POJOKSATU.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengurai kemacetan melalui rencana pembangunan gedung parkir di sejumlah titik rawan.
Bukan sekadar gagasan infrastruktur, langkah ini dipandang sebagai peluang investasi jangka panjang yang dapat melibatkan dunia usaha secara langsung.
Pj Ketua Kadin Kota Bandung, M. Firaldi Akbar, mengungkapkan pihaknya tengah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang khusus mengkaji potensi bisnis pembangunan gedung parkir.
Baca Juga: Satpol PP Bandung Beri Sanksi Sosial untuk Free Runners Usai Insiden Bagi-Bagi Bir
Menurutnya, jika potensi keuntungan dan keberlanjutan proyek dapat dipastikan, investor akan tertarik untuk berpartisipasi.
“Kalau potensi bisnisnya jelas, pasti ada yang mau investasi. Tapi kami tidak ingin sekadar menjadi penghubung. Kadin ingin terlibat secara nyata dan memberikan kontribusi langsung,” kata Firaldi, Jumat (25/7/2025).
Firaldi menekankan bahwa pembangunan gedung parkir harus dipandang sebagai solusi komprehensif, tidak hanya menekan kemacetan tetapi juga memberikan nilai ekonomi.
Baca Juga: Meresahkan, Ketua LSM KPK RI Peras Kepala SMP di Kotanopan Rp 1,8 Juta, Modus Penyaluran Kartu PIP
Oleh karena itu, Kadin melakukan kajian mendalam mengenai lokasi strategis, proyeksi pendapatan, serta pola pengembalian modal.
“Kami ingin Kadin tidak dipandang sekadar sebagai perantara. Kontribusi dunia usaha harus terukur dan berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.
Pokja yang sedang dibentuk akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan dinas teknis lainnya untuk menentukan titik-titik prioritas yang membutuhkan fasilitas parkir modern.
“Kalau gedung parkir dibangun di lokasi yang tepat, arus lalu lintas bisa jauh lebih tertata. Tapi semua ini butuh kajian yang matang,” jelas Firaldi.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Kadin menargetkan pembentukan Pokja dan pemetaan awal dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebagai langkah awal menuju tata kelola transportasi kota yang lebih ramah, tertata, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.



