POJOKSATU.id — Video pendek di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, hingga Facebook Reels memang dirancang agar pengguna terus menonton.
Berkat algoritma yang mampu mempelajari minat setiap pengguna, platform akan terus menyajikan video yang dianggap menarik secara beruntun.
Akibatnya, banyak orang tidak menyadari telah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menggulir layar.
Baca Juga: Nanik Deyang Mundur Kepala BGN, Klaim Sudah Reformasi Total Meski Baru 40 Hari Menjabat
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat mengurangi konsentrasi, menurunkan produktivitas, hingga mengganggu kualitas tidur.
Meski terlihat sulit dihentikan, kebiasaan scroll video pendek sebenarnya dapat dikurangi secara bertahap.
Salah satu langkah paling efektif adalah membatasi durasi penggunaan media sosial setiap hari.
Pengguna dapat memanfaatkan fitur Screen Time di iPhone atau Digital Wellbeing di perangkat Android untuk menetapkan batas penggunaan harian, misalnya 30 hingga 60 menit.
Baca Juga: Kru Ungkap Tantangan Produksi Serial Harry Potter, Waktu Syuting Anak-anak Jadi Kendala
Ketika waktu yang ditentukan telah habis, biasakan untuk langsung menutup aplikasi agar otak mulai terbiasa menghentikan kebiasaan scrolling.
Selain itu, mematikan notifikasi yang tidak penting juga dapat membantu mengurangi keinginan membuka media sosial.
Sering kali seseorang awalnya hanya ingin memeriksa satu pemberitahuan, tetapi akhirnya menghabiskan waktu lama menonton video pendek.
Baca Juga: Wind Up Tayang di CGV Indonesia Mulai 22 Juli 2026, Ini Sinopsis Film Jeno dan Jaemin NCT
Dengan mengurangi notifikasi yang tidak mendesak, frekuensi membuka aplikasi secara impulsif pun akan berkurang.
Cara lain yang cukup efektif adalah memindahkan aplikasi media sosial dari layar utama ponsel.
Pengguna bisa menempatkannya di folder khusus atau bahkan menghapus sementara aplikasi tersebut apabila merasa kesulitan mengendalikan diri.
Semakin banyak langkah yang harus dilakukan untuk membuka aplikasi, semakin kecil kemungkinan seseorang mengaksesnya hanya karena kebiasaan.
Membatasi penggunaan media sosial pada waktu-waktu tertentu juga penting. Hindari membuka aplikasi sesaat setelah bangun tidur maupun menjelang tidur malam.
Kedua momen tersebut sering kali berubah menjadi sesi scrolling yang berlangsung jauh lebih lama dari rencana.
Sebagai gantinya, isi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca buku, melakukan peregangan ringan, menulis jurnal, atau menikmati sarapan tanpa memegang ponsel.
Rasa bosan juga menjadi salah satu penyebab utama seseorang terus menggulir video pendek.
Baca Juga: BGN Rombak Jajaran Pimpinan, Figur Berkompeten Kini Isi Pos Strategis Program Makan Bergizi Gratis
Oleh karena itu, mengisi waktu luang dengan aktivitas di luar dunia digital dapat menjadi solusi.
Berolahraga, memasak, berkebun, membaca, mempelajari hobi baru, atau berkumpul bersama keluarga dan teman dapat mengurangi dorongan untuk terus membuka media sosial.
Pengguna juga sebaiknya memiliki tujuan yang jelas setiap kali membuka aplikasi media sosial.
Misalnya, hanya untuk membalas pesan, mencari informasi tertentu, atau mengunggah konten.
Setelah tujuan tersebut selesai, segera tutup aplikasi dan hindari masuk ke halaman For You, Reels, atau Shorts yang memang dirancang agar pengguna terus menonton tanpa henti.
Langkah berikutnya adalah mengurangi paparan konten yang memancing kebiasaan scrolling.
Berhenti mengikuti akun yang membuat Anda sulit berhenti menonton dan perbanyak mengikuti akun edukasi atau informasi yang benar-benar bermanfaat.
Dengan begitu, pengalaman menggunakan media sosial menjadi lebih terarah dan tidak sekadar menghabiskan waktu.
Membuat waktu bebas gadget setiap hari juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap video pendek.
Sisihkan waktu sekitar satu hingga dua jam tanpa menyentuh ponsel, misalnya saat makan bersama keluarga, berolahraga, belajar, atau menjelang tidur.
Kebiasaan sederhana ini memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari rangsangan digital yang datang secara terus-menerus.
Perlu diingat bahwa menghentikan kebiasaan scroll video pendek tidak bisa dilakukan secara instan, terutama jika sudah menjadi rutinitas selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Baca Juga: Baru 40 Hari Menjabat, Nanik S Deyang Pilih Mundur Jadi Kepala BGN
Cara yang lebih realistis adalah mengurangi durasi penggunaan sedikit demi sedikit.
Misalnya dari empat jam menjadi tiga jam per hari, kemudian dua jam, hingga akhirnya mencapai target yang diinginkan.
Yang tidak kalah penting, selalu ingat kembali tujuan menggunakan media sosial.
Setiap kali muncul keinginan untuk membuka aplikasi tanpa alasan yang jelas, cobalah bertanya kepada diri sendiri apakah aktivitas tersebut benar-benar memberikan manfaat atau hanya menghabiskan waktu.
Baca Juga: Nanik Deyang Kepala BGN yang Baru Sebulan Menjabat Memilih Mundur Karena Alasan Pribadi
Kesadaran seperti ini dapat membantu mengurangi kebiasaan membuka media sosial secara otomatis.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi video pendek secara berlebihan dapat memengaruhi kemampuan otak untuk mempertahankan fokus.
Pergantian konten yang sangat cepat membuat perhatian lebih mudah terpecah dan dapat mengganggu kemampuan mengingat rencana atau tugas yang sedang dikerjakan.
Oleh karena itu, mengurangi kebiasaan scroll video pendek bukan hanya membantu menghemat waktu, tetapi juga berpotensi meningkatkan konsentrasi, produktivitas, serta kualitas hidup sehari-hari.***




