POJOKSATU.id - Tinggal menunggu hitungan hari, umat Muslim akan menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Saat ini pemerintah telah resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada tanggal 27 Mei 2026.
Menjelang Idul Adha ada puasa sunah yang dapat dijalankan oleh Umat Muslim.
Namun ternyata masih banyak umat Muslim yang bingung berapa hari puasa Idul Adha yang harus dijalankan dan bagaimana niat lengkapnya.
Baca Juga: Gaji ke-13 Pensiunan PNS Cair 2 Juni 2026! Tanpa Potongan dan Tak Perlu Pengajuan Ulang
Perlu dipahami bahwa puasa menjelang Idul Adha merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Puasa Idul Adha sendiri terdiri dari beberapa jenis yang dilaksanakan pada awal bulan Dzulhijjah.
Yaitu selama 9 hari berturut-turut mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Namun pembagiannya terdiri menjadi beberapa bagian berikut ini:
Baca Juga: Ajang Pesta Balap Megah Astra Honda Dream Cup 2026 Hadir di Tasikmalaya
1. Puasa Dzulhijjah (tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah)
Untuk puasa Dzulhijjah ini dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin, 18 Mei 2026: Hari ke-1
- Selasa, 19 Mei 2026: Hari ke-2
- Rabu, 20 Mei 2026: Hari ke-3
- Kamis, 21 Mei 2026: Hari ke-4
- Jumat, 22 Mei 2026: Hari ke-5
- Sabtu, 23 Mei 2026: Hari ke-6
- Minggu, 24 Mei 2026: Hari ke-7
2. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah ini dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah atau tepatnya pada 25 Mei 2026.
Baca Juga: TPG Segera Cair! SKTP Terbit Tanggal 18, Dana Diprediksi Masuk Rekening Guru Mulai 25 Mei 2026
Puasa ini dilakukan saat jemaah haji mulai mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
3. Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau 26 Mei 2026.
Keutamaan dari puasa ini adalah dapat menghapus dosa dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Lantas bagaimana niat ketiga puasa tersebut?
1. Niat puasa 1-7 Dzulhijjah
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'ala.
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'ala.
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'ala.
Puasa Idul Adha dapat dilakukan hingga 9 hari sebelum hari raya, dengan puncaknya pada puasa Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa.
Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan momen ini sebagai ladang pahala dan penghapus dosa.
***



