POJOKSATU.id, PANGKEP-- Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, tiba di Posko Utama Tim SAR Gabungan di Desa Tompobulu, Balocci, Pangke, Selasa malam (20/1).

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah tim SAR dan medis bersiaga menyambut jenazah di gerbang pintu masuk pendakian Gunung Bulusaraung.

Pintu masuk jalur pendakian itu tidak jauh dari Pos AJU Basarnas Makassar di Kantor Desa Tompobulu. Mobil ambulans juga sudah disiapkan di lokasi penjemputan.

Dalam kejadian nahas ini, hanya dua pramugari di pesawat yaitu Esther Aprilita Sianipar dan Florencia Lolita Wibisono.

"Begitu tiba langsung dibawa di Posko DVI," kata Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, Selasa malam (20/1).

Baca Juga: KAI Terus Pulihkan Operasional KA, Jalur Pekalongan–Sragi Dapat Dilalui dengan Kecepatan Terbatas

Pos DVI ini berlokasi tepat di samping Pos AJU Basarnas pekarangan Kantor Desa Tompobulu.

"Harus dibawa ke DVI dulu untuk dilebel," ucap salah satu perwira Brimob di lokasi.

Posisi jenazah saat ini sudah berada di Pos Satu Gunung Bulusaraung. Tidak jauh dari gerbang masuk jalur pendakian.

"Mungkin 30 menit lagi sudah tiba karena sudah mau masuk persawahan," ucap salah satu personel SAR yang siap menyambut.

Baca Juga: Kerja Sama PP Muhammadiyah dan KPK, UMC Siap Bangun Generasi Berintegritas

Sempitnya akses jalan ke pos 1 membuat tim SAR yang hendak menjemput dibatasi. Selain itu, pos DVI Biddokkes Polda Sulsel juga telah bersiap menyambut jenazah di sana.

Lalui Medan Berat

Jenazah dibawa turun oleh tim evakuasi menggunakan tandu melewati medan yang licin dan gelap akibat hujan yang terus turun di Gunung Bulusaraung.

Petugas gabungan hanya bermodalkan lampu penerangan dan sorot kepala yang dikenakan para personel SAR.

Jenazah sebelumnya ditemukan di kedalaman jurang sekitar 500 meter. Lalu diangkat ke Puncak Gunung Bulusaraung.

Proses evakuasi korban dari lokasi jatuhnya pesawat di kawasan pegunungan Bulusaraung menghadapi berbagai kendala seperti cuaca yang tidak menentu, hujan deras, badai serta medan ekstrem dengan kemiringan tajam.***