POJOKSATU.id - Saat momen Idul Adha 2026 atau 1447 H tiba, banyak orang masih bingung tentang cara membersihkan daging sapi kurban dengan benar.

Daging yang baru dipotong biasanya memang memiliki aroma amis yang lebih kuat dan masih menyisakan cukup banyak darah.

Karena belum terbiasa mengolah daging kurban segar, sebagian orang langsung mencuci daging menggunakan air mengalir.

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Demi Keselamatan KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Sebidang Ilegal di Kabupaten Subang

Padahal cara tersebut ternyata kurang efektif dan justru tidak disarankan dalam beberapa kondisi.

Pengguna Instagram @melizah21 membagikan metode sederhana membersihkan daging sapi agar bebas bau amis hanya dengan dua bahan dapur.

Cara ini ramai dibahas karena dinilai lebih praktis dan membantu mengangkat sisa darah pada daging.

Berikut langkah-langkah membersihkan daging sapi kurban agar tidak bau amis yang dirangkum pada Minggu, 23 Juni 2024.

Baca Juga: Saat Terakhir Siswi SMK Nias Utara Sebelum Tewas, Sempat Pulang Sekolah Bareng Adik Kandung

Siapkan Daging yang Masih Bau Amis
Daging sapi kurban yang baru dipotong umumnya masih mengandung sisa darah sehingga aromanya terasa lebih amis dibanding daging supermarket.

Meski begitu, beberapa bagian seperti tenderloin dan sirloin biasanya memiliki aroma yang tidak terlalu menyengat.

Selain daging segar, daging yang terlalu lama disimpan di lemari pendingin juga bisa menimbulkan bau kurang sedap.

Baca Juga: Kejari Karawang Usut Dugaan Korupsi KPR BTN Proyek Citra Swarna Grand dan Kartika Residence, 91 Saksi Sudah Diperiksa

Letakkan daging yang akan dibersihkan ke dalam wadah atau mangkuk besar.

Gunakan Cuka dan Tepung Terigu
Langkah berikutnya adalah menaburkan tepung terigu dan menuangkan cuka secukupnya ke seluruh permukaan daging.

Setelah itu, aduk dan remas perlahan menggunakan tangan hingga cuka dan tepung tercampur rata dengan daging.

Cuka dipercaya membantu mengurangi aroma amis pada daging, sementara tepung terigu bekerja menyerap bau dan sisa kotoran yang menempel.

Baca Juga: Perempuan Haid Tetap Bisa Wukuf Saat Haji, Lalu Bolehkah Tawaf? Ini Penjelasan Ulama

Rendam Menggunakan Air
Jika cuka dan tepung sudah tercampur rata, tambahkan air hingga seluruh bagian daging terendam.

Bolak-balikkan daging perlahan sambil membilasnya agar darah yang masih tersisa terangkat ke permukaan air.

Cara ini membuat sisa darah lebih mudah terpisah tanpa harus mencuci daging terlalu lama di bawah air mengalir.

Daging Siap Direbus atau Diolah
Setelah dirasa cukup bersih, buang air rendaman lalu tiriskan daging sebelum dimasak.

Dengan cara ini, daging sapi dinilai lebih bersih, bau amis berkurang, dan siap diolah menjadi berbagai menu kurban seperti sop, rendang, sate, maupun gulai.

Baca Juga: Oknum TNI Diduga Terlibat Tambang Ilegal di Madina, Aliansi Mahasiswa Pemuda Gelar Aksi di Pomdam

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengolah Daging
Daging yang sudah mengeluarkan bau busuk menyengat sebaiknya tidak lagi dikonsumsi karena menandakan kualitasnya sudah menurun dan tidak layak makan.

Kebersihan saat proses penyembelihan hewan kurban juga sangat memengaruhi aroma daging.

Jika penanganannya kurang steril, bakteri dan mikroorganisme dapat berkembang dan menyebabkan bau tidak sedap.

Baca Juga: Kunjungi Patraloka, Mahasiswa FEB UGM Dalami Tata Kelola Energi Bersama Pertamina

Selain menggunakan cuka, sebagian orang juga memanfaatkan jeruk nipis dan garam untuk membantu mengurangi aroma amis pada daging.

Jeruk nipis dipercaya mampu membantu membunuh bakteri penyebab bau, sementara garam membantu menarik sisa cairan dari permukaan daging.

Untuk mengetahui kesegaran daging, perhatikan warnanya. Daging sapi, kambing, maupun kerbau yang masih segar umumnya berwarna merah cerah, tidak pucat, dan tidak memiliki bercak aneh di permukaannya.

Baca Juga: Bandung Tetap Jadi Kota Favorit Kuliah, Ini Daftar Universitas yang Banyak Diminati Calon Mahasiswa

Sebaliknya, daging yang mulai berlendir, berubah warna, dan mengeluarkan bau menyengat menjadi tanda bahwa daging sudah mengalami pembusukan dan sebaiknya segera dibuang.

Cara membersihkan daging juga menjadi hal penting yang sering dianggap sepele.

Padahal dengan penanganan yang tepat, daging kurban bisa tetap segar, higienis, dan lebih nikmat saat disantap bersama keluarga. ***