POJOKSATU.id — Setelah dunia sempat diguncang pandemi COVID-19, muncul berbagai kekhawatiran mengenai virus lain yang berpotensi menyebar secara global. Salah satu yang cukup sering dibicarakan adalah Hantavirus.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus liar.
Virus ini dapat menginfeksi manusia ketika seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering.
Baca Juga: Bantuan TKMP 2026 Resmi Dibuka, Bisa Dapat Dukungan Usaha Gratis dari Kemnaker
Meski terdengar mengkhawatirkan, hantavirus memiliki pola penyebaran yang berbeda dibanding Covid-19.
Virus ini umumnya tidak mudah menular dari manusia ke manusia sehingga risiko menjadi pandemi global dinilai jauh lebih rendah.
Infeksi hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang memengaruhi ginjal.
Baca Juga: Follower Instagram Hilang? Mungkin Dampak Pembersihan Akun Massal Bagi Konten Kreator!
Gejala awal hantavirus sering kali menyerupai flu biasa. Penderitanya bisa mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, hingga mual dan muntah. Namun dalam kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi sesak napas serius atau gagal ginjal.
Karena gejalanya mirip penyakit umum lainnya, banyak kasus hantavirus terlambat dikenali.
Padahal, beberapa jenis hantavirus memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi jika tidak segera ditangani secara medis.
Baca Juga: Program Magang Kemenpar 2026 Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Walaupun demikian, para ahli kesehatan dunia hingga saat ini belum melihat adanya tanda-tanda hantavirus akan berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19.
Hal tersebut karena penyebaran virus lebih banyak berasal dari paparan hewan pengerat, bukan penularan aktif antarmanusia.
Kasus penularan antar manusia memang pernah dilaporkan, tetapi jumlahnya sangat terbatas dan hanya terjadi pada jenis hantavirus tertentu di wilayah tertentu pula.
Untuk mencegah infeksi hantavirus, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko kontak dengan tikus liar.
Baca Juga: Akhir Perjalanan Cinta, Arya Khan Umumkan Resmi Bercerai dari Pinkan Mambo!
Rumah yang bersih serta penyimpanan makanan yang tertutup rapat dapat membantu mencegah hewan pengerat masuk ke dalam rumah.
Saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, penggunaan masker dan sarung tangan juga disarankan agar partikel virus tidak terhirup.
Meski belum dianggap sebagai ancaman pandemi global, kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan tetap penting dilakukan agar risiko penularan dapat diminimalkan.***




