POJOKSATU.id — Kapal laut menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarpulau di Indonesia.

Dalam setiap pelayaran, operator kapal telah menerapkan berbagai prosedur keselamatan untuk melindungi penumpang dan awak kapal.

Meski demikian, penumpang tetap perlu memahami tindakan yang harus dilakukan apabila menghadapi kondisi darurat selama perjalanan.

Memahami prosedur keselamatan sejak awal dapat membantu penumpang menghadapi situasi tak terduga dengan lebih teratur.

Penumpang juga dapat mengetahui ke mana harus bergerak dan tindakan apa yang perlu dilakukan ketika mendapatkan instruksi evakuasi.

Baca Juga: Air Mata Menyatu dengan Air Laut, Momen Haru Istri dan Anak Yudhistiro Pranoto Tabur Bunga di Tengah Laut Selat Sunda

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah menjaga ketenangan ketika keadaan darurat terjadi.

Penumpang sebaiknya tidak langsung panik sehingga dapat mendengarkan informasi dan arahan yang disampaikan oleh awak kapal.

Ketenangan diperlukan agar penumpang dapat memahami situasi serta mengambil tindakan berdasarkan prosedur yang diberikan.

Kepanikan justru dapat membuat pergerakan menjadi tidak teratur dan berpotensi menghambat proses evakuasi.

Selain itu, penumpang sebaiknya mengenali jalur evakuasi segera setelah berada di dalam kapal.

Baca Juga: Millie Bobby Brown dan Jake Bongiovi Punya Anak Kedua, Kembali Pilih Jalur Adopsi

Perhatikan petunjuk yang mengarah ke pintu keluar darurat, tangga, titik kumpul, serta fasilitas keselamatan lainnya.

Mengetahui lokasi tersebut sejak awal akan membuat penumpang lebih mudah menemukan jalan keluar ketika harus meninggalkan suatu area di dalam kapal.

Langkah sederhana ini juga dapat mengurangi kebingungan apabila kondisi di dalam kapal berubah secara tiba-tiba.

Pengarahan keselamatan dari awak kapal juga perlu diperhatikan dengan baik.

Jangan mengabaikan pengumuman maupun informasi mengenai prosedur keselamatan yang diberikan sebelum atau selama pelayaran.

Baca Juga: Korban KM Virgo Transport 8 Terjebak di Badan Kapal, Petugas SAR Temukan 3 Jenazah Baru

Melalui pengarahan tersebut, penumpang dapat mengetahui lokasi perlengkapan keselamatan dan memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.

Informasi dari awak kapal juga menjadi acuan penting selama proses evakuasi berlangsung.

Penumpang juga perlu mengetahui lokasi jaket pelampung yang tersedia di kapal.

Sebaiknya perhatikan tempat penyimpanannya dan pahami cara penggunaannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

Apabila jaket pelampung perlu digunakan dalam keadaan darurat, kenakan perlengkapan tersebut sesuai arahan awak kapal.

Baca Juga: Beasiswa Zakat 2026 Diperpanjang hingga 21 September, Cek Syarat dan Dokumen Pendaftarannya

Jangan menggunakan perlengkapan keselamatan secara sembarangan apabila petugas memberikan prosedur khusus.

Ketika keadaan darurat terjadi, instruksi dari awak kapal harus menjadi perhatian utama.

Petugas kapal memiliki prosedur untuk mengarahkan penumpang ke area yang relatif lebih aman atau menuju titik evakuasi.

Oleh karena itu, penumpang sebaiknya mengikuti arahan yang diberikan dan tidak mengambil keputusan sendiri yang dapat mengganggu jalannya proses penyelamatan.

Dengarkan pengumuman dan ikuti petunjuk petugas selama proses evakuasi.

Saat menuju jalur evakuasi atau titik kumpul, penumpang juga perlu menjaga ketertiban.

Hindari berlari, saling mendorong, atau berebut jalan karena tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko terjatuh dan menghambat pergerakan penumpang lainnya.

Bergerak secara teratur sesuai arahan petugas akan membantu proses evakuasi berjalan lebih lancar.

