru PPPK laki-laki yang menganiaya guru wanita senior di SMAN 16 Palembang, Yuli Mirza (16) ternyata bernama Suretno.

Guru lelaki yang juga Bendahara BOS ini malah terbaring di rumah sakit usai kejadian penganiayaan kepada Yuli Mirza pada Rabu (15/10).

Namun Suretno mengaku khilaf dan tak sengaja melakukan penganiyaan kepada guru wanita yang sudah berusia 58 tahun itu.

Suretno mengaku khilaf dan tidak sengaja melakukan penganiayaan kepada Yuli Mirza.

Baca Juga: Motif Penganiayaan Guru Wanita Senior SMAN 16 Palembang Diduga Imbas Laporan ke Inspektorat dan KPK

“Kalau bisa mediasi dengan baik-baik saya minta tolong nian, mohon maaf ibu Yuli,” katanya di akun TikTok @mediacakrabuana seperti dilansir dari Sumeks, Minggu (19/10).

“Karena saya khilaf, tidak sengaja, tidak ada unsur disengajakan,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, pada awalnya dia terlibat cekcok mulut dengan Yuli. Akibatnya dia menampar Yuli.

“Terjadi saling dorong-mendorong, terlepaslah kancing baju saya,” ujar Suretno.

“Di leher juga kena cakar dia,” kata Suretno lagi yang terbaring di salah satu rumah sakit di Palembang.

Baca Juga: Guru Wanita Senior SMAN 16 Palembang Dianiaya Rekan Lelaki, Urus Sertifikasi Tak Menghadap Kepsek

Suretno juga mengaku dia sering dibully oleh Yuli sebelum kejadian ini. Meski begitu, dia minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut.

Suretno juga mengaku spontan menampar Yuli.

“Intinya saya spontan, reflek nampar dia,” katanya.

“Tolong ibu Yuli saya punya keluarga, kalau saya berhenti kasihan anak bini saya,” ujarnya.

Suretno Buat Laporan 

Sementara itu, usai kejadian tersebut, Suretno guru SMAN 16 Palembang yang menganiaya Yuli Mirza, disebut membuat laporan juga ke Polda Sumsel.

Laporan ini diterima dengan nomor : STTLP/B/1440 /X/2025/ POLDA SUMATERA SELATAN, tertanggal 16 Oktober 2025.

Ia pun menceritakan awal mula kejadian, dimana saat dirinya berpapasan dengan Yuli, dia terpancing emosi dikarenakan Yuli mengeluarkan kata-kata yang tidak enak, yang membuat dirinya terpancing emosi.

“Dia sering mancing emosi, dengan kata-kata yang tidak enak, dan pada saat itu emosi saya terpancing, maka terjadilah kontak fisik,”katanya dilansir GoSumsel, Jumat (17/10/2025).

“Saat itu terjadi kontak fisik, saya mengalami luka di leher dan siku tangan kanan,” katanya lagi.***