POJOKSATU.id — Banyak orang menyukai aneka olahan daging kambing karena cita rasanya yang khas dan gurih.
Beragam menu seperti sate, gulai, tongseng, hingga tengkleng sering menjadi hidangan favorit, terutama saat momen tertentu atau acara keluarga.
Namun, di balik kelezatannya, tidak sedikit orang yang mengeluhkan aroma prengus pada daging kambing.
Baca Juga: Gu Lebang
Bau khas yang cukup menyengat ini kerap membuat sebagian orang kurang nyaman saat mengolah maupun menyantapnya.
Aroma prengus pada daging kambing sebenarnya merupakan hal yang alami.
Bau tersebut biasanya berasal dari beberapa faktor, seperti lemak yang menempel pada daging, sisa darah, hingga usia kambing itu sendiri.
Kambing yang lebih tua atau pejantan umumnya memiliki aroma yang lebih kuat dibanding kambing muda.
Meski begitu, aroma khas tersebut bukan berarti tidak bisa dikurangi.
Dengan cara pengolahan yang tepat, bau prengus dapat diminimalkan tanpa menghilangkan cita rasa asli daging kambing.
Baca Juga: Starting XI Pemain Top yang Bisa Pindah demi Liga Champions Musim Depan
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan banyak orang adalah mencuci daging kambing terlalu lama atau berulang kali dengan harapan baunya hilang.
Padahal, kebiasaan tersebut justru bisa membuat aroma khas kambing semakin kuat.
Hal ini karena pori-pori daging dapat menyerap air sehingga aroma prengus lebih mudah menetap.
Baca Juga: Mengapa Jam Kick Off Final Liga Champions PSG vs Arsenal Beda dari Biasanya? Ini Alasannya
Jika ingin membersihkan daging, cukup bilas secara singkat untuk menghilangkan sisa darah atau kotoran, kemudian tiriskan hingga benar-benar kering sebelum diolah.
Cara lain yang cukup efektif untuk mengurangi aroma menyengat adalah dengan membuang lemak berlebih yang menempel pada daging.
Lemak kambing menjadi salah satu sumber utama munculnya bau prengus.
Baca Juga: Purbaya Samakan Dirinya Seperti Nabi Yusuf, Kayak Saya Rupanya Menteri Keuangan
Karena itu, memisahkan sebagian lemak putih sebelum memasak bisa membantu mengurangi aroma yang terlalu tajam, terutama jika tidak terlalu dibutuhkan dalam masakan.
Selain itu, penggunaan bahan alami seperti jeruk nipis atau lemon juga cukup populer untuk membantu menetralkan bau pada daging kambing.
Air perasan jeruk nipis dapat dilumurkan ke seluruh permukaan daging dan didiamkan selama sekitar 15 hingga 30 menit sebelum dimasak.
Baca Juga: Bantuan Presiden 1.098 Ekor Sapi, Jubir Gerindra: Jangan Bangun Opini Seolah Ini Baru Sekarang
Cara ini dipercaya mampu membantu menyamarkan aroma khas kambing tanpa merusak rasa daging.
Bagi yang ingin mendapatkan hasil lebih empuk sekaligus mengurangi bau, nanas atau pepaya muda bisa menjadi pilihan.
Kandungan enzim alami dalam kedua bahan tersebut membantu melunakkan serat daging.
Daging bisa dibaluri parutan nanas secukupnya atau dibungkus menggunakan daun pepaya selama sekitar 20 hingga 30 menit.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Cirebon Rinna Suryanti Ajak Masyarakat Teladani Nabi Ibrahim AS
Namun, proses ini tidak disarankan terlalu lama karena daging bisa berubah terlalu lembek dan kehilangan tekstur alaminya.
Pemanfaatan rempah-rempah juga menjadi cara yang banyak digunakan untuk menyamarkan aroma prengus secara alami.
Bumbu seperti bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, serai, daun salam, kayu manis, hingga cengkeh dapat digunakan sebagai bahan marinasi sebelum proses memasak.
Selain membantu mengurangi bau, penggunaan rempah juga mampu memperkaya cita rasa masakan.
Baca Juga: Bantuan Presiden 1.098 Ekor Sapi, Jubir Gerindra: Jangan Bangun Opini Seolah Ini Baru Sekarang
Jika daging kambing akan diolah menjadi gulai, sop, atau masakan berkuah lainnya, merebusnya bersama rempah aromatik dapat menjadi solusi efektif.
Penambahan jahe, serai, daun jeruk, daun salam, atau kayu manis selama proses perebusan dapat membantu menekan aroma khas kambing sehingga hasil masakan terasa lebih nikmat dan segar.
Tidak hanya rempah, yogurt tanpa rasa atau susu juga bisa digunakan sebagai bahan marinasi.
Baca Juga: Hebat! Jemaah Masjid Baitul Muttaqin Plawad Sukses Kurban Sapi Berkat Program Menabung Harian
Cara ini cukup populer dalam berbagai hidangan khas Timur Tengah.
Selain membantu mengurangi bau prengus, yogurt juga membuat tekstur daging menjadi lebih lembut.
Daging cukup dilumuri yogurt selama 30 menit hingga satu jam sebelum diolah lebih lanjut.
Teknik memasak juga berperan penting dalam menentukan hasil akhir olahan daging kambing.
Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Tebar Berkah Idul Adha, 43 Hewan Kurban Disalurkan Door to Door ke Warga
Daging yang kurang matang kadang masih menyisakan aroma khas yang cukup kuat.
Sebaliknya, memasaknya terlalu lama justru berisiko membuat tekstur menjadi keras dan kurang nikmat.
Karena itu, penting menyesuaikan metode memasak dengan jenis hidangan yang akan dibuat agar rasa dan teksturnya tetap optimal.
Selain memperhatikan cara pengolahan, memilih jenis daging kambing juga tidak kalah penting.
Baca Juga: Farhan Yakin Igor Tolic Bisa Lanjutkan Dominasi Persib Usai Tinggal Bojan Hodak
Jika memungkinkan, pilihlah daging kambing muda karena aromanya cenderung lebih ringan dibanding kambing dewasa atau pejantan tua.
Daging yang segar biasanya juga memiliki bau yang tidak terlalu menyengat sehingga lebih mudah diolah menjadi berbagai hidangan lezat.
Pada akhirnya, bau prengus pada daging kambing bukan masalah besar jika mengetahui cara mengatasinya.
Baca Juga: Mulai 25 Mei 2026, Seluruh Bus AK dan AKDP dari Terminal Cicaheum Dialihkan ke Leuwipanjang
Kombinasi teknik yang tepat, mulai dari membersihkan daging dengan benar, membuang lemak berlebih, menggunakan bahan alami, hingga memanfaatkan rempah-rempah, dapat membantu menghasilkan olahan kambing yang lebih lezat, empuk, dan tetap menggugah selera.***




