POJOKSATU.id - Puasa sunnah pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. 

Ibadah ini dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang dikenal sebagai hari-hari paling mulia dalam Islam sebelum Hari Raya Idul Adha.

Bahkan Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya memperbanyak amal saleh pada hari-hari tersebut, termasuk berpuasa. 

Keutamaan puasa Dzulhijjah pun begitu besar karena setiap harinya memiliki nilai pahala dan hikmah tersendiri.

Baca Juga: Universitas Panca Sakti Bekasi, Kampus Hasil Merger Tiga Perguruan Tinggi yang Fokus Cetak Lulusan Technopreneur

Dalam sebuah riwayat, Ummul Mukminin Hafsah RA berkata:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR Abu Dawud).

Tak hanya Rasulullah SAW, para sahabat dan ulama salaf juga dikenal rutin mengamalkan puasa di awal bulan Dzulhijjah. 

Puasa ini meliputi puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah, dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa ini juga diyakini menjadi momentum membersihkan diri, memperbanyak pahala, hingga mendekatkan hati kepada Allah SWT menjelang Idul Adha.

Baca Juga: Rumah Pala

Keutamaan Puasa Dzulhijjah Setiap Harinya

Keutamaan puasa Dzulhijjah ternyata tidak hanya berlaku secara umum. Setiap hari dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah memiliki makna spiritual dan keistimewaan tersendiri.

Rasulullah SAW bahkan menyebut amal pada 10 hari pertama Dzulhijjah sangat dicintai Allah SWT.

“Tiada hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”

Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa sunnah di hari-hari istimewa tersebut.

Baca Juga: Musyawarah Deadlock, Pemilihan Ketua RW 05 Tanjung Plawad Dipastikan Lewat Voting Warga

1. Keutamaan Puasa Hari Pertama Dzulhijjah

Puasa pada tanggal 1 Dzulhijjah diyakini menjadi hari pengampunan dosa. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada hari itu Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS.

Orang yang berpuasa di hari pertama Dzulhijjah diharapkan mendapatkan ampunan dan dibersihkan dari dosa-dosanya. 

Momentum ini menjadi awal yang baik untuk memperbaiki diri dan memulai bulan Dzulhijjah dengan hati yang lebih bersih.

Selain itu, puasa di hari pertama juga melatih kesungguhan hati dalam menyambut hari-hari mulia yang penuh keberkahan.

Baca Juga: Selama 24 Jam Terakhir, Lebih 300 Kali Gempa Bumi Guncang California Selatan Amerika

2. Keutamaan Puasa Hari Kedua Dzulhijjah

Hari kedua Dzulhijjah dikaitkan dengan kisah Nabi Yunus AS yang diselamatkan Allah SWT dari perut ikan paus.

Karena itu, orang yang berpuasa di hari kedua dipercaya akan mendapatkan pahala seperti beribadah selama setahun dan dijauhkan dari kemaksiatan.

Puasa ini juga mengajarkan tentang harapan dan kesabaran. 

Kisah Nabi Yunus AS menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah SWT selalu datang kepada hamba-Nya yang bertaubat dan berserah diri.

Baca Juga: Bolehkah Potong Kuku dan Rambut Sebelum Kurban? Ini Penjelasan Ulama yang Ramai Dibahas di Medsos

3. Keutamaan Puasa Hari Ketiga Dzulhijjah

Tanggal 3 Dzulhijjah memiliki kaitan dengan dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS yang memohon keturunan kepada Allah SWT.

Karena itu, umat Islam yang berpuasa di hari ini diyakini memiliki kesempatan besar agar doa-doanya dikabulkan Allah SWT.

Tak sedikit umat Muslim memanfaatkan hari ketiga Dzulhijjah untuk memperbanyak doa terkait rezeki, kesehatan, keluarga, hingga masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Bolehkah Potong Kuku dan Rambut Sebelum Kurban? Ini Penjelasan Ulama yang Ramai Dibahas di Medsos

4. Keutamaan Puasa Hari Keempat Dzulhijjah

Hari keempat Dzulhijjah disebut sebagai hari kelahiran Nabi Isa AS.

