POJOKSATU.id - Menjalani ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga soal bagaimana mengatur kebutuhan makanan saat sahur dan berbuka.
Agar aktivitas memasak tetap efisien dan sajian yang dihidangkan tetap bernutrisi, meal preparation atau meal prep menjadi strategi yang banyak dianjurkan menjelang bulan Ramadan.
Meal prep merupakan proses menyusun, memasak, dan menyimpan makanan lebih awal, sehingga saat waktu sahur atau berbuka tiba, hidangan tinggal dihangatkan atau disajikan tanpa harus memasak dari awal.
Baca Juga: Otorita IKN Pastikan Pelayanan Dasar Siap, Dukung ASN Pindah dan Bekerja Tenang di Nusantara
Dengan perencanaan yang tepat, rutinitas dapur selama Ramadan bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Manfaat Meal Prep Selama Ramadan
Dilansir dari Kompas.com, salah satu manfaat utama meal prep adalah menghemat waktu dan tenaga.
Waktu sahur yang terbatas di pagi hari serta kondisi tubuh yang lelah saat berbuka sering membuat aktivitas memasak terasa berat.
Dengan meal prep, makanan sudah tersedia dan siap saji. Selain itu, pola makan keluarga lebih terjaga karena menu sudah direncanakan sebelumnya.
Pemborosan bahan makanan pun bisa ditekan karena belanja dilakukan sesuai kebutuhan. Perencanaan yang matang juga membantu mengontrol anggaran dapur agar tidak membengkak selama Ramadan.
Menentukan Menu Sahur dan Berbuka
Langkah awal meal prep adalah menentukan menu. Untuk sahur, pilih makanan yang mudah disiapkan dan memberi energi cukup, seperti nasi merah dengan ayam suwir dan sayur, omelet sayur keju, atau oatmeal dengan madu dan kurma.
Baca Juga: VIRAL Uang Hilang Rp75 Ribu, 22 Murid Dipaksa Lepas Pakaian! Aksi Guru SD Jember Bikin Emosi!
Sementara menu berbuka sebaiknya menghangatkan dan bergizi, misalnya sup ayam dengan sayuran, tumis tahu tempe, atau ikan bakar sambal kecap.
Menu-menu ini bisa dimasak dalam porsi besar lalu disimpan untuk beberapa hari agar waktu memasak lebih singkat.
Teknik Memasak dan Penyimpanan Efisien
Setelah menu ditentukan, teknik memasak dan penyimpanan menjadi kunci.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah batch cooking, yakni memasak dalam jumlah besar sekaligus lalu membaginya ke dalam wadah kecil yang kedap udara.
Penggunaan freezer juga sangat membantu, terutama untuk makanan yang tidak langsung dikonsumsi.
Agar lebih teratur, beri label tanggal pada setiap wadah supaya tahu mana yang harus dihabiskan lebih dulu. Menyiapkan bumbu dasar seperti bawang putih, sambal, atau bumbu masak lain dalam jumlah banyak juga bisa memangkas waktu persiapan di dapur.
Baca Juga: Sudah Diangkat Jadi ASN, PPPK Paruh Waktu di Lobar Belum Digaji 2 Bulan karena Kontrak Belum Teken
Tips Menyimpan Bahan agar Tahan Lama
Meal prep tak hanya soal makanan matang, tapi juga bahan mentah.
Sayuran yang sudah dicuci dan dipotong bisa disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas agar tetap segar. Ikan, daging, atau ayam sebaiknya dibersihkan, dipotong sesuai porsi masak, lalu disimpan di freezer agar lebih awet dan praktis saat akan diolah.
Pemilihan bahan yang tepat dan segar juga berpengaruh besar pada rasa dan kandungan gizi.
Baca Juga: Skor Korupsi Anjlok, Mahfud MD Sebut Tangkap-Tangkap Cuma Tampilan, Korupsi Tetap Merajalela!
Belanja bahan sesuai rencana menu mingguan membantu mengurangi frekuensi belanja sekaligus meminimalkan risiko makanan terbuang.
Dengan strategi meal prep yang tepat, sahur dan berbuka puasa bisa dijalani dengan lebih tenang.
Waktu di dapur menjadi lebih efisien, makanan tetap bergizi, dan energi bisa dialihkan untuk menjalani ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk. ***