Baca Juga: Alexander Jeremejeff Makin Nyetel, Java United Jadi Tantangan Berikutnya

Penumpang juga sebaiknya memberikan ruang bagi orang lain yang sedang bergerak menuju lokasi yang sama.

Dalam kondisi yang mengharuskan evakuasi, keselamatan diri harus ditempatkan di atas barang bawaan.

Penumpang tidak disarankan menghabiskan waktu untuk mengambil koper, tas besar, atau barang lain yang dapat memperlambat pergerakan.

Barang bawaan yang terlalu banyak juga dapat menyulitkan penumpang ketika melewati tangga, lorong, maupun jalur evakuasi.

Oleh karena itu, ikuti instruksi petugas dan tinggalkan barang apabila memang diperlukan demi kelancaran evakuasi.

Penumpang yang membutuhkan bantuan juga perlu mendapatkan perhatian selama proses tersebut.

Baca Juga: Andik Vermansyah Kembali ke GBT, Garudayaksa Incar Poin dari Persebaya

Jika keadaan memungkinkan, penumpang dapat membantu anak-anak, lansia, atau orang lain yang mengalami kesulitan untuk mengikuti jalur evakuasi.

Namun, bantuan kepada orang lain tetap perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan diri sendiri.

Penumpang sebaiknya mengikuti arahan awak kapal agar bantuan dapat diberikan tanpa mengganggu proses evakuasi secara keseluruhan.

Setelah mencapai titik kumpul, penumpang sebaiknya tetap berada di lokasi yang telah ditentukan.

Jangan meninggalkan area tersebut atau kembali ke kabin tanpa mendapatkan instruksi dari petugas.

Titik kumpul digunakan untuk memudahkan awak kapal melakukan pendataan dan memberikan arahan lanjutan kepada penumpang.

Oleh sebab itu, tetap berada di lokasi dapat membantu petugas memastikan kondisi penumpang selama keadaan darurat.

Jika situasi mengharuskan penggunaan sekoci, penumpang harus mengikuti prosedur yang diberikan oleh awak kapal.

Baca Juga: Java United Tak Gentar Hadapi Persija Jakarta, Laga Tanpa Penonton di Stadion

Jangan langsung menuju sekoci tanpa mengikuti antrean atau instruksi mengenai urutan evakuasi.

Proses pemindahan ke sekoci perlu dilakukan secara tertib dengan memperhatikan kapasitas dan arahan petugas.

Penumpang juga perlu memastikan tindakan yang dilakukan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selama keadaan darurat, penumpang juga harus menjauhi bagian kapal yang dinyatakan berbahaya.

Area yang mengalami kerusakan, kebakaran, kebocoran, atau kondisi lainnya sebaiknya tidak didekati tanpa instruksi dari petugas.

Segera ikuti arahan untuk berpindah menuju lokasi yang dianggap lebih aman.

Baca Juga: 118 Gempa Terekam di Kabupaten Bandung, Bupati Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada

Jangan mencoba memeriksa atau mendekati sumber masalah karena dapat meningkatkan risiko bagi penumpang.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.

Dalam keadaan darurat, penumpang sebaiknya mengutamakan pengumuman dari nakhoda, awak kapal, otoritas pelabuhan, maupun pihak berwenang.

Informasi yang belum dipastikan kebenarannya sebaiknya tidak langsung disebarkan kepada penumpang lain.

Penyebaran informasi yang keliru dapat menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah situasi yang sudah membutuhkan penanganan secara terkoordinasi.

Baca Juga: Program Pusaka Askara Jadi Langkah Pertamina dan DLH DKI Dorong Ekonomi Hijau

Dengan mengetahui prosedur dasar keselamatan sebelum perjalanan dimulai, penumpang dapat lebih siap menghadapi berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama pelayaran.

Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan mengetahui lokasi fasilitas keselamatan, tetapi juga memahami cara bersikap ketika keadaan darurat muncul.

Tetap tenang, memperhatikan pengarahan awak kapal, mengenali jalur evakuasi, serta mengikuti prosedur keselamatan merupakan beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan.

Dalam kondisi apa pun, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama selama proses evakuasi.***