POJOKSATU.id — Kesulitan tidur pada malam hari masih menjadi keluhan yang sering dialami banyak orang.

Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari pikiran yang sulit tenang, kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur, hingga pola hidup yang kurang teratur.

Akibatnya, tubuh menjadi sulit rileks dan waktu istirahat pun tidak maksimal.

Baca Juga: Hantavirus Disebut Berbahaya, Apakah Bisa Menjadi Pandemi Seperti Covid-19?

Padahal, tidur yang cukup memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mental.

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga dapat menurunkan konsentrasi, memengaruhi suasana hati, hingga melemahkan daya tahan tubuh.

Untuk mengatasi masalah tersebut, seseorang sebenarnya tidak selalu harus bergantung pada obat tidur.

Baca Juga: Bantuan TKMP 2026 Resmi Dibuka, Bisa Dapat Dukungan Usaha Gratis dari Kemnaker

Ada sejumlah kebiasaan yang didukung penjelasan ilmiah dan dipercaya dapat membantu tubuh lebih cepat mengantuk serta tidur lebih nyenyak.

Kebiasaan ini dikenal sebagai sleep hygiene atau pola tidur sehat.

Salah satu langkah yang dianjurkan adalah mengurangi paparan cahaya dari gadget sebelum tidur.

Baca Juga: Follower Instagram Hilang? Mungkin Dampak Pembersihan Akun Massal Bagi Konten Kreator!

Cahaya biru yang berasal dari layar ponsel, laptop, maupun televisi diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk secara alami.

Oleh karena itu, penggunaan gadget sebaiknya dihentikan sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum waktu tidur agar otak lebih rileks.

Selain itu, teknik pernapasan 4-7-8 juga cukup populer digunakan untuk membantu tubuh menjadi lebih tenang.

Teknik ini dilakukan dengan menarik napas selama empat detik, menahannya selama tujuh detik, lalu menghembuskannya perlahan selama delapan detik.

Baca Juga: Program Magang Kemenpar 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Syarat Lengkapnya

Pola pernapasan tersebut dipercaya dapat membantu menurunkan detak jantung sekaligus membuat tubuh lebih santai.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten juga menjadi salah satu cara penting untuk meningkatkan kualitas istirahat.

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang bekerja mengatur waktu tidur dan bangun.

Baca Juga: Kebiasaan Menunda Pekerjaan Bisa Bahaya, Ini Cara Menghentikan Prokrastinasi

Jika jadwal tidur terus berubah setiap hari, tubuh akan kesulitan mengenali waktu istirahat sehingga seseorang lebih mudah mengalami susah tidur.

Di sisi lain, konsumsi minuman berkafein pada malam hari juga sebaiknya dibatasi.

Kopi, teh, soda, maupun minuman energi dapat membuat otak tetap aktif lebih lama.

Bahkan, efek kafein disebut dapat bertahan hingga beberapa jam di dalam tubuh sehingga berpotensi mengganggu waktu tidur.

Baca Juga: Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah menjaga suhu kamar tetap nyaman.

Ruangan yang terlalu panas dapat membuat tubuh sulit rileks dan menyebabkan tidur menjadi kurang nyenyak.

Oleh karena itu, suasana kamar yang sejuk sering dianggap lebih ideal untuk membantu tubuh beristirahat.

Seseorang juga dianjurkan untuk tidak terlalu memaksakan diri agar cepat tidur.

Semakin seseorang merasa tertekan untuk segera terlelap, otak justru cenderung menjadi lebih aktif.

Baca Juga: Akhir Perjalanan Cinta, Arya Khan Umumkan Resmi Bercerai dari Pinkan Mambo!

Jika setelah sekitar 20 menit masih belum mengantuk, cobalah melakukan aktivitas ringan seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Kebiasaan makan dalam porsi besar menjelang tidur juga sebaiknya dihindari.

Kondisi perut yang terlalu penuh membuat sistem pencernaan tetap bekerja aktif sehingga tubuh menjadi kurang nyaman untuk beristirahat.

Baca Juga: Kejutan Rumah Baru Berujung Konflik, Pinkan Mambo Merasa Dibohongi Arya Khan!

Selain menerapkan berbagai kebiasaan tersebut, olahraga ringan secara rutin juga dipercaya mampu membantu meningkatkan kualitas tidur seseorang.

Namun, apabila gangguan tidur terus terjadi dalam jangka panjang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli kesehatan.***