POJOKSATU.id — Keberadaan kucing liar di lingkungan rumah terkadang bisa menimbulkan persoalan tersendiri, terlebih jika hewan tersebut terbiasa menjadikan halaman atau bagian depan rumah sebagai tempat buang air besar.

Kotoran yang ditinggalkan kucing tidak hanya menghasilkan aroma yang kurang sedap, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang mencari cara yang aman dan tidak menyakiti hewan untuk mencegah kucing kembali ke lokasi yang sama.

Baca Juga: MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintah dalam KUHP, Kritik Warga Kini Lebih Terlindungi

Salah satu alternatif yang dapat dicoba adalah memanfaatkan tanaman tertentu yang mempunyai aroma kuat dan cenderung kurang disukai oleh sebagian kucing.

Cara ini bisa menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin menjaga area halaman tetap nyaman tanpa menggunakan bahan berbahaya.

Lavender menjadi salah satu tanaman yang dapat dicoba.

Tanaman ini mempunyai aroma khas yang cukup kuat dan bisa ditanam menggunakan pot di sekitar lokasi yang kerap didatangi kucing.

Baca Juga: Pengertian IPO hingga Tahapan Perusahaan Go Public Agar Berkembang ke Pasar Modal

Selain berfungsi sebagai tanaman hias, keberadaan lavender di area tertentu dapat membantu membuat sebagian kucing enggan mendekat.

Tanaman ini juga dapat ditempatkan di area rumah yang memperoleh paparan sinar matahari cukup.

Pilihan lainnya adalah rosemary. Tanaman herbal tersebut dikenal mempunyai aroma yang khas dan cukup kuat.

Baca Juga: Kenalkan Homecare, Gus Fawait Ajak Komut Pegadaian Blusukan Bawa Nakes ke Rumah Lansia di Pelosok Jember

Rosemary bisa ditanam langsung di taman maupun diletakkan di dalam pot, terutama pada bagian halaman yang sering digunakan kucing untuk buang air.

Aroma tanaman ini diharapkan dapat membuat kucing mencari lokasi lain yang dirasa lebih nyaman.

Serai juga dapat menjadi alternatif yang mudah ditemukan dan relatif sederhana dalam perawatannya.

Tanaman dengan aroma khas tersebut dapat ditanam langsung di tanah ataupun menggunakan pot.

Penempatannya dapat disesuaikan dengan area yang ingin dijaga dari kedatangan kucing liar.

Baca Juga: DAM Ajak Pengguna Motor Listrik Honda Keliling Bandung lewat EV Movie Ride

Tanaman lain yang kerap dikaitkan dengan upaya menjauhkan kucing adalah Coleus canina.

Tanaman ini bahkan dikenal dengan sejumlah sebutan yang berkaitan dengan kemampuannya mengusir kucing.

Aroma yang dihasilkan dianggap kurang disukai oleh sebagian kucing sehingga dapat dicoba untuk ditanam di sekitar taman atau bagian depan rumah.

Selain itu, beberapa jenis geranium beraroma juga bisa menjadi pilihan.

Tanaman tersebut dapat mengeluarkan aroma yang cukup kuat, terutama ketika bagian daunnya tersentuh.

Baca Juga: Mengenang Topan Srimulat, Pelawak Senior yang Berkarier di TV hingga Film

Geranium beraroma dapat ditempatkan di dalam pot atau ditanam di sekitar halaman untuk membantu mengurangi kemungkinan kucing mendekati area tertentu.

Meski demikian, penggunaan tanaman sebagai cara mengusir kucing tidak selalu memberikan hasil yang sama.

Setiap kucing dapat mempunyai respons berbeda terhadap aroma tertentu sehingga keberadaan tanaman sebaiknya dikombinasikan dengan langkah lain.

Kebersihan area yang sering dijadikan tempat buang air juga perlu diperhatikan.

Kotoran kucing sebaiknya segera dibersihkan, kemudian lokasi bekas buang air dicuci atau dibersihkan secara menyeluruh untuk mengurangi bau yang tertinggal.

Baca Juga: Superflu H3N2 Bikin Khawatir? Kenali Gejala, Cara Menular, dan Langkah Pencegahannya

Hal tersebut penting dilakukan karena aroma yang masih tersisa dapat menjadi salah satu tanda bagi kucing untuk kembali menggunakan tempat tersebut.

Semakin bersih area tersebut dari sisa bau, semakin kecil kemungkinan lokasi itu kembali dipilih.

Pemilik rumah juga dapat membuat permukaan tanah menjadi kurang menarik bagi kucing untuk menggali.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menambahkan batu kerikil atau penutup tanah lain pada bagian yang sering digunakan sebagai tempat buang air.

Cara tersebut dapat membantu mengurangi kenyamanan kucing ketika hendak menggali tanah.

Dengan demikian, kucing diharapkan mencari lokasi lain yang lebih sesuai untuk melakukan aktivitasnya.

Baca Juga: Perut Kembung, Sering Sendawa dan Kentut? Kenali Pemicu serta Cara Menguranginya

Yang perlu diperhatikan, sebaiknya jangan menggunakan racun, kapur barus, maupun bahan kimia berbahaya untuk mengusir kucing.

Penggunaan bahan tersebut berpotensi membahayakan hewan sekaligus dapat menimbulkan risiko bagi penghuni rumah.

Mengombinasikan tanaman beraroma, menjaga kebersihan halaman, dan membuat area tanah tidak mudah digali dapat menjadi pendekatan yang lebih aman untuk mengurangi kebiasaan kucing liar BAB di depan rumah.

Namun, tidak ada tanaman yang bisa menjamin kucing pasti tidak akan kembali.

Efektivitasnya dapat berbeda pada setiap hewan, sehingga pemilik rumah perlu mencoba metode yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.***