POJOKSATU.id - Teknologi kecerdasan buatan atau AI kini memudahkan siapa saja membuat video tanpa perlu keahlian editing tingkat lanjut.
Cukup bermodal teks atau gambar, pengguna sudah bisa menghasilkan video berbasis AI melalui berbagai platform populer seperti Canva, CapCut, hingga Freepik.
Cara ini banyak diminati kreator konten, pelaku UMKM, hingga pelajar karena praktis dan efisien.
Secara umum, langkah pertama membuat video AI adalah memilih platform yang sesuai kebutuhan.
Beberapa aplikasi yang sering digunakan antara lain Canva dengan fitur Magic Media, CapCut dengan Script to Video, Freepik AI Video Generator, hingga platform berbasis avatar seperti Synthesia.
Baca Juga: Institut Kesehatan Rajawali, Bertransformasi Menuju Institusi Unggul dan Berwawasan Global 2045
Bahkan, teknologi terbaru seperti Google Veo atau Kling juga mulai dilirik karena kualitas visualnya yang semakin realistis.
Setelah memilih platform, pengguna perlu menyiapkan input sebagai bahan utama.
Untuk metode teks ke video, cukup ketikkan deskripsi atau prompt yang jelas dan detail, mulai dari suasana, karakter, objek, hingga aksi yang diinginkan.
Semakin spesifik prompt yang ditulis, semakin sesuai hasil video yang dihasilkan AI.
Sementara itu, untuk metode gambar ke video, pengguna hanya perlu mengunggah gambar statis lalu memberikan perintah agar gambar tersebut dianimasikan.
Baca Juga: Belajar dari Kasus di Sejumlah Daerah, Kontrak PPPK Tidak Otomatis Diperpanjang!
Tahap berikutnya adalah proses menghasilkan video.
Pengguna dapat memanfaatkan fitur AI yang tersedia, seperti Magic Media di Canva, Script to Video di CapCut, atau generator AI langsung di Freepik.
Sistem AI akan memproses input tersebut dan mengubahnya menjadi klip video pendek secara otomatis dalam hitungan menit.
Setelah video dasar jadi, proses editing tetap bisa dilakukan agar hasilnya lebih menarik.
Pengguna dapat menambahkan musik latar, teks berjalan, filter visual, hingga efek suara.
Beberapa platform juga menyediakan fitur tambahan berbasis AI, seperti avatar digital untuk narasi, suara AI, atau efek audio sinematik yang membuat video terlihat lebih profesional.
Langkah terakhir adalah mengekspor dan membagikan video.
Setelah semua elemen dirasa pas, video dapat diunduh dalam berbagai resolusi atau langsung dibagikan ke media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Beberapa platform bahkan menyediakan format khusus yang sudah dioptimalkan untuk kebutuhan konten vertikal.
Untuk hasil maksimal, pengguna disarankan menulis prompt dengan bahasa yang jelas dan spesifik.
Dalam beberapa platform, penggunaan bahasa Inggris juga dapat membantu AI menghasilkan visual yang lebih akurat.
Dengan terus bereksperimen, kualitas video AI yang dihasilkan pun akan semakin mendekati kebutuhan kreatif masing-masing.
Baca Juga: Lalui Medan Berat, Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tiba di Posko Utama SAR Gabungan Tompobulu
Kehadiran video AI membuka peluang baru bagi siapa saja untuk berkarya tanpa batasan teknis.
Di tengah arus digital yang serba cepat, kreativitas kini tidak lagi ditentukan oleh kemampuan editing, melainkan oleh ide dan imajinasi yang berani dituangkan.***




