POJOKSATU.ID – Setelah empat hari meriah, Sunda Karsa Fest 2025 secara resmi ditutup, menandai babak baru bagi ekonomi kreatif Jawa Barat.

Festival megah ini, merupakan buah kolaborasi strategis antara Bank Indonesia Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sunda Karsa Fest tidak hanya sukses mempromosikan produk lokal, tetapi juga berhasil mengukuhkan posisi Jawa Barat sebagai episentrum kolaborasi antara ekonomi kreatif, ekonomi syariah, budaya, pariwisata, dan teknologi digital.

Baca Juga: Sempat Sakit 1 Bulan, Priya Nailuredha Thoriq Tak Dijenguk Pihak SMAN 6 Garut

Gelaran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Bapak Muhamad Nur, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bapak H. Sumasna, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta sekaligus Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Terpilih 2025-2030, Bapak Ricky P. Gozali, Kepala Departemen Ekonomi Inklusif Hijau Bank Indonesia, Ibu Nita Anastuty, serta jajaran kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perbankan, pelaku UMKM, dan komunitas budaya Jawa Barat.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen kolektif terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah tersebut.

Baca Juga: Detik-detik Ayah Priya Nailuredha Thoriq Keluar dari Ruang Mediasi saat Dengar Pengakuan Oknum Guru Fisika SMAN 6 Garut

Muhamad Nur menggarisbawahi bahwa pengembangan UMKM, ekonomi syariah, budaya, pariwisata, dan digital di Jawa Barat merupakan program kerja strategis Bank Indonesia.

Sejalan dengan pendekatan "lembur diurus, kota ditata" yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia secara aktif mendukung penguatan desa-desa wisata binaan serta pelestarian budaya daerah guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

"Komitmen ini menjadi ruh utama Sunda Karsa Fest, mendorong kolaborasi budaya dan inovasi ekonomi," ucap Muhamad Nur.

Baca Juga: Kajari Madina Dipanggil KPK Buntut Kasus OTT Dinas PUPR, Ini Tanggapan Kejati Sumut

Selama penyelenggaraannya, Sunda Karsa Fest 2025 berhasil menghadirkan 255 tenant UMKM yang sangat beragam, mulai dari sektor fesyen dan kriya, food & beverage, hingga kuliner tradisional.

Festival ini juga menampilkan booth dari 28 desa wisata dan 28 Dekranasda, serta melibatkan agen perjalanan dan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, menciptakan ekosistem promosi yang terintegrasi.

Aspek edukasi menjadi fokus penting dengan digelarnya tidak kurang dari 15 talkshow, workshop, dan seminar edukatif.

Baca Juga: Road to MILO ACTIV Indonesia Race 2025 Medan Series : Diikuti 4.200 Pelari dengan Antusias

Topiknya bervariasi, mulai dari kisah sukses UMKM, West Java Industrial Meeting, hingga Bincang Literasi Digital, memberikan wawasan dan pengetahuan berharga bagi para pelaku usaha dan masyarakat umum.

Ajang ini juga diramaikan dengan 19 kompetisi, termasuk lomba band perbankan dalam Sound of Bankers, lomba memasak Sedap Sundara, Cinta Bangga Paham Rupiah Championship, hingga Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2025.

Dukungan terhadap nilai budaya dan ekonomi syariah juga kental terasa melalui 3 kajian dan 1 tabligh akbar bertema halal lifestyle.

Baca Juga: DOWNLOAD MODUL KODING dan AI Fase E dan F Jenjang SMA dan SMK, LENGKAP DOWNLOAD Capaian Pembelajaran, Siap Hadapi Dunia Digital Masa Depan

Puncak kreativitas fesyen ditunjukkan melalui Bandung Fashion Trend yang menghadirkan 5 peragaan busana kolaboratif.

Acara ini melibatkan partisipasi pemerintah daerah, perbankan, UMKM fesyen dan kriya, serta pelaku fesyen muda seperti finalis Mojang Jajaka Jawa Barat 2025 dan desainer dari Modelab x Modest Fashion.

Kehadiran sejumlah tokoh publik dan figur inspiratif sebagai narasumber, juri, maupun pengisi acara kesenian, turut memperkuat daya tarik Sunda Karsa Fest ini bagi berbagai kalangan.

Baca Juga: SKD Penerimaan Dosen USU Tahun 2025 Digelar Besok, Berikut 9 Ketentuan Pelaksanaan Ujian

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Hal ini menjadi dorongan moral dan praktis agar UMKM terus naik kelas ke level yang lebih tinggi, memperluas pasar di platform digital maupun ekspor ke mancanegara. ***