Dalam sejumlah penjelasan ulama, orang yang berpuasa di hari ini akan dihindarkan dari kesusahan hidup dan kefakiran. 

Selain itu, kelak di akhirat akan dikumpulkan bersama orang-orang saleh dan mulia.

Puasa ini juga menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan hidup sejatinya bisa dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah Siang Hari, Lengkap untuk Puasa 1-7 Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

5. Keutamaan Puasa Hari Kelima Dzulhijjah

Tanggal 5 Dzulhijjah dipercaya sebagai hari kelahiran Nabi Musa AS.

Orang yang berpuasa di hari ini diyakini akan dijauhkan dari sifat nifak atau kemunafikan serta dihindarkan dari siksa kubur.

Keutamaan ini membuat puasa hari kelima menjadi momentum untuk memperbaiki hati, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Mantan Kapolda Sumut Panca Putra Simanjuntak Dilantik Jadi Kalemdiklat Polri

6. Keutamaan Puasa Hari Keenam Dzulhijjah

Hari keenam Dzulhijjah menjadi salah satu hari yang sangat baik untuk memperbanyak amal ibadah.

Disebutkan bahwa Allah SWT membuka pintu-pintu kebaikan pada hari tersebut. Orang yang berpuasa akan dipandang dengan penuh rahmat oleh Allah SWT dan dijauhkan dari azab.

Makna mendalam dari puasa hari keenam adalah tentang harapan akan kasih sayang Allah SWT yang begitu luas bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah.

Baca Juga: Cek 25 SMA Swasta Terbaik di Bogor Berdasarkan Nilai TKA 2025, Kota dan Kabupaten, Sekolahmu Masuk?

7. Keutamaan Puasa Hari Ketujuh Dzulhijjah

Pada hari ketujuh Dzulhijjah disebutkan pintu neraka ditutup hingga berakhirnya sepuluh hari awal Dzulhijjah.

Orang yang berpuasa pada hari ini diyakini akan dibukakan 30 pintu kebaikan dan dijauhkan dari 30 pintu kesulitan hidup.

Hari ketujuh menjadi pengingat bahwa setiap amal saleh sekecil apa pun akan membawa keberkahan besar jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah.

Baca Juga: Ikut PNM ULaMM Denpasar, Wayan Jadikan Limbah jadi Kerajinan Bernilai Ekspor

8. Keutamaan Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah

Tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai Hari Tarwiyah. Hari ini menjadi momen penting menjelang wukuf di Arafah bagi jamaah haji.

Puasa Tarwiyah memiliki pahala yang sangat besar. 

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT akan memberikan balasan pahala yang melimpah kepada orang yang menjalankannya dengan ikhlas.

Selain pahala, puasa Tarwiyah juga melatih kesabaran, ketakwaan, dan kesiapan hati dalam menyambut Hari Arafah yang sangat istimewa.

Baca Juga: Beasiswa PPU 2026 Resmi Dibuka, Ada Bantuan hingga Rp15 Juta untuk Mahasiswa dan Santri

9. Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Puasa Arafah menjadi puasa sunnah paling populer di bulan Dzulhijjah. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Tak hanya itu, puasa ini juga disebut memiliki pahala luar biasa besar hingga setara pahala puasa selama puluhan tahun.

Hari Arafah sendiri merupakan puncak ibadah haji ketika jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk berwukuf dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Beruntung Kita Punya Menteri Pertanian yang Hebat

Pada hari inilah Allah SWT menurunkan ayat penyempurna agama dalam Surah Al Maidah ayat 3:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

Artinya:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.”

Keutamaan puasa Arafah inilah yang membuat banyak umat Islam berlomba-lomba mengerjakannya setiap tahun.

Menjalani puasa sunnah Dzulhijjah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi jalan memperbaiki diri, membersihkan hati, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Dana BOS Rp6,9 Miliar di Cirebon Disorot, FORMASI Desak Aparat Penegak Hukum Bertindak

Di tengah kesibukan dan rutinitas hidup, amalan sederhana ini justru bisa menjadi pengingat bahwa ada banyak pintu pahala yang dibuka Allah SWT bagi hamba-Nya yang mau bersungguh-sungguh beribadah. ***