POJOKSATU.id - Persiapan Hari Raya Lebaran biasanya sudah dimulai sejak jauh-jauh hari.
Selain menyiapkan kebutuhan mudik dan hidangan khas Lebaran, banyak orang juga mulai membuat berbagai kue kering untuk disajikan kepada tamu.
Dari sekian banyak kue Lebaran, nastar hampir selalu menjadi primadona. Kue kecil berisi selai nanas ini terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis legit.
Baca Juga: Tips Agar Tetap Produktif Saat WFC atau Work From Cafe
Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, kamu bisa membuat nastar homemade yang rasanya tidak kalah dari buatan toko kue.
Tips Penting Membuat Nastar Bulat yang Lembut
Sebelum mulai membuat adonan, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan agar nastar buatanmu berhasil dengan tekstur lembut dan tidak mudah retak.
1. Gunakan mentega dan margarin berkualitas
Perpaduan mentega dan margarin dapat menghasilkan aroma harum sekaligus tekstur nastar yang lembut.
Baca Juga: 8 Resep Menu Buka Puasa Berkuah yang Lezat, dari Semur Ayam hingga Soto Betawi
2. Jangan menguleni adonan terlalu lama
Adonan cukup diaduk hingga tercampur rata saja. Menguleni terlalu lama bisa membuat tekstur nastar menjadi keras.
3. Selai nanas harus kering
Selai yang terlalu basah dapat membuat nastar melebar atau retak saat dipanggang.
4. Panggang dengan suhu stabil
Gunakan suhu oven sedang agar kue matang merata dan tidak cepat gosong.
Baca Juga: Daftar Aplikasi Terbaik untuk Beli Saham Luar Negeri
Resep Nastar Bulat Lembut dan Lumer
Resep berikut cocok untuk kamu yang ingin membuat nastar dengan tekstur lembut dan isian nanas yang terasa di setiap gigitan.
Bahan adonan:
250 gram margarin
100 gram mentega (butter)
100 gram gula halus
2 kuning telur
350 gram tepung terigu protein rendah
50 gram tepung maizena
2 sdm susu bubuk
½ sdt vanili
Bahan isian:
Selai nanas secukupnya
Bahan olesan:
2 kuning telur
1 sdm susu cair
1 sdt minyak
Cara Membuat Nastar
Campurkan margarin, mentega, dan gula halus lalu kocok dengan mixer kecepatan rendah atau aduk manual hingga lembut. Tidak perlu sampai mengembang.
Masukkan kuning telur dan vanili, kemudian aduk perlahan hingga tercampur rata.
Tambahkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan spatula hingga adonan dapat dipulung.
Baca Juga: Pemprov Jabar Cairkan Rp6,9 Miliar Kompensasi untuk 3.000 Sopir Angkot, Becak, dan Andong
Ambil sedikit adonan, pipihkan, lalu isi dengan selai nanas. Bulatkan hingga rapi.
Susun nastar di loyang yang sudah dialasi baking paper dan beri jarak antar kue.
Panggang dalam oven bersuhu 150 derajat Celsius selama sekitar 15–20 menit hingga setengah matang. Keluarkan dari oven lalu biarkan dingin.
Baca Juga: 7 Resep Semur Telur Kecap Bango untuk Buka Puasa, Praktis, Gurih, dan Bikin Nagih
Campurkan bahan olesan kemudian oleskan secara merata di permukaan nastar.
Panggang kembali selama 10–15 menit hingga warna nastar berubah menjadi kuning keemasan.
Setelah matang, biarkan nastar benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam stoples agar teksturnya tetap renyah.
Cara Menyimpan Nastar agar Tahan Lama
Agar nastar tetap enak hingga Hari Raya Lebaran, cara penyimpanannya juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Mengenal Ruang Lingkup UMRAH, Kampus Maritim di Perbatasan Indonesia yang Terus Berkembang
1. Pastikan nastar sudah dingin
Jangan menyimpan nastar yang masih hangat karena uap air bisa membuat kue cepat melempem.
2. Gunakan stoples kedap udara
Pilih stoples yang bersih, kering, dan memiliki penutup rapat agar kualitas kue tetap terjaga.
3. Lapisi dasar stoples dengan kertas roti
Kertas roti membantu menyerap kelembapan sehingga nastar tetap kering.
Baca Juga: 7 Resep Semur Telur Kecap Bango untuk Buka Puasa, Praktis, Gurih, dan Bikin Nagih
4. Susun nastar dengan rapi
Jangan menekan atau menyusun terlalu padat agar bentuknya tetap cantik.
5. Simpan di tempat sejuk dan kering
Hindari menyimpan stoples di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung.
6. Jangan terlalu sering membuka stoples
Membuka tutup stoples terlalu sering bisa membuat udara lembap masuk dan memengaruhi tekstur nastar.
7. Pisahkan dari kue lain
Nastar mudah menyerap aroma sehingga sebaiknya disimpan terpisah dari jenis kue kering lainnya.
Baca Juga: Sejarah Universitas Musamus Merauke, Dari STTM hingga Menjadi Perguruan Tinggi Negeri di Papua
8. Periksa secara berkala
Jika disimpan cukup lama, sesekali cek kondisi nastar. Jika perlu, hangatkan sebentar di oven suhu rendah sebelum disajikan.
Membuat nastar sendiri di rumah memang membutuhkan waktu dan ketelatenan.
Namun hasilnya terasa jauh lebih istimewa karena dibuat dengan penuh perhatian untuk keluarga.
Aroma nastar yang harum dari dapur sering kali menjadi pertanda bahwa Hari Raya sudah semakin dekat.
Dan di situlah kehangatan Lebaran mulai terasa, bahkan sebelum hari kemenangan benar-benar tiba.***




