POJOKSATU.id — Membaca utas di X atau Threads tidak serta-merta membuat seseorang mengalami short attention span atau penurunan kemampuan berkonsentrasi.

Dampaknya lebih dipengaruhi oleh kebiasaan saat menggunakan media sosial, seperti seberapa sering berpindah dari satu konten ke konten lain, apakah diselingi dengan membuka banyak aplikasi sekaligus, serta apakah pengguna masih meluangkan waktu untuk membaca artikel, buku, atau bacaan panjang lainnya.

Hal yang perlu dibedakan adalah kebiasaan membaca utas dengan aktivitas doomscrolling. Membaca utas hingga selesai, terutama yang membahas satu topik secara runtut dan mendalam, masih dapat melatih kemampuan fokus.

Baca Juga: Inspirasi Kebaya Wisuda Simpel dan Modern, Dijamin Anggun di Hari Kelulusan

Saat membaca utas semacam ini, otak tetap bekerja untuk mengikuti alur pembahasan, menghubungkan informasi antarunggahan, serta memahami konteks secara keseluruhan.

Bahkan, utas yang informatif dapat menjadi langkah awal bagi seseorang untuk mulai terbiasa membaca artikel atau tulisan yang lebih panjang.

Sebaliknya, risiko terhadap menurunnya kemampuan berkonsentrasi lebih besar jika seseorang memiliki kebiasaan berpindah-pindah konten tanpa menyelesaikan bacaan.

Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Djitu Profesi 2026, Khusus Mahasiswa Profesi Kesehatan dari 22 Provinsi

Misalnya, baru membaca beberapa kalimat kemudian langsung beralih ke unggahan lain, terus-menerus mencari informasi atau hiburan baru, sering terganggu oleh notifikasi, atau membaca sambil membuka banyak aplikasi sekaligus.

Kebiasaan seperti ini dapat membuat otak terbiasa menerima rangsangan baru dalam waktu singkat sehingga lebih sulit mempertahankan perhatian pada satu aktivitas dalam durasi yang lama.

Selain itu, apabila seseorang mulai merasa cepat bosan saat membaca artikel, buku, atau materi pelajaran yang lebih panjang, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa kebiasaan konsumsi konten yang serba cepat mulai memengaruhi kemampuan mempertahankan fokus.

Baca Juga: Mau Naik Pesawat? Ini Pakaian yang Sebaiknya Dihindari dan Rekomendasi Outfit yang Tepat

Namun, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh media sosial saja.

Kualitas tidur, tingkat stres, durasi penggunaan gawai, serta kebiasaan melakukan banyak aktivitas secara bersamaan juga berperan dalam memengaruhi rentang perhatian seseorang.

Sejumlah penelitian memang menemukan adanya hubungan antara penggunaan media digital yang terfragmentasi, kebiasaan media multitasking, dan meningkatnya kesulitan berkonsentrasi.

Meski demikian, temuan tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai bukti bahwa membaca utas di X atau Threads secara langsung menjadi penyebab utama short attention span.

Cara seseorang menggunakan platform digital justru menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan platform itu sendiri.

Oleh karena itu, membaca utas di media sosial tidak perlu dihindari selama dilakukan secara bijak.

Baca Juga: Pulihkan Semangat Anak Pascagempa Sigi, Pertamina dan PLN Gelar Layanan Psikososial

Membaca satu utas hingga tuntas, memahami isi pembahasannya, kemudian berhenti sebelum beralih ke topik lain merupakan kebiasaan yang lebih baik dibandingkan melakukan scroll tanpa tujuan selama berjam-jam.

Agar kemampuan fokus tetap terjaga, kebiasaan tersebut juga sebaiknya diimbangi dengan membaca artikel panjang, buku, atau sumber bacaan lain yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.

Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten, kemampuan untuk mempertahankan perhatian dapat terus terasah meskipun tetap aktif menggunakan media sosial.***