POJOKSATU.id - Bayangkan suatu pagi ketika kamu baru saja membuka toko atau usaha rumahan. Seorang pelanggan datang, memilih produk, lalu mengeluarkan ponsel sambil bertanya, “Bisa bayar pakai QRIS?”.
Kamu terdiam sejenak dan menjawab belum punya. Pelanggan itu tampak ragu, bahkan sedikit kecewa.
Padahal, kamu tahu betul bahwa kini semakin banyak orang memilih pembayaran non tunai atau cashless. Situasi seperti ini kerap dialami pelaku UMKM.
Di era digital, dompet sering tertinggal, tetapi ponsel hampir selalu ada di genggaman.
Baca Juga: TPG TW 3–4 Aman Dibayar 2026, Ini Syarat Utama agar Hak Guru Tidak Tertahan
Inilah alasan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi solusi penting.
QRIS adalah satu kode QR standar nasional yang bisa menerima pembayaran dari berbagai aplikasi e-wallet dan mobile banking sekaligus.
Kabar baiknya, membuat QRIS tidak serumit yang dibayangkan.
Prosesnya bisa dilakukan sepenuhnya secara online tanpa harus datang ke bank.
Mulai dari menyiapkan syarat, mendaftar, hingga akhirnya QRIS siap ditempel di meja kasir atau dikirim ke pelanggan online.
Baca Juga: Insinerator Masih Jalan, Pemprov Jabar Mulai Lirik Teknologi Sampah yang Lebih Bersih
Mengapa UMKM Perlu Punya QRIS?
QRIS membuat proses pembayaran jauh lebih sederhana.
Pelanggan cukup memindai satu kode QR, memilih aplikasi pembayaran favorit mereka, dan transaksi selesai dalam hitungan detik.
Penjual pun langsung menerima notifikasi pembayaran tanpa perlu repot menyiapkan uang kembalian.
Selain praktis, QRIS juga memberi kesan profesional.
Logo QRIS yang terpampang di toko menandakan usaha kamu modern dan mengikuti perkembangan zaman.
Bagi pelanggan, ini menumbuhkan rasa percaya dan kenyamanan saat bertransaksi.
Syarat yang Perlu Disiapkan
Sebelum mendaftar, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan agar proses verifikasi berjalan lancar, antara lain KTP sebagai identitas diri, rekening bank untuk menerima dana, NPWP jika ada terutama bagi usaha yang sudah resmi, serta nama usaha atau brand yang digunakan.
Seluruh dokumen ini nantinya diunggah dalam bentuk foto atau scan dengan kualitas yang jelas.
Langkah-Langkah Membuat QRIS
Langkah pertama adalah memilih penyelenggara QRIS resmi yang sudah berizin Bank Indonesia.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui bank maupun lembaga non-bank seperti penyedia dompet digital.
Baca Juga: Aturan Baru Pensiun 2026! Dana ASN–TNI–Polri Wajib Gunakan Rumus Aktuaria dan SBN 30 Persen
Jika kamu sudah memiliki rekening di bank tertentu, biasanya proses pendaftaran akan lebih mudah melalui bank tersebut.
Setelah itu, isi formulir pendaftaran melalui situs atau aplikasi penyelenggara.
Data yang diminta umumnya meliputi nama pemilik usaha, nama usaha, nomor ponsel dan email aktif, nomor rekening bank, serta unggahan dokumen pendukung.
Pastikan semua data sesuai agar tidak menghambat proses verifikasi.
Tahap berikutnya adalah verifikasi.
Baca Juga: TPG Pertama Menanti Lulusan PPG 2025, Ini Syarat Resmi agar Tidak Gagal Cair
Penyelenggara akan memeriksa data yang kamu kirimkan.
Proses ini biasanya memakan waktu antara satu hingga tujuh hari kerja.
Jika disetujui, kamu akan mendapat pemberitahuan melalui email atau pesan singkat.
Setelah lolos verifikasi, QRIS akan dikirimkan dalam bentuk file PDF atau gambar.
QR tersebut bisa langsung dicetak dan diletakkan di meja kasir, disimpan di ponsel, atau dibagikan ke pelanggan online melalui media sosial dan aplikasi pesan.
Sebelum digunakan secara luas, sebaiknya lakukan uji coba pembayaran dengan memindai QRIS menggunakan e-wallet atau mobile banking untuk memastikan dana benar-benar masuk ke rekening.
Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal! Lewat 20 Januari Data Belum Valid, TPG Bulanan Terancam Cek Info GTK!
Biaya Penggunaan QRIS
Pendaftaran QRIS pada umumnya gratis.
Namun, setiap transaksi dikenakan biaya MDR (Merchant Discount Rate) yang berkisar antara 0,3 persen hingga 0,7 persen, tergantung jenis transaksi.
Sebagai contoh, jika pelanggan membayar Rp100.000 dengan MDR 0,3 persen, maka dana yang diterima penjual sebesar Rp99.700.
Tips Agar QRIS Lebih Optimal
Agar penggunaan QRIS maksimal, pastikan kode QR ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat dan informasikan kepada pelanggan bahwa tokomu menerima pembayaran QRIS.
Jika memungkinkan, gunakan rekening khusus usaha agar laporan transaksi lebih rapi dan mudah dipantau.
Baca Juga: Valid Per 20 Januari? Selamat, Tunjangan Profesi Satu Bulan Anda Segera Dicairkan!
Lakukan pengecekan transaksi secara berkala melalui aplikasi penyelenggara, baik harian maupun bulanan.
Untuk penjualan online, QRIS juga bisa dikirim langsung ke pelanggan agar pembayaran lebih cepat.
Menggunakan QRIS terbukti memudahkan transaksi, membuat usaha terlihat lebih profesional, dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Proses pendaftarannya pun bisa dilakukan dari rumah dengan cepat dan praktis.
Di tengah pergeseran ke era cashless, QRIS menjadi jembatan penting antara pelaku usaha dan kebutuhan konsumen.
Dengan satu QR code, bisnismu siap naik level dan bersaing di dunia digital yang terus berkembang. ***




