POJOKSATU.id — Cara membedakan siomay ikan tenggiri dan ikan sapu-sapu menjadi hal penting yang perlu dipahami di tengah ramainya perbincangan di media sosial.
Isu ini mencuat setelah beredar kabar bahwa ikan sapu-sapu, yang dikenal hidup di perairan kotor, diolah menjadi siomay dan dijual ke masyarakat.
Informasi tersebut bermula dari meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung.
Baca Juga: Lulusan S2 Jangan Lewat Deadline 22 Mei 2026! ITS Menunggu 50 Calon Dosen Kategori Ini
Sejumlah warga terlihat menangkap ikan tersebut untuk diambil dagingnya dan diolah menjadi berbagai jenis makanan, termasuk siomay.
Kondisi ini membuat banyak orang merasa khawatir.
Pasalnya, habitat ikan sapu-sapu identik dengan lingkungan perairan yang tercemar sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan pangan.
Chef Stefu Santoso pun mengingatkan pentingnya mengetahui asal-usul ikan sapu-sapu sebelum dikonsumsi.
Baca Juga: Penerima PKH Bisa Jadi Karyawan Kopdes Merah Putih? Ini Jalur Resmi dan Syarat Lengkapnya
Menurutnya, jika ikan tersebut berasal dari perairan kotor, sebaiknya dihindari.
"Karena jenis ikan ini pemakan lumut dan kotoran yang ada di lingkungan perairan.
Terbiasa terdapat di sungai jadi biasanya tidak disarankan untuk dikonsumsi," ujar Stefu.
Baca Juga: DPRD Komitmen Soal Kontrak dan Kesejahteraan PPPK Paruh Waktu di Kota Cirebon
Lalu, bagaimana cara membedakan siomay berbahan ikan tenggiri dengan ikan sapu-sapu? Berikut beberapa ciri yang bisa dikenali:
Pertama, dari segi warna. Siomay berbahan ikan sapu-sapu cenderung memiliki warna yang lebih kusam atau keabu-abuan.
Hal ini disebabkan oleh warna daging ikan yang tidak cerah. Sebaliknya, siomay ikan tenggiri biasanya berwarna putih cerah dan tampak lebih segar.
Baca Juga: Dikira Pilihan Cuma Negeri, Ternyata Kampus Islam Swasta Ini Diam-Diam Jadi Incaran Banyak Siswa
Kedua, aroma. Siomay dari ikan sapu-sapu umumnya memiliki bau amis yang cukup menyengat.
Sementara itu, siomay berbahan ikan tenggiri memiliki aroma gurih yang lebih ringan dan tidak menyengat.
Ketiga, tekstur dan rasa. Siomay ikan sapu-sapu biasanya terasa lebih alot dan sulit dikunyah.
Rasa gurihnya pun tidak alami, bahkan terkadang meninggalkan rasa pahit atau tidak nyaman di lidah.
Berbeda dengan siomay tenggiri yang memiliki tekstur kenyal, lembut, serta rasa gurih yang alami.
Keempat, harga. Siomay ikan tenggiri umumnya dijual mulai dari Rp5 ribu per buah atau lebih.
Jika menemukan siomay dengan harga yang terlalu murah, masyarakat sebaiknya lebih waspada dan memastikan kualitas bahan yang digunakan.
Memahami perbedaan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyangkut keamanan pangan.
Oleh karena itu, penting untuk membeli siomay dari penjual terpercaya agar tetap aman dan nyaman saat dikonsumsi.***




