POJOKSATU.id - Menatap layar sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Ponsel digunakan untuk berkomunikasi, komputer menunjang pekerjaan, sementara tablet sering menjadi teman belajar maupun hiburan.
Masalahnya, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama terkadang membuat mata mulai terasa tidak nyaman.
Awalnya mungkin hanya terasa lelah atau kering, tetapi keluhan bisa semakin mengganggu jika kebiasaan tersebut terus dilakukan tanpa jeda.
Kondisi yang berkaitan dengan aktivitas menatap layar terlalu lama ini dikenal sebagai Digital Eye Strain atau Computer Vision Syndrome.
Baca Juga: Erupsi Gunung Sinabung Ganggu Penerbangan Bandara Kualanamu, 21 Penerbangan Dibatalkan
Keluhannya cukup beragam. Mata dapat terasa berat, kering, berair, sulit fokus, hingga pandangan menjadi kabur.
Sebagian orang juga bisa mengalami sakit kepala serta rasa tidak nyaman pada bagian leher dan bahu.
Kondisi tersebut tidak hanya dialami pekerja kantoran.
Remaja hingga anak-anak juga bisa mengalaminya karena penggunaan perangkat digital untuk belajar dan aktivitas sehari-hari semakin meningkat.
Kenapa Mata Cepat Lelah?
Ada kebiasaan kecil yang sering tidak disadari ketika seseorang sedang fokus melihat layar, yakni berkurangnya frekuensi berkedip.
Saat berkonsentrasi menatap layar, frekuensi berkedip dapat menurun hingga 50 persen.
Akibatnya, permukaan mata lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga muncul sensasi kering dan lelah.
Paparan cahaya dari layar, termasuk cahaya biru atau blue light, juga dapat membuat mata terasa lebih tegang, terutama jika perangkat digunakan dalam durasi panjang tanpa istirahat.
Bukan cuma soal layar, posisi tubuh dan kondisi ruangan ternyata ikut berpengaruh.
Layar yang ditempatkan terlalu tinggi atau terlalu rendah, pencahayaan yang kurang sesuai, pantulan cahaya ke layar, hingga penggunaan kacamata yang tidak tepat dapat memperburuk rasa tidak nyaman.
Coba Kebiasaan 20-20-20
Salah satu cara sederhana untuk memberikan kesempatan mata beristirahat adalah menerapkan aturan 20-20-20.
Baca Juga: Belajar Konflik 2025, NU Ubah Pemilihan Ketum PBNU via AHWA, Tenyata Nuh Sosok Perancangnya
Setiap 20 menit menggunakan layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi ketegangan akibat terus-menerus memusatkan pandangan pada jarak dekat.
Tidak kalah penting, jangan lupa berkedip secara sadar ketika sedang fokus bekerja atau belajar di depan komputer.
Kedipan membantu menjaga permukaan mata tetap lembap.
Jadi, meski terdengar sepele, kebiasaan ini jangan sampai dilupakan, ya.
Baca Juga: Sejarah Universitas Hang Tuah, Berawal dari Tekad TNI AL Membangun Perguruan Tinggi Kelautan
Atur Jarak Layar
Posisi perangkat juga perlu diperhatikan.
Usahakan layar berada sejajar dengan pandangan mata atau sedikit di bawahnya.
Jarak antara mata dan layar dapat dijaga sekitar 50–70 sentimeter.
Pencahayaan ruangan sebaiknya cukup dan tidak menimbulkan pantulan langsung pada layar.
Dengan pengaturan tersebut, mata tidak perlu bekerja terlalu keras untuk melihat tampilan perangkat.
Kebiasaan sederhana seperti ini terutama penting bagi orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer untuk bekerja.
Anak Juga Perlu Diperhatikan
Penggunaan gawai pada anak membutuhkan perhatian lebih.
Waktu layar yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan refraksi, termasuk rabun jauh atau miopia.
Karena itu, orang tua perlu membantu mengatur durasi penggunaan perangkat digital dan mengimbanginya dengan aktivitas di luar ruangan.
Anak tidak harus terus berada di depan layar hanya karena perangkat digital sudah menjadi bagian dari kegiatan belajar dan hiburan.
Memberikan waktu untuk bermain dan beraktivitas di luar ruangan juga menjadi bagian penting dari kebiasaan yang lebih sehat.
Baca Juga: Tak Perlu Digoreng, Churros Kentang Air Fryer Ini Renyah dan Bikin Nagih
Jangan Abaikan Keluhan yang Menetap
Mengistirahatkan mata dan mengurangi penggunaan layar dapat membantu ketika keluhan muncul.
Namun, jika gangguan terus berlangsung, sebaiknya jangan dianggap sepele.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain mata terasa perih atau nyeri, pandangan buram yang menetap, mata merah berkepanjangan, serta sakit kepala yang sering muncul setelah menggunakan perangkat digital.
Jika keluhan tidak membaik, pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mengetahui penyebab sebenarnya.
Baca Juga: Tutorial Membuat LKPD di Canva AI Tanpa Prompt Panjang, Ini Langkahnya dari Awal sampai Selesai
Pemeriksaan tersebut dapat mencakup evaluasi kondisi mata dan penglihatan.
Penanganannya pun disesuaikan dengan penyebab, mulai dari penggunaan obat tetes mata, koreksi kacamata, hingga perubahan kebiasaan visual.
Layar Bukan Musuh, Kebiasaan yang Perlu Diatur
Perangkat digital sebenarnya sulit dipisahkan dari kehidupan modern.
Bekerja, belajar, mencari informasi, hingga berkomunikasi semuanya kini bisa dilakukan melalui layar.
Karena itu, persoalannya bukan sekadar menghindari perangkat digital, melainkan bagaimana menggunakannya dengan lebih bijak.
Baca Juga: Gus Lilur Soroti Muktamar ke 35 NU, Ada Panglima Tiba-tiba Umrah, Pasukan Kocar-kacir
Memberikan jeda untuk mata, menjaga jarak layar, memperbaiki pencahayaan, serta membiasakan diri berkedip merupakan langkah sederhana yang bisa diterapkan setiap hari.
Kebiasaan kecil tersebut justru penting ketika durasi penggunaan layar sudah menjadi bagian besar dari rutinitas. ***




