POJOKSATU.id — Multitasking kerap dipersepsikan sebagai kemampuan mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan.

Di era digital, kebiasaan ini semakin umum dilakukan, mulai dari bekerja sambil membuka media sosial hingga belajar sambil menonton video.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa multitasking justru dapat berdampak negatif pada pikiran dan kesehatan mental.

Baca Juga: Jarang Disadari, Kebiasaan Simpel Ini Bisa Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis

Pada dasarnya, otak manusia tidak benar-benar melakukan banyak tugas sekaligus.

Saat multitasking, otak hanya berpindah fokus dengan cepat dari satu tugas ke tugas lainnya.

Perpindahan ini membuat pikiran bekerja lebih keras dan menurunkan kualitas konsentrasi.

Salah satu dampak paling terasa dari multitasking adalah menurunnya fokus dan konsentrasi.

Baca Juga: Kerja Jalan Untung Hilang, Bulog Tekor Rp550 Miliar karena Margin Penugasan Tak Masuk Akal

Pikiran menjadi mudah terdistraksi sehingga sulit menyelesaikan tugas secara optimal.

Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru memakan waktu lebih lama.

Multitasking juga berpengaruh pada daya ingat. Ketika perhatian terbagi, informasi tidak tersimpan dengan baik dalam memori jangka panjang.

Baca Juga: Pabrik Sandal Swallow Medan Terbakar 10 Jam, Bangunan Pabrik Hangus dan Ambruk

Hal ini membuat seseorang lebih mudah lupa dan kesulitan memahami materi secara mendalam.

Selain itu, kebiasaan melakukan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres dan kelelahan mental.

Otak dipaksa bekerja terus-menerus tanpa jeda yang cukup.

Baca Juga: Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG Disorot, PKB MPR RI Minta Keadilan untuk Guru Honorer dan Nakes

Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu kelelahan emosional hingga burnout.

Dampak lain yang kerap diabaikan adalah penurunan kualitas pengambilan keputusan.

Pikiran yang terbagi membuat seseorang cenderung lebih impulsif dan kurang cermat dalam menilai situasi.

Baca Juga: 10 Ide Takjil Sehat Tanpa Santan dan Gula untuk Ramadan 2026, Segar, Laris, dan Menguntungkan

Kesalahan kecil pun lebih mudah terjadi.

Tak hanya itu, multitasking juga dapat mengurangi rasa kepuasan dan kesadaran diri.

Saat pikiran tidak sepenuhnya hadir pada satu aktivitas, seseorang sulit menikmati proses dan hasil dari apa yang dikerjakan.

Baca Juga: Duet KH Imam Jazuli–KH Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Nyata Tantangan Muktamar NU Ke-35

Melihat berbagai dampak tersebut, penting untuk mulai membiasakan diri fokus pada satu tugas dalam satu waktu.

Dengan memberi ruang bagi otak untuk bekerja secara optimal, kesehatan mental dapat lebih terjaga dan produktivitas pun meningkat.***