POJOKSATU.id — Di era digital yang serba cepat, hampir semua orang terbiasa mengakses informasi melalui ponsel.
Mulai dari kabar terbaru, tren media sosial, hingga berbagai peristiwa viral dapat diakses hanya dalam hitungan detik.
Namun di balik kemudahan tersebut, muncul kebiasaan yang diam-diam dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang, yakni doomscrolling.
Baca Juga: Pemerhati Ini Duga Ada Pesanan Hukum di Kasus Nadiem Makarim Karena Fakta Persidangan Nihil
Doomscrolling merupakan kebiasaan terus-menerus menggulir atau membaca berita negatif, kabar buruk, maupun informasi yang memicu kecemasan di media sosial atau internet.
Seseorang yang mengalami doomscrolling biasanya sulit berhenti meski merasa lelah, cemas, atau tidak nyaman dengan informasi yang dikonsumsi.
Fenomena ini semakin sering terjadi di tengah derasnya arus informasi.
Baca Juga: Kenalan dengan BOOX Poke 7, E-Reader Android Fleksibel Penantang Kindle Paperwhite
Algoritma media sosial yang terus menampilkan konten serupa membuat seseorang tanpa sadar terjebak dalam lingkaran berita negatif.
Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru habis untuk membaca informasi yang membuat pikiran semakin terbebani.
Dampak doomscrolling terhadap kesehatan mental tidak bisa dianggap sepele.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pintar, Ini Cara Melatih Berpikir Kritis dan Tanda Kamu Sudah Memilikinya
Kebiasaan ini dapat memicu stres, rasa cemas berlebihan, suasana hati memburuk, bahkan membuat seseorang sulit tidur.
Paparan informasi negatif secara terus-menerus juga bisa membuat seseorang merasa dunia berada dalam kondisi buruk, sehingga muncul rasa takut atau pesimisme berlebih.
Tidak sedikit orang yang mengalami kelelahan mental akibat terlalu banyak mengonsumsi informasi.
Otak yang terus menerima kabar buruk tanpa jeda akan kesulitan memproses emosi dengan sehat.
Baca Juga: 8 Tanaman Hidroponik yang Bisa Jadi Peluang Usaha, Cepat Panen dan Potensi Untung Menjanjikan
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi fokus, produktivitas, hingga kualitas hubungan sosial.
Meski demikian, doomscrolling bukan kebiasaan yang tidak bisa diatasi.
Salah satu langkah sederhana adalah membatasi waktu bermain media sosial, terutama sebelum tidur.
Mengatur notifikasi dan memilih akun atau sumber informasi yang lebih positif juga dapat membantu mengurangi paparan berita yang memicu stres.
Baca Juga: Samsung Hentikan Penjualan TV dan Peralatan Rumah Tangga, Kalah Bersaing dengan Merek Lokal
Selain itu, penting untuk menyadari kapan tubuh dan pikiran mulai merasa lelah.
Ketika merasa cemas setelah terlalu lama scrolling, cobalah mengalihkan perhatian dengan aktivitas lain seperti berjalan santai, membaca buku, mendengarkan musik, atau berbicara dengan orang terdekat.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental di era digital bukan berarti menghindari informasi sepenuhnya, melainkan lebih bijak dalam memilih apa yang dikonsumsi setiap hari.
Informasi memang penting, tetapi ketenangan pikiran juga tidak kalah berharga.***




