POJOKSATU.id - Rasa takut kehilangan orang yang disayangi merupakan hal yang wajar.
Namun, jika ketakutan itu terus menghantui hingga memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan menjalin hubungan dengan orang lain, kondisi tersebut bisa mengarah pada abandonment issues.
Dalam dunia psikologi, abandonment issues menggambarkan ketakutan yang sangat kuat terhadap kemungkinan ditinggalkan, ditolak, atau diabaikan oleh orang-orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang.
Baca Juga: Air Sadah Bisa Bikin Kulit Kering dan Rambut Kusam, Kenali Penyebab serta Cara Mengatasinya
Perasaan ini biasanya tidak muncul begitu saja, melainkan berkembang dari pengalaman emosional yang membekas sejak masa lalu.
Berbagai pengalaman seperti kehilangan orang tua, perceraian keluarga, pengabaian emosional saat kecil, hingga dikhianati dalam hubungan asmara dapat meninggalkan luka psikologis yang terus terbawa hingga dewasa.
Akibatnya, seseorang cenderung merasa tidak aman dalam hubungan.
Baca Juga: Menerjang Ombak Demi Nasabah, Kisah Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Kepulauan Banggai
Meski pasangan atau orang terdekat telah menunjukkan perhatian dan kasih sayang, rasa khawatir akan ditinggalkan tetap muncul dan sulit dikendalikan.
Penyebab abandonment issues
Trauma masa lalu menjadi salah satu faktor terbesar yang memicu munculnya abandonment issues.
Ketika seseorang pernah mengalami kehilangan atau penolakan yang mendalam, otak akan membentuk mekanisme perlindungan agar tidak mengalami rasa sakit yang sama di kemudian hari.
Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan munculnya masalah ini antara lain kehilangan orang tua akibat perceraian atau kematian, pola asuh yang tidak konsisten, pengalaman diselingkuhi, hingga menjadi korban perundungan atau bullying.
Pengalaman-pengalaman tersebut membuat seseorang lebih mudah merasa tidak aman dan selalu mengantisipasi kemungkinan terburuk dalam setiap hubungan.
Gejala yang sering muncul
Abandonment issues dapat terlihat dari berbagai perilaku yang sebenarnya bertujuan mencari rasa aman, tetapi justru berpotensi merusak hubungan.
Salah satunya adalah kecenderungan menjadi people pleaser, yaitu selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain sambil mengabaikan kebutuhan diri sendiri karena takut ditolak.
Baca Juga: Anniversary ke-17 PMHB: Satu Hati, Satu Aspal, Satu Bekasi Perkuat Persaudaraan Komunitas Honda
Sebagian orang juga menunjukkan rasa cemburu yang berlebihan, sering meminta kepastian dari pasangan, atau terus-menerus membutuhkan validasi agar merasa dicintai.
Ada pula yang tanpa sadar justru mengakhiri hubungan lebih dulu atau memicu konflik sebagai bentuk perlindungan diri.
Mereka berpikir lebih baik pergi sebelum akhirnya ditinggalkan.
Selain itu, muncul pula kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Sekecil apa pun perubahan sikap pasangan, seperti pesan yang dibalas lebih lama dari biasanya, bisa memicu kecemasan berlebihan.
Baca Juga: Hakim Andi Saputra Beda Pendapat, Minta Nadiem Dibebaskan Karena Tak Ada Niat Jahat
Dampaknya terhadap kehidupan
Jika tidak ditangani, abandonment issues tidak hanya memengaruhi hubungan asmara, tetapi juga kehidupan sosial maupun pekerjaan.
Seseorang dapat mengalami stres berkepanjangan, merasa kesepian meski berada di tengah banyak orang, hingga mengalami gangguan kecemasan atau depresi.
Kondisi psikologis tersebut juga membuat tubuh terus berada dalam keadaan siaga.
Akibatnya, energi mental cepat terkuras dan kualitas hidup ikut menurun.
Baca Juga: Stok Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura
Nutrisi pendukung untuk membantu mengelola stres
Selain menjalani terapi psikologis, menjaga kondisi tubuh tetap prima juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Beberapa suplemen yang mengandung vitamin B kompleks diketahui berperan membantu menjaga fungsi sistem saraf dan mendukung metabolisme energi saat tubuh menghadapi tekanan psikologis.
Produk seperti Blackmores Executive B, Wellness Mega B Complex, dan Nutrimax B Complex mengandung kombinasi vitamin B yang berfungsi membantu menjaga kesehatan saraf, mengurangi rasa lelah, serta mendukung pembentukan energi.
Meski demikian, suplemen bukanlah pengganti terapi ataupun pengobatan.
Baca Juga: Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara, Jauh Lebih Ringan dari Tuntutan JPU 18 Tahun
Penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan, terutama bagi seseorang yang sedang menjalani pengobatan tertentu.
Cara mengatasi abandonment issues
Proses pemulihan membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara instan.
Langkah pertama adalah menyadari bahwa rasa takut tersebut merupakan respons terhadap pengalaman masa lalu, bukan gambaran nilai diri seseorang saat ini.
Belajar mengenali emosi melalui latihan mindfulness juga dapat membantu mengurangi kecenderungan bereaksi secara impulsif ketika kecemasan muncul.
Baca Juga: Kas Pemerintah Tembus Rp590 Triliun, Purbaya Siapkan Rp400 Triliun Masuk Bank Himbara
Komunikasi yang terbuka dengan pasangan atau orang terdekat juga menjadi bagian penting.
Menjelaskan pemicu emosional secara jujur dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan saling memahami.
Apabila keluhan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, terapi bersama psikolog menjadi pilihan yang sangat dianjurkan.
Pendekatan seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) maupun Dialectical Behavior Therapy (DBT) telah banyak digunakan untuk membantu mengubah pola pikir negatif sekaligus meningkatkan kemampuan mengelola emosi.
Baca Juga: BMKG Rilis 16 Wilayah Terpanas di Indonesia, Jawa Mendominasi saat Musim Kemarau Meluas
Tak kalah penting, menjaga pola hidup sehat melalui istirahat yang cukup, olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, dan aktivitas yang menyenangkan juga dapat membantu memperkuat kesehatan mental.
Menghadapi abandonment issues memang bukan perjalanan yang mudah.
Namun, dengan dukungan yang tepat, kemauan untuk pulih, dan bantuan profesional bila diperlukan, rasa takut yang selama ini membayangi dapat perlahan dikendalikan.
Setiap orang berhak membangun hubungan yang sehat tanpa terus dihantui kecemasan akan ditinggalkan.***




